Rabu, 03 Mei 2017

Family Secret : "SENTUHAN PENGANTAR GAIRAH" (PART 02)


"Mas... Aku turut prihatin, mungkin ini semua adalah cobaan agar lebih giat dan lebih teliti lagi" ujarnya
"Mungkin, tapi rasanya ada yang berbeda dengan kamu malam ini" kataku iseng
"Berbeda ?" heran dia
"Kamu kan bukan ABG seperti dulu, tapi kamu masih kelihatan sama seperti waktu itu" jawabku
"Bersyukurlah mas... Aku hadir dalam hidupmu hanya untuk menemanimu sebagai kekuatan tambahan" katanya
Lalu, dia berdiri dan membelakangiku' kemudian dia merangkul leherku sehingga jemari lentik nan indah meraba bahuku.
Aku jadi kalang kabut, mengapa dia begitu mesra disaat aku galau begini ?
Ahh... Mungkin dia mencoba menghiburku, tetapi dia punya cara tersendiri dalam mencairkan suasana.
"Mas... Usiaku sudah tidak muda lagi, tetapi kekuatan cintaku tetap kuat hingga sekarang" bisiknya
"Serius ?" tanyaku
"Ehhhmmm.... Mungkin mas agak capek sehingga pikiran tidak menentu datang menghantui" katanya sambil menyentuh pipiku
"Sayang, aku harus bagaimana' apa karena aku berdosa padamu sehingga rejeki dan keberhasilan jauh dariku" kataku
"Benar mas... Dan kamu memang bersalah atas dosamu" katanya lirih
"Terus aku harus apa ?" tanyaku
"Ayo, kita bicarakan di kamar" jawabnya manja
Mendengar jawabannya aku seperti teringat sesuatu, rupanya ini memang malam dimana tepat hari ini adalah ulang tahun pernikahanku.

Dia membuka pintu kamar dan mengajakku masuk kedalam, pintu pun terkunci dan dia mulai memperlihatkan sesuatu padaku.
Aku pun hanya berdiri tegak sambil memperhatikan gerak-gerik tubuhnya.
"Mas... Apa kamu ingat saat pertama kali kita di kamar ini ?" tanya dia
"Iya... Waktu itu kita pindah dari rumah orangtuamu dan belum sempat berolah asmara" jawabku
"Kamar ini menjadi saksi dimana kita melakukan hal itu untuk pertama kali" katanya lirih
Aku jadi agak tidak karuan, apakah dia mencoba membangunkan gairahku ?
Oh... Mungkinkah dia ingin merayakan ulang tahun pernikahan malam ini ?
Terserah, itu semua dia yang inisiatif dan aku hanya sekedar menuruti tindakannya.
"Malam ini panas sekali, aku buka bajumu" katanya
Lalu, dia membuka bajuku dan melepas pakaian dalamku, rupanya dia begitu terampil saat kesepuluh jari lentiknya menyentuh dadaku.
"Mas... Biarkan aku menang malam ini' habis... Sudah lama kita sering begini tetapi aku selalu yang kalah" ujarnya sambil memamerkan gigi rapinya.

"Kamu mau minta apa ?" tanyaku
"Sekarang aku mau minta mas membuka celana dan suguhkan milikmu untukku" jawabnya genit
Berdebar jantungku mendengar apa yang diutarakannya, aku seperti tak berkutik.
"Baiklah akan kubuka" ujarku pelan
Lantas, aku pun melepas celanaku hingga terjatuh ke lantai tanpa menyisakan sehelai kain.
Terlihat didepan matanya, sebuah benda tak bertulang yang sudah ditumbuhi lumut hitam dalam keadaan terlelap.
"Wah... Sedang tidur, aku bangunkan yach..." ujarnya mesra
"Boleh, tapi jangan..." kataku
"Aku tahu, jangan kasar kan' aku kan lebih tahu cara memperlakukan benda yang sudah sering membuatku lemas tak berdaya ini" katanya sambil jongkok
Istriku segera menyentuh benda yang menempel dibawah perutku dengan kedua tangannya. Sentuhan dan pijatan yang ditimbulkan benar-benar nikmat.
Dia sangat lihai mengobati galauku dengan cara seperti itu' sungguh istri dambaan yang tiada duanya.

Sambil tersenyum dia memainkan benda tak bertulang itu dengan sentuhan jari lentiknya.
"Ahhhh... Ahhhh.... Sentuhanmu membuatku nyaman" kataku mendesah
"Biasa saja, ini belum seberapa' nanti ada moment khusus setelah ini" ujarnya sambil memijat dengan terampil
Semakin lama aliran darahku berdesir dan berpusat pada alat vitalku, sehingga tanpa kusadari makin lama makin mengeras.
"Akhirnya bangun juga, makin lama makin panjang" ujarnya dengan nada lucu
"Masa ?" heranku
Dia hanya mengangguk, senyum simpul yang terlihat dari bibirnya terkesan membuatku agak bahagia.

Dimana perbuatan seperti itu berjalan penuh kemesraan dan kenyamanan, memang itulah yang selama ini dicari.
"Ahhhh... Awwww.... Mainkan tanganmu sayang' jangan dilepas sebelum keluar" kataku
"Sabar... Ini belum tuntas' jangan buru-buru menyuruhku hehehehehe" jawabnya sambil meringis genit
Cukup cekatan, kemampuan meremas alat vitalnya benar-benar ampuh membangkitkan birahiku. Sentuhan inilah yang mampu mengobati galauku, kemungkinan aku bisa lemas hanya karena sentuhan tangan malaikat cantikku.
Dan rupanya, aku pun akhirnya melenguh karena orgasme pertama akibat sentuhan itu.
Air kehidupan menyembur ke wajahnya yang cantik, aku cuma bisa memejamkan mata sembari menikmati sisa-sisa tenaga yang keluar.
"Uhhhhhh.... Luar biasa' kamu memang hebat, aku tidak berdaya seperti ini hanya karena perbuatanmu" pujiku
Istriku hanya bisa mencolek kudapan air kehidupan yang membasahi wajahnya, dia benar-benar menghayati perannya sebagai eksekutor permainan tangan.
"Sayang, bagaimana' air kehidupanku enak kan ?" tanyaku dalam keadaan lemas
"Mas, ternyata air kehidupanmu masih kental dan putih... Sudah begitu rasanya lezat" ujarnya dengan kalimat sedikit ngaco.

(Bersambung)

Family Secret : "SENTUHAN PENGANTAR GAIRAH" (PART 01)

Sibuk, itulah yang aku alami sekarang' karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan demi keberhasilan.
Namun, aku selalu saja mendapat kendala ketika sedang bekerja' yakni batalnya kerjasama dengan pihak yang dahulu menyetujui hasil negosiasi.
Aku benar-benar galau, bagaimana bisa terjadi seperti ini ?
Padahal nilai kontraknya besar, tetapi batal begitu saja dan aku kecewa dengan keputusan pihak yang membatalkan proyek itu.
Didepan laptop aku galau tidak karuan, mengetik laporan selalu saja ada gangguan' yakni gangguan akan bayangan yang memperlihatkan kegagalan.
Sambil duduk di kursi, dengan laptop yang berada diatas meja kerja aku mencoba menghilangkan rasa penat.
Lalu, aku panggil dari jauh seorang wanita berambut belah tengah nan panjang' dialah istriku tercinta. Wajah cantik menawan dan bentuk tubuh yang menggairahkan itulah apa yang dimilikinya.
"Sayang, sini dong..." panggilku
Lalu istriku datang dan berdiri dibawah gerbang pintu.
"Ada apa mas..." jawabnya dengan suara pelan
"Buatkan aku secangkir wedang jahe, malam ini dingin sekali" ujarku
"Baik, akan kubuatkan" jawabnya
Kemudian dia bergegas ke dapur untuk membuatkan wedang jahe, minuman favoritku.

Beberapa saat, istriku datang membawa secangkir wedang jahe yang masih hangat. Ia meletakkan minuman itu di samping meja kerjaku.
Aku lantas meminumnya, wah... Hangat sekali rasanya. Aku tidak kedinginan lagi dan pikiran galau yang meracuni jiwa telah lenyap begitu saja.
Sementara itu dari dapur, istriku sedang membuatkan makanan untuk disantap. Baunya sangat harum sehingga menyengat sampai ke lubang hidungku.
"Hmmmm... Baunya enak sekali" kataku dalam hati
Kemudian aku menyimpan hasil ketikkan, lalu mematikan laptopku demi mengetahui makanan yang akan disajikan istriku.
Di ruang makan, aku melihat ada sepotong kue nastar. Tanpa permisi aku makan saja kue itu, ketika sedang menikmati sedapnya kue nastar tersebut' tiba-tiba sesuatu yang lembut merangkulku dari belakang.
"Bagaimana mas... Kuenya ?" tanya istriku
"Wah, enak... Baru dibuat yach ?" balasku
"Iya, kenapa tahu aku bikin kue ?" tanya dia
"Baunya harum sampai ke kamar, jadinya aku penasaran" jawabku
"Oh, begitu..." ujarnya tersenyum

Sangking asyiknya makan, istriku mulai memperlakukanku dengan manja. Dia duduk disampingku sambil memakan kue nastar yang aku makan tadi. Anehnya, dia nampak berbeda dari biasanya.
Ia terlihat nampak manja dan aduhai, karena ia memakai baju lengat panjang warna putih dan celana jeans pendek diatas lutut.
Sontak, bathinku gemetar menyaksikan pemandangan langka ini. Jujur, aku mulai terusik dan mencoba mengalihkan pandangan dari wajahnya.
Lalu, dia berdiri dan menghampiriku dengan senyum ramahnya.
"Kenapa, kelihatannya sedang galau ?" tanya istriku
"Memang Kamu tahu ?" tanyaku
"Bukannya sok tahu, Istri mana yang tidak heran melihat suaminya gelisah begitu" jawabnya sambil memegang pundakku
"Aku galau karena pekerjaan" ujarku lesu
"Namanya juga cari rejeki, rintangan dan cobaan selalu ada menanti" katanya
"Habis mau bagaimana lagi, perjanjian sudah disepakati tapi tidak kunjung terlaksana akhirnya batal terus" protesku dengan nada sesal
Setelah aku mengatakan hal itu, dia begitu prihatin dan mulai memperlihatkan sisi keibuannya.
Maklum, aku dan dia sudah berumah tangga sejak 15 tahun silam. Di usiaku yang sudah mendekati kepala empat, aku masih bisa menyaksikan kesetiaannya dalam mendampingiku sebagai istri.
Semua yang ia inginkan telah kukabulkan, rumah mewah dan kendaraan canggih telah kupersembahkan untuknya.

(Bersambung)

Senin, 03 April 2017

Puisi : Frilly Gadis Pantura


Asinnya telur bebek panggang
Masih kalah dengan senyumanmu
Dinginnya malam yang lenggang
Masih kalah dengan ketenanganmu


Aku meronta didalam sanubari
Ingin rasanya aku resapi arti diri
Terseret menuju palung hatimu
Hadirkan panggilan untuk dirimu

Frilly... Oh... Frilly...
Gadis Pantura Yang Mempesona
Frilly... Oh... Frilly...
Gadis Pantura Yang Sungguh Jelita
Frilly... Oh... Frilly...
Gadis Pantura Yang Ayu Parasnya
Frilly... Oh... Frilly...
Gadis Pantura Yang Tiada Duanya

Jauhnya aliran Sungai Pemali
Lebih jauh perasaanku padamu
Rasa sayangku tiada tertandingi
Menandingi luasnya Danau Malahayu

Ramainya Pasar Klampok, Mencintaimu tak membuatku kapok
Padatnya Jalan Tol Pejagan, Hatiku sungguh-sungguh deg-degan

Andaikan dirimu mau menyadari
Apa yang sedang kurasakan saat ini
Niscaya hatimu akan mengerti
Nestapa pun hilang karena cintamu ini

Selasa, 21 Maret 2017

MY SEX STORY : BIRAHI SUAMI SETIA (PART 02)


Pergerumulan itu membuat aku dan istriku lupa daratan, sampai-sampai waktu berganti tak terasa.
"Papa, ayo... Jangan diremas terus dong" ujarnya menggelinjang
"Sabar, papa masih ingin main-main dulu" jawabku
"Ahhh.... Ahhhhh.... Uhhhh... Uhhhhh" lenguh istriku
Permainan tanganku begitu merangsang, dia tidak berdaya menerima sentuhan tanganku.
Walaupun sentuhanku lembut, tetapi sensasinya benar-benar diluar dugaan. Istriku tidak kuat menahan hasrat seksnya yang perlahan naik.
Lalu, aku mencium perutnya dan menggelitikan jariku... Dia merasa geli dan tertawa.
"Hahahahahahaha.... Papa, jangan digelitikin' aku jadi nggak sabar nich..." ujarnya
Aku tidak menjawab, tetapi aku jawab dengan berbagai sentuhan romantis yang membuatnya hampir Take Off dari Landasan Pacu.
Anehnya, ia makin dikuasai permainanku... Tak kusangka tubuhnya melemas' dengan mudah aku menelusuri bagian sensitifnya yakni Klitoris.
"Mama, papa mau ajak mama terbang" kataku
"Silahkan, kalau papa bisa belikan tiket" jawabnya
"Nggak usah pake tiket, ini gratis lho..." ujarku sambil mendekapnya
"Emang bisa ?" tanya dia
Langsung saja jariku menempel bagian terlarangnya, aku usap dengan jariku' hasilnya dia menggeliat seperti cacing gendon.
"Ahhhh.... Aduhhhhh... Ahhhhh.... Ampun.... Papa... Mama diapakan nich ?" tanya istriku sambil mendesah
"Nggak usah ditanya, entar juga terasa sendiri" jawabku santai
Jari-jariku dengan indahnya memainkan klitorisnya yang terlihat disela-sela organ intimnya.

Jemari tanganku semakin tak terkendali dalam memainkan klitorisnya.
"Ahhhh.... Auwwww.... Aduhhhh...." teriak istriku
"Mama, udah terasa kan ?" tanyaku
"Papa, mama udah mulai melayang... Ahhhh.... Ahhhh.... Ihhhhhhh.... Ihhhhhh....." jawabnya sambil mendesah
"Jangan khawatir, mama nggak akan jatuh' kalau pun jatuh' Papa akan menjadi parasut yang siap dalam kondisi darurat" ujarku penuh canda
Istriku mulai tidak bisa mengendalikan nafas didada, dia kesetanan dan sulit membedakan antara kenyataan atau khayalan.
Nampaknya kondisi makin mendekati klimaks, akhirnya tanpa diduga...
"Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh....." jerit istriku
Keluarlah air lubrikasi dari lubang alat vitalnya yang mengucur deras membasahi area segitiganya.
"Uhhhhhh..... Ahhhhh..... Papa, Mama udah lemas nich' enak banget rasanya" ujar istriku memelas manja
"Tuh... Kan, Papa sudah memprediksi bakal begini jadinya" kataku sambil tersenyum
"Papa, Mama mau ditunggangi sekarang... Ayo dong..." desaknya sambil merayu
"Sebentar, Papa ancang-ancang dulu" ujarku sambil mempersiapkan diri.

Aku pun bersiap menunggangi tubuh istriku, dia terlihat melemah akibat stimulasi klitoris yang kuberikan tadi.
"Papa, jangan lama-lama... Mama nggak tahan lagi nich" desak istriku manja
"Sabar, ini lagi lurusin dulu" jawabku sambil mengocok alat vitalku
"Papa, kok dikocok dulu sich ?" tanya istriku
"Biar lurus, kan tadi rada bengkong" jawabku
"Papa emang suka godain mama, mama jadi ngebet dimasukin punyanya papa" bilangnya manja
"OK, udah siap nich ma..." kataku
Kemudian aku menidihnya dari atas, dengan pelan aku mencoba masuk ke dalam lubang peranakan. Tanpa menunggu lama akhirnya dengan mudah aku melakukan penetrasi lambat.
"Ahhh... Akhirnya masuk juga" jawabku
"Udah masuk ?" kata istriku
"Mau digenjot ?" tanyaku
"Silahkan..." jawabnya
Lalu, aku menggenjot alat vitalku dengan tempo sedang agar istriku tidak kesakitan. Maklum, Istri Secantik dia harus dilayani dengan mesra dan tidak boleh kejam.
Sadar istriku cantik, aku mulai melihat rona wajahnya yang dibasahi keringat. Dia nampak mempesona, aku semakin bernafsu saja hingga tidak sadar genjotanku sudah lebih dari 10 kali.
"Ahhhh... Ahhhhh..... Ahhhh.... Ahhhh.... Ukkkkkhhhhhhhhh..... Ukkkkkhhhhhhh...." Istriku melenguh manja
Suaranya membuatku semakin tidak terkontrol, wajah menawan dan suara lenguhan manja menjadikan istriku sebagai wanita tercantik didunia ini' terutama ketika sedang bersetubuh denganku.


Genjotan demi genjotan kulakukan agar sensasi kenikmatan makin menjalar.
"Papa... Papa... Ahhhhhh.... Ahhhhhh....." Lenguh istriku
Kenikmatan yang luar biasa, itulah yang kurasakan. Istriku cukup bahagia dengan apa yang kulakukan padanya.
"Mama... Mama..." sapaku
"Iya pa ?" jawabnya
"Udah keluar belum ?" tanyaku
"Belum pa..." jawabnya
"Sama dong..." balasku
Tempo semakin cepat, gairah makin membara dan suasana tidak menentu itulah antara aku dan istriku.
"Mama, aku bangga bisa menunggangimu" pujiku
"Papa, mama juga bangga bisa digagahi keperkasaanmu" balasnya
Aku hanya tersenyum saat sedang melakukan penetrasi. Wajahku hanya bisa puas menahan rasa bahagia ketika istriku mengerang.
"Papa... Mamah udah klimaks" bilangnya
"OK, sayang... Keluarkan sekarang !" ujarku
"Ohhhhhhh......." desah istriku
Akhirnya keluar juga air kehidupan dari lubang vital istriku, kini giliran aku yang keluar.
"Ahhhh... Hangat juga airnya, papa ikut dong' uhhhhhhh" ujarku sambil melenguh
Aku pun akhirnya mengalami ejakulasi belakangan, air maniku bercampur dengan air kehidupan yang keluar dari tubuh istriku.
Kami berdua terkulai lemas setelah menikmati pertarungan dahsyat itu. Wajah puas terlihat dari reaksi kami berdua, aku tersenyum meringis sedangkan istriku tersenyum simpul.


"Mama... Masih sehebat dulu ternyata, usia sudah segitu tetap menggoda" pujiku spontan
"Sukanya dech... Ngobral pujian' tapi menurut mama, papa hebat dech... Mama kalah terus" jawabnya sambil menatap wajahku
"Mama, kira-kira ini bakalan jadi apa enggak ?" tanyaku
"Jadi dong pa... Kelak kita akan punya anak lagi setelah ini" jawabnya manis
"Maunya punya anak cowok atau cewek ?" tanyaku sambil mencium tangan kanannya
"Terserah... Yang penting membawa berkah dan kelak bisa berguna untuk bangsa serta negara" ujarnya penuh optimis
"Mama... Papa bangga dengan pernyataan itu" jawabku
Setelah berbincang, kami berdua mengantuk dan tertidur pulas dengan malasnya.

(THE END)

MY SEX STORY : BIRAHI SUAMI SETIA (PART 01)


Pagi itu bertepatan dengan hari libur, aku bersantai sambil menonton televisi. Entah kenapa tiba-tiba aku tergiur oleh seseorang yang ada di dapur.
Siapa lagi kalau bukan istriku, wanita yang telah lama kunikahi sejak 10 tahun lalu memang tiada bedanya saat masih perawan dulu.
Tubuh langsingnya memanjakan mataku, wajah cantiknya tak jauh berbeda dengan gadis usia 20 tahun. Walaupun kini aku dan dia sama-sama berusia diatas 30 tahun, tetapi dia membuatku horny setiap kali dia bertutur kata lembut.
Pagi itu dia sedang mencuci piring di wastafel, karena dia memakai busana yang serba "Open" maka timbul seketika naluri kejantananku.
"Alamak... Pagi-pagi begini sudah mengundang nafsuku" gumamku
Langsung saja aku beranjak dari kursi malas dan mengendap-endap di belakangnya. Padahal aku datang dari samping dia juga sudah tahu kehadiranku, tapi aku pura-pura ambil piring agar dia tidak curiga.
Saat aku sudah dibelakangnya, maka kudekap dia dengan pelan.
Istriku kaget, tapi dia hanya tersenyum. Mungkin dia sudah biasa menerima kejutan dariku.
"Ahh... Papa' masa dari dulu begitu melulu sich" katanya genit
"Mama, lagi-lagi bikin kesalahan nich..." ujarku menggoda
"Kesalahan, kesalahan apa ?" tanya dia
"Mama tuch dari dulu nggak pernah berubah dech, Papa jadi kebelet terus kalau lihat mama" jawabku gombal
"Kebelet apa ?" tanya dia
Tanpa kujawab segera kucium bibirnya dengan beringas, ciumanku benar-benar tidak terkontrol bahkan nyaris membuat kondisi semakin tidak karuan.


Aku menciumnya dengan ganas, pipi kiri dan kanan menjadi sasaran. Ditambah kedua tanganku yang mendekap tubuhnya hingga tak berdaya.
Lagian salahnya sendiri, pakai busana serba "Open" dan wajahnya selalu cantik terus, siapa orangnya yang tidak merasa tergoda.
"Mama, dari dulu cantik terus tidak pernah berubah" kataku sembari mendekapnya
"Papa, sukanya godain mama... Selalu aja ada modusnya" ujarnya meronta
Sayangnya ketika istriku mencoba melepaskan diri, cengkeraman tanganku semakin kuat dan membuat tubuhnya lemas.
"Papa... Mama nyerah dech, sekarang Papa mau apa ?" balasnya dengan suara melemah
Tanpa pikir panjang kubawa dia ke dalam kamar, setelah masuk kamar aku mengunci pintu dan menjatuhkannya diatas ranjang.
"Aduh... Papa' kasar dech..." teriaknya manja
"Mah, papa nggak bisa menahan gejolak asmara di dada ini" kataku sambil melepas pakaianku
"Emangnya kenapa ?" tanya istriku
"Habis... Mama selalu bikin papa rindu" jawabku


"Rindu ?" tanya dia
"Papa nggak nyangka bisa jadi suami sebahagia ini" jawabku sambil meregangkan otot
"Memangnya kenapa ?" tanya balik
"Selama menjalani rumah tangga, papa nggak pernah merasakan keluh kesah seperti yang orang lain rasakan" jawabku sambil menatap wajahnya
"Gombal, masa wanita seperti aku bisa bikin Papa bahagia ?" tanya dia
"Serius... Aku beruntung punya istri kaya kamu' dulu banyak yang bilang Papa nggak laku jadi cowok... Tapi saat Papa tertarik sama yang didepan sekarang ini' waduh... Nikmat pokoknya" kataku sambil mendekatinya
"Dasar lelaki, ada aja maunya kalau lihat yang beginian" ujarnya sambil meremas payudara
"Mama, jangan digituin dong itunya' Papa tambah horny nich" mohonku
"Habis... Udah jadi kebiasaan' beginilah resiko punya suami kaya papa" kata dia sambil membuka pakaian
"Ehhh... Malah dilepas, Mama sudah bikin Papa nggak tahan" ujarku genit
"Habis mau apa, kalau nggak tahan ?" tanya dia
Tanpa menunggu lama aku menindih tubuhnya, sambil meraba dan menjamah kulitnya' aku merasakan betapa luar biasanya wanita yang akan kugagahi.
Cantik dan menggairahkan, itulah kesan yang kudapat saat menatap wajah istri tercinta. Kedua tanganku meraba dengan pelan juga hati-hati, ditambah bibirku mencium bibirnya.


"Ohhhh... Oh.... Oh... Papa.... Nakal dech..." lenguhnya
Sebelum kubuat dia tak berdaya, aku rangsang dulu titik kelemahan yang sudah kuketahui.
Sampai-sampai keadaan semakin mendukung dengan suara-suara desahan merdu dari mulut istriku.
Dia bagai menyanyikan sebuah lagu yang seolah-olah memanggil namaku. Senang, itulah perasaanku saat ini' dimana nafsu birahi di imbangi dengan perasaan cinta menyatu sehingga menimbulkan sensasi tiada tara.
Kemudian aku remas kedua payudaranya yang membuat imanku goyah, dengan pelan tapi sedang aku meremasnya sambil menatap ekspresi wajah istriku.
Dia meringis keenakan, bahkan saat kuremas payudaranya' raut wajah istriku memerah dan warnah merah pada wajahnya yang menggairahkan itu menjalar ke seluruh tubuhnya.

(Bersambung)

Kamis, 09 Februari 2017

Puisi : Pangeran Berkuda Putih

Kau adalah sosok yang misteri
Kau adalah hal yang tak terduga
Kau adalah orang yang kunanti
Kau adalah mimpi yang nyata


Wajahmu hadirkan rasa dihatiku
Terbuai diriku setelah memandangmu
Tubuhmu hadirkan sejuta pesona yang melebur dalam asaku
Getaran rindu merambat melemahkan sekujur tubuhku

Duhai... Pangeran yang tampan
Datanglah atas panggilan dari dalam jiwaku
Duhai... Pangeran yang rupawan
Jemputlah diriku dengan kuda putihmu

Bawalah aku bersamamu menuju istanamu
Suntinglah diriku sebagai permaisurimu
Biarkanlah aku duduk di singgasana denganmu
Dekaplah diriku sebagai wujud perasaan cintamu

Tiada kusangka, tiada kuduga
Kau datang tepat waktu
Sulit kubayangkan, sulit kuartikan
Segala perasaanku padamu

Akan kutunggu dirimu menjadi rajanya
Sedangkan akulah yang menjadi ratunya

Puisi : Makar

Hidup terkadang tidak memihak kita
Kenyataan yang menyakitkan menghampiri kita
Tidak ada cara lain kecuali melawannya
Hidup ini harus ada keseimbangan dalam cinta


Mau tidak mau, setuju atau tidak setuju
Mau tidak mau, setuju atau tidak setuju

Makar !
Makar !
Makar !
Makar !

Melawan keadaan yang gawat
Melawan orang-orang bangsat
Musnahkan ketidakadilan
Musnahkan kebobrokan

Tiada cerita indah selain keadilan
Tiada makna indah selain keseimbangan
Orang baik pasti akan menang
Orang baik pasti selalu menang

Satukan kekuatan, jernihkan pikiran
Hilangkan perbedaan, bersihkan pikiran