Tampilkan postingan dengan label Grup Musik Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Grup Musik Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 September 2023

God Bless Comeback Setelah 8 Tahun (Album Semut Hitam)

Tahun 1988 merupakan tahun bersejarah bagi grup musik GOD BLESS, dimana mereka akhirnya kembali merilis album yang diberi judul SEMUT HITAM. Album ini sebetulnya sudah digarap sejak tahun 1985 setelah teken kontrak dengan UNION ARTIST, namun proyek album ini tersendat akibat padatnya jadwal masing-masing personil GOD BLESS.

Ahmad Albar, sang vokalis masih nyaman bersolo karir dan berkolaborasi dengan beberapa musisi/penyanyi lain.

Ian Antono juga tidak kalah sibuknya, ia sedang mengorbitkan seorang penyanyi wanita yang sedang merintis karir, siapa lagi kalau bukan Nicky Astria dan Anggun C. Sasmi.

Teddy Sudjaya sibuk merintis karir di jalur musik jazz, Jockie Surjoprajogo juga sibuk merilis solo album dan menciptakan beberapa lagu untuk penyanyi-penyanyi solo' salah satunya adalah Chrisye. Donny Fattah juga begitu amat sibuk membantu sang adik, Rudy Gagola yang sedang mempersiapkan album solo.

Meski sibuk dengan pekerjaan masing-masing, entoh GOD BLESS masih bisa nyetel dengan musik-musiknya yang terbilang mengikuti trend. Saat itu BON JOVI adalah grup musik yang sedang berada dipuncak ketenaran lewat album SLIPPERY WHEN WET. 

Beberapa nomor atau hits single yang sedang populer seperti YOU GIVE LOVE A BAD NAME, NEVER SAY GOOD BYE dan LIVING ON THE PRAYER begitu merasuk didalam jiwa anak muda yang sedang gandrung-gandrungnya dengan BON JOVI. Hal ini kemudian di-praktik-kan oleh GOD BLESS yang akhirnya menelurkan sebuah album berjudul SEMUT HITAM.

Banyak lagu-lagu GOD BLESS di album SEMUT HITAM mengikuti kiblat BON JOVI, namun beberapa ketukan lagunya juga masih ada yang mengcopy paste DEEP PURPLE. Sejarah mencatat bahwa corak musik GOD BLESS juga terinspirasi dari DEEP PURPLE.

Mengingat dulu GOD BLESS menjadi pembuka konser DEEP PURPLE di Stadion Gelora Bung Karno pada tahun 1976 lalu. Kali ini GOD BLESS mencoba memadukan formula lama dengan formula baru. Antara DEEP PURPLE dengan BON JOVI, kedua-duanya digabung menjadi satu dalam album SEMUT HITAM.

Semula proyek album ini masih dibawah management UNION ARTIST, tapi kemudian diambil alih oleh Log Zhelebour pada tahun 1987 setelah uang kontraknya dikembalikan. Log Zhelebour dengan berani menjadi produser eksekutif bagi album SEMUT HITAM dan menunjuk DJARUM sebagai sponsornya.

DJARUM menggelontorkan dana sponsor sebesar 30% saja dengan membawa merek DJARUM Super untuk tour album SEMUT HITAM. Log Zhelebour tidak kecewa kepada sponsor walau hanya diguyur dana cuma segitu-gitunya. Namun, yang namanya usaha tentu tidak akan mengkhianati hasil. Album SEMUT HITAM yang diproduksi oleh Billboard IND berhasil terjual laku walau baru sebulan beredar.

Hits yang dijagokan GOD BLESS dari album SEMUT HITAM ini adalah KEHIDUPAN, lagu ciptaan Jockie Surjoprajogo ini berhasil mengubah peta musik nasional. Semula, peta musik nasional masih dikuasai oleh para penyanyi solo (Termasuk Ahmad Albar).

Tapi, lewat album SEMUT HITAM ini semuanya berubah' GOD BLESS membangkitkan kejayaan grup musik yang sempat terhenti di akhir tahun 70an karena produser lebih suka mengorbitkan penyanyi solo. Hal ini dikarenakan ongkos biaya rekamannya lebih murah ketimbang grup musik yang tentunya lumayan mahal.

GOD BLESS berhasil meyakinkan anak-anak muda di seluruh tanah air untuk kembali melirik keberadaan grup musik dibanding penyanyi solo. Terbukti, setelah GOD BLESS merilis album comebacknya yang ludes terjual ratusa ribu keping kaset, banyak anak-anak muda yang berani membentuk grup musik dan mengikuti Festival Rock Se-Indonesia.

Festival Rock Se-Indonesia yang sudah diselenggarakan sejak tahun 1984 ini menjadi alat promosi album SEMUT HITAM. Bahkan sejak saat itu, lagu-lagu GOD BLESS menjadi lagu wajib bagi para peserta yang ikut Festival Rock Se-Indonesia pada tahun 1989.

Ahmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, Jockie Surjoprajogo dan Teddy Sudjaya ditunjuk menjadi dewan juri Festival Rock Se-Indonesia setelah lagu-lagu GOD BLESS masuk daftar sebagai lagu wajib yang harus dibawakan sesuai dengan versi masing-masing peserta.

*****
 

Kamis, 30 Mei 2019

SID (Superman Is Dead) Pernah Membenci grup musik Gigi, Hujatan Itu Tertera Di Dalam Sampul Kasetnya !

Gambar : Sampul Album Case 15 milik Superman Is Dead dari Bali

Superman Is Dead, siapa yang tidak kenal dengan grup musik dari Kuta, Badung, Bali ini ?
Mereka adalah grup musik punk rock yang sukses menggebrak dunia musik dengan sikap bermusiknya. Mereka dikenal seenaknya sendiri dan menjadi idola kaum minoritas, khususnya kaum berandalan.

Jauh sebelum mereka tenar, dulunya mereka pernah merilis album perdana berjudul "Case 15" pada pertengahan 1997. Mereka merekam lagu-lagu ciptaan sendiri di Midi Quest Studio, sebuah kamar kecil yang dipakai untuk bermain musik sepuasnya.

Tahukah anda ?
Ternyata Superman Is Dead pernah membenci 3 grup musik komersial yang kerap muncul di stasiun televisi musik kala itu, MTV Indonesia. Grup musik tersebut ialah Kahitna, Java Jive dan Gigi. Ketiga grup musik itu sama-sama berasal dari Bandung, Jawa Barat dan sukses bersamaan meski dalam rentan waktu berdekatan antara 1994-1996. Superman Is Dead membenci grup musik sekelas mereka bertiga karena kualitas musiknya yang lembek dan terlalu cengeng.

Apalagi dimata tiga serangkai dari Bali itu, Gigi yang notabene grup musik rock alternatif justru memainkan lagu komersial demi merayu kaum hawa dan bayaran murah. Hujatan kebencian itu tertera dalam sampul kaset albumnya pada bagian kanan. Namun uniknya tulisan bernada hujatan itu dicetak terbalik agar pembaca sampul kaset tidak tersinggung dan itu merupakan tanda awal pertempuran grup musik indie dengan grup musik komersial.

Ironinya, di masa depan selepas tahun 2002 malah Superman Is Dead dikontrak perusahaan rekaman Sony Music Entertainmet yang merupakan label rekaman dimana grup musik Gigi bernaung.
Sepertinya, trio pemuda bertato ini harus menelan ludah sendiri karena mereka berada dalam satu atap management yang sama.

Walau satu atap, Superman Is Dead kerap menolak untuk konser bersama Gigi entah itu sebagai musisi pembuka/bintang tamu. Namun, akhirnya Superman Is Dead akur dengan Gigi setelah mereka dipertemukan lewat ajang penghargaan musik di salah satu stasiun televisi.

Sejak saat itu mereka rukun dan Superman Is Dead menyadari kekhilafannya pada masa lalu bahwa suatu saat Tuhan akan mempersatukan mereka dalam satu lingkungan yang sama. Bahkan ketika Aceh dilanda Gempa Bumi dan Tsunami, mereka bersatu menggalang dana lewat konser amal. Dalam dunia musik rivalitas kerap terjadi akibat gengsi tinggi dan kepercayaan diri yang terlalu.



Kamis, 03 Mei 2018

JIM Band Tegal : Sebuah Mimpi Yang Tinggal Kenangan

Gambar : Album JIM Band berjudul "Sebuah Mukjizat" dirilis tahun 2004

Dunia musik tidak selamanya menjanjikan kesuksesan dan keuntungan berlimpah, hal ini dialami oleh sebuah grup musik dari Kota Tegal' yakni JIM Band.
Grup musik yang didirikan sejak tahun 2001 ini merasakan betapa ketatnya dunia musik, terlebih setelah mengikuti kontes ajang pencarian bakat pada tahun 2002 silam mereka teken kontrak dengan Sony Music Entertainment untuk proyek album kompilasi yang diproduseri oleh Abdee Negara, personil Slank.

Kontes ajang pencarian bakat itu disponsori oleh PT HM Sampoerna dengan tajuk "A Mild Jakarta Music Festival", JIM Band merupakan grup musik yang baru setahun didirikan berani menapaki terjalnya dunia musik dengan kenekatan serta skill pas-pasan namun berkelas. Grup musik yang bermarkas di Perumahan Semanggi Raya, Kelurahan Mejasem ini terkenal berbakat mengolah lagu-lagu keren. Terutama lagu-lagu Rock dan Alternative yang kala itu masih digandrungi anak-anak muda, tidak seperti sekarang yang kebanyakan anak muda generasi kini lebih menyukai lagu-lagu Dangdut Koplo yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi wanita berwajah cantik namun tidak punya tata krama.

JIM Band digawangi oleh Kate Seto pada Vocal, Ari Jeber pada Bass, Indra pada Drum, Iwan Kumis pada Guitar Rhytem dan Rudy Pastel pada Guitar Melody.
Kelima pemuda yang kini sudah berkeluarga ini telah merasakan hiruk pikuk di Ibukota sebagai musisi, berbekal kemampuan yang terasah mereka berani menonjolkan kehebatan dalam bermusik dengan menampilkan alunan nada yang menghentak. Awal mulanya mereka masuk kontes tersebut dimulai ketika mereka menemukan brosur disebuah stasiun radio, dalam brosur itu mereka terpikat untuk mengikuti kontes musik di Ibukota.

Lucunya lagi mereka tidak tanggung-tanggung membayar patungan untuk membeli tiket kereta api di Stasiun Kota Tegal untuk berangkat ke Jakarta demi mengikuti kontes ajang pencarian bakat itu, Kate Seto dan Ari Jeber menilai ini adalah kesempatan emas menjadi musisi papan atas seperti idola mereka yakni Padi dari Surabaya dan Sheila On 7 dari Yogyakarta.

Malam hari mereka siap-siap dari Base Camp sambil membawa pakaian dan peralatan musik menuju stasiun. Tepat pada malam sehabis sholat isya, mereka berangkat dengan menumpangi kereta malam jurusan Semarang - Jakarta. Siapa sangka, perjalanan JIM Band menuju ibukota penuh dengan pengalaman tidak terlupakan' dimana para personil JIM Band kala itu menyadari bahwa disana mereka tidak tahu harus menginap dimana.

Untungnya sesampainya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta' mereka berhasil menemukan kendaraan yang kebetulan lewat di tempat dimana audisi kontes itu diselenggarakan.
Rupanya, audisi diadakan di sebuah hotel mewah dan ini memang tidak disangka-sangka bahwa panitia dengan baik hati mau menyediakan kamar tidur untuk para kontestan demi kenyamanan selama proses audisi.

Keesokan harinya audisi diadakan sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, sangking banyaknya peserta audisi' JIM Band rela mengantri hingga seharian karena ketika mendapatkan nomor undian, mereka mendapatkan nomor undian yang tidak menguntungkan.

Dalam proses audisi, JIM Band harus bersaing dengan 1000 grup musik dari seluruh Indonesia untuk bisa lolos ke 12 besar dan tampil di Grand Final.
Proses audisi memakan waktu selama 2 minggu dengan sistim gugur, JIM Band rajin berlatih mengasah penampilannya sehingga disaat audisi mereka tidak melakukan kesalahan kecil sedikitpun. Tibalah saatnya mereka menjalani karantina untuk menghadapi babak 500 besar dan 250 besar, selama audisi berlangsung banyak terjadi fenomena-fenomena unik yang tercatat dalam ingatan mereka berlima.

JIM Band memang harus tampil "All Out" demi merebut kursi di babak 100 besar, lalu menyusut ke 50 besar hingga mengecil ke 25 besar. Di Babak 25 besar ini JIM Band hampir saja tidak mempercayai nasib yang mereka alami bahwa sudah sejauh itu mereka melangkah. Rudy Pastel selaku gitaris merasa bahwa ini memang melelahkan dan menyedihkan, dimana pada saat itu ada salah satu personil yang sakit.

Bahkan, banyak beberapa personil grup musik dari pihak lain yang mengalami demam panggung dan depresi berkebihan akibat kegagalan menembus babak 25 besar. Dan ada pula yang mengamuk lantaran menganggap panitia tidak adil, namun sekali lagi ini tidak berlaku bagi JIM Band.

Jauh-jauh datang dari Kota Tegal ke Jakarta hanya untuk sukses' tentu mereka tidak pernah menyerah begitu saja, sampai suatu ketika mereka pun akhirnya lolos ke 12 besar dan tampil di Grand Final A Mild Jakarta Music Festival 2002 yang kebetulan diselenggarakan tepat pada malam puncak Hari Jadi Kota Jakarta. Dihadapan semua pengunjung konser, JIM Band rajin membaca doa-doa agar bisa memberikan penampilan terbaik. Kebetulan waktu itu beberapa musisi papan atas turut hadir dalam konser grand final tersebut, malam itu berlangsung cukup dingin meskipun sedang musim kemarau.

Secara mengejutkan, JIM Band tampil dengan penuh kemampuan terbaiknya' alhasil mereka berhasil menyabet 2 gelar penghargaan yakni Best Vocal dan Best Performance.
Walaupun tidak jadi juara karena harus kalah dari grup musik asal Magelang yang bernama Konserius Band, tetapi mereka bangga bisa membawa nama Kota Tegal di level nasional bahkan keberhasilan JIM Band di kontes tersebut menjadi Headline di Surat Kabar Radar Tegal dan Suara Merdeka. Kemudian setelah sukses membuat penonton berdecak kagum, JIM Band menerima kontrak rekaman dengan Sony Music Entertainment Indonesia untuk proses rekaman album kompilasi yang rencananya akan beredar pada bulan September 2002.

Abdee Negara didaulat sebagai produser untuk album ini, dengan pendanaan dari PT HM Sampoerna yang mempromosikan merek rokok A Mild' album tersebut akhirnya beredar di pasaran dengan promosi kecil-kecilan. Kemudian setelah rekaman di Jakarta, JIM Band memutuskan untuk pulang kampung ke Tegal' kepulangan JIM Band di Tegal disambut dengan jutaan sorak sorai para penggemarnya. Bahkan Walikota Tegal kala itu' Kol. Marinir Adi Winarso mengapresiasi keberhasilan JIM Band dalam melakoni kontes musik di Ibukota' lalu setelah kembali bertemu dengan keluarga masing-masing mereka diundang oleh beberapa stasiun radio untuk menjalani wawancara eksklusif.

Radio Roshinta FM menjadi lokasi pertama yang dikunjungi, didepan penyiar radio kala itu' Eki Shecell (nantinya akan menjadi Vokalis R Band)' Ari Jeber mengungkapkan bahwa perjuangan menemukan kesuksesan tidak sia-sia karena berkat usaha dan doa. Bahkan lewat wawancara ekskusif tersebut Ari Jeber mengaku dikontrak untuk mengisi konser di beberapa kota besar diseluruh Indonesia oleh Deteksi Production.

Lalu, ketika ditanyai soal album perdana, Ari Jeber hanya bisa diam dan tidak menjawab karena itu hak prerogatif pimpinan management yang memutuskan kapan menggarap album dan merilis album. Apalagi saat itu JIM Band belum memutuskan akan berlabuh di label rekaman yang mana' tetapi lewat juru bicara management mereka mengatakan bahwa JIM Band akan menggarap album jika dana sewa studio rekaman sudah terkumpul. Seusai menjalani wawancara eksklusif, JIM Band menjalani interview lainnya di beberapa stasiun radio' tak terkecuali di Radio Anita FM dan Radio Sebayu FM.

Puas menjadi bahan pembicaraan membuat JIM Band tidak tinggal diam, mereka akhirnya memperoleh kontrak dengan label PT Virgo Ramayana Record dan merilis album perdana berjudul "Sebuah Mukjizat" pada awal tahun 2004 setelah menjalani proses rekaman di studio rekaman.
Berbekal single berjudul "Cinta" dan "Selamat Jalan Sahabat", JIM Band berhasil eksis meski didukung oleh sponsor kecil dengan biaya yang terbatas dan rupanya kesuksesan album perdana membuat mereka ogah membuat album lagi karena semua personil sibuk bekerja di Warteg dan menjadi Buruh Pabrik.
Inilah yang menjadi awal terpecahnya grup musik yang satu ini, mereka pun memutuskan untuk bubar pada tahun 2006 selepas keluarnya Kate Seto sang Vokalis dan Iwan Kumis sang gitaris yang lebih dahulu hengkang pasca tour konser A Mild Live 2004.

Semua kerja keras JIM Band harus berakhir dengan kontrak yang diputus oleh pihak label karena gagal memperoleh sponsor untuk mendanai proyek album kedua pada tahun 2005.
JIM Band kini tinggal sejarah dan hanya bisa diingat sebagai legenda musik dari ranah pantura yang pernah mencetak prestasi sebagai grup musik berbakat di masanya.

(Selesai)

Sabtu, 08 Oktober 2016

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 08/END)


 Gambar : Formasi Jamrud sesudah meninggalnya Sandy Handoko dan Fitrah alamsyah



Memburuknya kondisi kesehatan Sandy Handoko, membuat management begitu prihatin atas kejadian ini. Mereka berencana untuk membatalkan semua konser yang tersisa demi menunggu perkembangan kesehatan sang drummer.

Didepan wartawan, Krisyanto dan Aziz M.S. mengatakan bahwa Sandy hanya mengalami kelelahan akibat konser yang dijalaninya bersama Jamrud. Sehingga harus istirahat yang cukup dan tidak boleh beraktivitas seperti biasa, padahal itu cuma dalih agar kejadian yang sebenarnya tidak diketahui oleh publik.

Rupanya maut tidak bisa ditunda, Tanggal 2 Oktober 2000' Sandy Handoko menghembuskan nafas terakhirnya setelah bertarung melawan penyakit Hepatitis B dan Kecanduan Narkoba. Sebuah pukulan telak bagi Jamrud yang notabene grup musik papan atas.

Duka menyelimuti kubu grup musik asal Cimahi itu, sampai-sampai warga Kota Cimahi menyesalkan kepergian Sandy Handoko yang baru saja sembuh dari kecanduan narkoba. Cuma, karena ada penyakit lain yang menggerogoti tubuhnya sejak lama, maka proses penyembuhan hanya berjalan 45 %.

Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung menjadi saksi kepergian drummer berbakat itu yang mulai berkarir bersama Jamrud sejak tahun 1990. Terhitung, Sandy Handoko adalah personil paling loyal diantara yang lain karena ia menganggap bahwa Jamrud adalah grup musik terakhirnya.

Seluruh penggemar Jamrud berduka, menjelang peluncuran album ke 4 yang diberinama "Ningrat"...
Jamrud harus survive karena sudah tidak diperkuat sang drummer yang begitu cepatnya' menurut penuturan keluarga sebenarnya Sandy merupakan sosok orang yang baik dan tidak pernah melawan perintah orangtua.

Namun, karena salah pergaulan dan terhipnotis oleh kemewahan yang didapatkan setelah sukses bersama Jamrud membuat dirinya jauh dari pengawasan keluarga. Bahkan Sandy Handoko telah meninggalkan seorang istri dan seorang putri yang masih balita.

Kali ini Jamrud harus hidup dengan 3 personil tersisa, yakni Krisyanto, Aziz M.S. dan Ricky Teddy serta bantuan tenaga dari Husin Suherman yang dinyatakan sebagai pengganti Sandy Handoko. Semenjak peristiwa memilukan itu, Jamrud akan harus menghadapi evolusi musik yang nantinya akan didominasi grup-grup musik beraliran Pop Rock, Dangdut dan Melayu.

(TAMAT)

Rabu, 06 April 2016

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 7)

Gambar : Album Jamrud ke 4 yang berjudul Ningrat yang dirilis setelah kematian Sandy Handoko


Tidak disangka kepergian Fitrah Alamsyah dari dunia ini begitu cepat, di rumah sakit ia meregang nyawa hanya untuk menikmati putaw semata. Keluarga teramat shock dan kecewa dengan apa yang terjadi pada lelaki itu. Ia dikebumikan pada esok hari setelah semalam ia dirawat dan meninggal saat proses perawatan di rumah sakit.

Krisyanto, Aziz MS dan Ricky Teddy tidak menyangka akan menghadapi hal yang mereka takutkan sejak lama. Narkoba, benda terkutuk itu telah merenggut nyawa Fitrah yang notabene personil Jamrud yang paling loyal. Proses pemakaman Fitrah mengundang simpati banyak pihak, terutama dari kalangan sesama musisi se Kota Cimahi dan Bandung.

Padahal waktu itu Jamrud sedang masuk masa jayanya, dimana pundi-pundi rupiah masuk ke rekening mereka. Konser diadakan demi mendongkrak penjualan album, bahkan beberapa media massa dan televisi sempat meliput keberadaan mereka.

Mungkin, inilah saatnya Aziz MS sebagai frontman untuk melakukan pembersihan di kubu Jamrud' ia menginterogasi kepada seluruh awak personil dan kru konser. Ia tidak ingin ada korban lagi selain Fitrah yang sudah terlanjur tewas saat dirawat di Rumah Sakit.

Sandy Handoko yang mengetahui hal ini jadi gemetar tubuhnya, setelah ia mengetahui ada pembersihan di kubu Jamrud. Semuanya berhak diberi terapi dan penyuluhan terkait bahaya narkoba, Sandy Handoko yang diam-diam sudah menjadi pecandu narkoba setahun sebelum tragedi yang dialami Fitrah malah memilih mengasingkan diri agar tak jadi sasaran pembersihan.

Sandy Handoko takut, kalau nanti ia ketahuan memakai putaw' maka karirnya di grup musik Jamrud akan berakhir dengan pemecatan dan tentu ia akan dimasukan ke bui. Maka demi menjaga privasi, ia akhirnya berpura-pura tidak tahu dan menjadi lugu.

Tapi, bagaimanapun juga Sandy Handoko yang sudah rapi bersandiwara justru akhirnya ketahuan juga' diceritakan pada bulan April 2000, Sandy mulai berubah tingkah lakunya semenjak jadi pecandu narkoba.

Terbukti, setiap kali Jamrud konser diberbagai kota yang mereka jajaki' Sandy malah lebih senang menyendiri demi menikmati benda haram tersebut. Ia sering menyembunyikan diri di tempat sepi dan jauh dari keramaian. Ia sering menikmati putaw itu di dalam WC, Kamar ganti dan kadang ia juga menikmatinya di ruangan tertutup.

Kecurigaan  para personil Jamrud yang lain mulai terlihat saat Sandy Handoko mulai sulit diajak bicara dan selalu menjauh dari teman-temannya. Dan akhirnya saat sedang menghisap putaw di kamar hotel, ia digerebek oleh Azis MS. Sandy Handoko terkejut saat apa yang ia lakukan rupanya sudah terbongkar, serbuk putaw yang ia simpan di saku celana menjadi barang bukti.

Lalu, Sandy Handoko akhirnya diberi hukuman oleh management' yakni harus mengikuti rehabilitasi di Pondok Pesatren yang berlokasi di daerah Ciamis, Jawa Barat agar sadar dari perbuatannya.

Lalu, dengan dikawan saudaranya Sandy Handoko dibawa ke Ciamis untuk menjalani rehabilitasi sampai benar-benar sembuh dari kecanduan narkoba. Selama Sandy Handoko direhabilitasi, posisinya di grup musik Jamrud digantikan oleh Husin Suherman.

Akhirnya, ketika Jamrud akan menggarap album ke 4' Sandy Handoko masih di Ciamis dan kondisinya dinyatakan sudah agak membaik. Namun, itu sebenarnya hanya sandiwara belaka' ini cara Sandy Handoko agar bisa bebas dari program rehabilitasi supaya bisa meneruskan kebiasaan buruknya itu.

Dan Sandy Handoko pada waktu itu sempat dinyatakan sembuh, padahal kondisi sebenarnya jauh lebih buruk' yakni penyakit Hepatitis B yang ia derita sejak lama akhirnya kambuh.

Walaupun Sandy Handoko sudah tidak kecanduan lagi, tetapi penyakit yang dulu pernah ia derita kambuh akibat racun yang terkandung dalam putaw mulai merusak sistem imunitas tubuhnya. Hal ini akhirnya terjadi saat Jamrud hendak konser. Semua personil Jamrud sudah hadir diatas panggung, dan yang datang belakangan adalah Sandy.

Ketika Sandy hendak menggebuk drumnya, tiba-tiba wajahnya mendadak pucat seperti terkena anemia dan tubuhnya mendadak menggigil seperti masuk angin. Lalu, Sandy pun terjatuh diatas panggung dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kejadian ini sontak membuat penonton terkejut dan mengira ini hanyalah kecelakaan biasa, namun inilah yang menjadi hal tak bisa diduga.

Lalu, bagaimanakah nasib Sandy Handoko setelah jatuh diatas panggung ?

Lalu pada sore hari, Sandy dibawa ke rumah untuk dirawat keluarga' karena kebetulan saat ini keluarga tidak punya uang karena semua uangnya sudah habis untuk membeli putaw. Celakanya lagi kondisi Sandy akhirnya memburuk.

(Bersambung)




Kamis, 03 Maret 2016

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 6)

Gambar : Album ke 3 Jamrud yang berjudul Terima Kasih dirilis tahun 1998

Jamrud pun akhirnya masuk dapur rekaman lagi setelah kesuksesan menyapa mereka di album-album sebelumnya, Album "Putri" dan album "Nekad" sudah melengkapi keberhasilan Aziz M.S. dan kawan-kawan dalam usahanya menjadi grup musik rock tersukses sepanjang sejarah.

Kini album baru dengan materi lebih fresh siap digarap, namun sayangnya ada beberapa kendala berupa ketidakharmonisan hubungan antara Fitrah dan Sandy. Mereka kerap bertengkar karena masalah sepele lantaran mereka berdua sudah kecanduan putaw.

Didalam studio mereka saling berebut sesi rekaman, bahkan mereka kerap berteriak-teriak seperti orang gila' rupanya kandungan zat adiktif yang terdapat dalam putaw sudah membuat mereka sulit mengontrol emosi. Hal ini membuat Aziz M.S. mulai curiga dengan tingkah laku keduanya. Maka Aziz pun mengajak keduanya berbicara jujur secara rahasia.

Kepolosan sifat mereka terlihat saat salah satu diantara mereka membeberkan rahasia jelek, yang pertamakali membeberkan kejelekan itu adalah Sandy' ia mengaku bahwa dirinya sudah kecanduan obat-obatan terlarang.

Aziz pun tiada menyangka bahwa prasangkanya selama ini benar-benar menjadi kenyataan.
Lalu Aziz dengan wajah murka membentak dengan nada keras kepada Fitrah dan Sandy' Aziz takut kalau nanti hal semacam ini diketahui publik dan nanti takutnya mereka berdua akan diciduk aparat berwajib.

Akhirnya seusai proses rekaman, keduanya diajak Aziz ke Kantor Logiss Record' Aziz meminta bantuan agar mereka berdua bisa keluar dari pengaruh narkoba yang sudah menjadi konsumsi sehari-hari.

Dengan langkah bijak, Log Zhelebour menyuruh Aziz untuk membawa Fitrah dan Sandy ke tempat rehabilitasi. Maka keduanya pun direhabilitasi, meskipun masih dalam proses rekaman.

Proses pembuatan album berjalan lamban dan terlalu santai akibat ulah Fitrah dan Sandy sendiri.
Lalu album ketiga Jamrud pun telah rampung digarap dan tinggal diluncurkan, maka tepat pada awal bulan Desember 1998 album berjudul "Terima Kasih" diluncurkan sebagai album terbarunya.

Alhasil, kesuksesan untuk ketiga kalinya kembali direngkuh oleh Jamrud setelah salah satu single nya yang berjudul "Berakir-rakit" berhasil menembus chart dan menduduki puncak request di berbagai stasiun radio.

Tawaran konser pun berdatangan, sementara itu Aziz masih mengkhawatirkan kondisi Fitrah dan Sandy yang sudah direhabilitasi tetapi belum sembuh total. Namun, akibat jadwal konser yang padat membuat proses rehabilitasi terpaksa dihentikan.

Dan inilah yang menjadi jalan menuju tragedi mengerikan di tahun 1999.
Album "Terima Kasih" sudah terjual cukup laris dan pundi-pundi uang masuk ke rekening tabungan para personil Jamrud. Tak terkecuali Fitrah dan Sandy yang hidup dalam kemewahan  dan harta benda yang berlimpah.

Inilah waktu-waktu menjelang tewasnya salah satu personil Jamrud, yakni Fitrah Alamsyah.
Sebulan sebelum meninggal, Fitrah sempat dikabarkan akan mengakhiri masa lajangnya' ia akan menikahi seorang gadis yang telah lama menjadi kekasihnya.

Namun, proses jalannya pernikahan sempat tertunda karena masalah biaya lantaran pada waktu itu Fitrah masih miskin dan belum punya uang cukup untuk membiayai pernikahannya. Giliran sukses, Fitrah ingin mewujudkan mimpinya itu untuk menjadi nahkoda bahtera rumah tangga.

Sayang di sayang, uang yang seharusnya digunakan untuk mengurus pernikahan justru dipakai untuk membeli Putaw dan Shabu-shabu. Aziz yang masih sempat mengawasi gerak-gerik Fitrah justru malah sering kecolongan. 2 minggu menjelang hari naas' Fitrah sudah mulai lemah kondisi fisiknya lantaran sudah sakau, ia mulai jarang terlihat keluar rumah dan akhirnya jatuh sakit.

Keluarga yang mengetahui kondisi Fitrah segera membawanya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan' setelah di diagnosa rupanya Fitrah menderita penyakit komplikasi yang membuat kinerja jantung dan paru-parunya serta ginjalnya mengalami penurunan.

Fitrah sering batuk-batuk bahkan sampai mengeluarkan darah, pihak Jamrud segera menemui Fitrah di rumah sakit. Dalam kondisi yang cukup lemah, Fitrah meminta agar Jamrud tetap terus berkarya meskipun tanpa dirinya. Aziz pun menyadari bahwa tak hanya karena narkoba saja Fitrah sakit, tapi juga kerena sering merokok dan jajan sembarangan.

Kemudian dokter yang menangani Fitrah mengatakan bahwa penyakit yang dideritanya tak bisa disembuhkan sama sekali. Fitrah yang mendengar vonis dokter hanya bisa menerima keadaannya kini.

Dan akhirnya pada malam hari, Fitrah mulai tak sanggup menerima kondisi kesehatannya yang kian memburuk' dan ia pun memutuskan untuk "Bunuh Diri" dengan cara menelan satu plastik putaw yang tersimpan di saku celananya. Tak dapat digambarkan betapa lahapnya Fitrah menelan seluruh isi putaw itu, dan beberapa menit kemudian Fitrah mulai kejang-kejang hingga tubuhnya bergetar seperti terkena sengatan listrik.

Dan ketika kedua matanya mulai berkunang-kunang, terlihat sosok mengerikan dengan mengenakan jubah hitam menghampirinya. Fitrah yang sudah tak bisa menahan rasa sakit hanya bisa terpaku menyaksikan keadaannya kini.

Maka tak butuh waktu lama, sosok mengerikan yang mengenakan jubag hitam itu mencabut nyawanya dan meninggal dunialah Fitrah dalam pelukan zat adiktif putaw.

(Bersambung)


Jumat, 08 Januari 2016

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 5)


 Gambar : Album Putri yang dirilis pada tahun 1997



Fitrah masih tak sadar akan kelakuan buruknya itu, pikirannya melayang karena didalam pembuluh darah otaknya mengalir zat-zat adiktif yang terkandung dari putaw yang dibelinya.

Sementara itu Ricky Teddy masih mencoba menghubungi Fitrah dengan HP nya Sandy, namun belum diangkat juga.

"Payah tuch anak, ditelepon nggak dijawab-jawab juga ?" kata Ricky
"Sabar, bro... mungkin dia lagi mandi kali'" sahut Krisyanto
"Ricky, gue makin curiga sama si Fitrah akhir-akhir ini" kata Aziz
"Curiga ?" tanya Ricky yang masih memegang HP
"Mungkin dia sekarang hobi begituan" kata Aziz

Sandy yang melihat ekspersi wajah Aziz malah mengeluarkan keringat dingin' dalam hatinya ia berkata

"Aduh, gawat nich... kalau gue sama si Fitrah ketahuan mengkonsumsi putaw' bisa dipecat nich" kata Sandy

Log Zhelebour lalu berkata "Kalian semua nggak usah menkhawatirkan dia, pasti dia sibuk"

"Sibuk apa ?" Krisyanto bertanya
"Sibuk ngurusin keluarga, dia pasti masih sibuk mengurus hal semacam itu akhir-akhir ini" kata Log

Cerita pun berlanjut, kali ini beberapa hari sesudah hari pertemuan di kantor Log Zhelebour' Fitrah yang sudah menikmati putaw datang menemui Aziz untuk minta maaf.

"Aziz, gue minta maaf... gue kemarin nggak datang ke kantor Log Zhelebour" kata Fitrah
"Ya... nggak apa-apa' kan kemarin kita semua ada disana sedang membahas album baru" kata Aziz
"Kalau begitu kapan kita mulai rekaman ?" tanya Fitrah
"Eh... datang-datang langsung nanyain itu' OK, kalo begitu" jawab Aziz

Lalu Fitrah dan Aziz memulai pembicaraan tentang album yang akan digarap akhir tahun nanti' mereka secara rahasia menggarap beberapa lagu-lagu yang menurutnya akan menjadi hits terbaik.

Ketika mereka berdua sedang berbicara empat mata, datanglah Ricky Teddy dan Sandy Handoko yang baru turun dari sepeda motornya. Ketika Ricky Teddy melihat wajah Fitrah, ia melihat perbedaan mencolok' wajah Fitrah terlihat lebih pucat seperti orang teler.

"Nah, itu dia si Fitrah" kata Ricky
"Iya, Ricky... itu dia akhirnya nongol juga" sahut Sandy
"Tapi, kenapa wajahnya lebih pucat dari yang sebelumnya ?" tanya Ricky
"Jangan-jangan dia baru sembuh dari masuk angin" jawab Sandy sambil berkelakar

Mereka berdua segera menyatu dan berkumpul sambil membicarakan album yang akan segera keluar' dan tanpa pikir panjang mereka latihan di dalam studio pribadinya Aziz. Waktu itu istrinya Aziz datang membawakan kopi untuk mereka berempat.

"Sayang... ini kopinya" kata istrinya Aziz
"Terima Kasih, kamu tahu aja urusan kita" sahut Aziz
"Kan sebentar lagi katanya mau rekaman album baru" kata istrinya Aziz

Mereka lantas tertawa terbahak-bahak dengan penuh canda, mereka meminum kopi yang disuguhkan istrinya Aziz sambil membaca not-not nada lagu yang akan diaransemen. Suasana mulai pecah ketika Krisyanto datang terlambat.

"Lho... Kris' kenapa loe baru datang ?" tanya Ricky
"Maaf, habis jalanan macet' apa aku datang terlambat ?" tanya Krisyanto
"Belum kok, ini baru mulai rencananya" jawab Ricky

Akhirnya Krisyanto segera menyatu dengan semua personil Jamrud yang lain, beberapa jam kemudian mereka selesai mengaransemen lagu-lagu yang akan direkam. Tiba-tiba telepon rumah Aziz berbunyi' dan Aziz pun segera menerima panggilan telepon.

"Ya Halo ?" jawab Aziz
"Aziz, kamu sudah mempersiapkan lagu-lagu untuk direkam ?" tanya Log
"Sudah, tinggal direkam saja lalu di Mixing" jawab Aziz
"Bagus, segera rekam secepatnya' soalnya nanti keduluan Boomerang sama Power Metal" jawab Log
"OK, kami semua siap recording" jawab Aziz

Cerita berlanjut ke sebuah studi rekaman didaerah Bandung, yakni On Studio Bandung.
Studio rekaman ini merupakan studio rekaman yang sudah cukup terkenal dan sering dipakai untuk rekaman oleh artis-artis dari berbagai genre musik.

Lalu bagaimanakah kisah selanjutnya ?

(Bersambung)

Selasa, 20 Oktober 2015

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 4)


Fitrah yang sebal karena tak mendapat secuil putaw pun dari Sandy, akhirnya kembali mengendarai motornya sambil ngebut. Karena sangking ngebutnya, sampai-sampai Fitrah menerobos lampu merah perempatan.

Sementara itu di perempatan, telah bersiap-siap seorang POLANTAS yang hendak menilang pelanggar lalu-lintas. POLANTAS tersebut yang melihat sesosok pria berambut gondrong ngebut dijalanan segera melaju bersama motornya.

Fitrah yang sedang asyik mengendarai motornya segera dihentikan, POLANTAS tersebut berhasil menghentikan laju motornya.

"Selamat Siang ?" sapa POLANTAS
"Ya, Selamat Siang.." jawab Fitrah
"Saudara tahu, apa yang saudara lakukan di jalan ?" tanya POLANTAS
"Saya nggak tahu," jawab Fitrah
"Saudara baru saja melanggar lalu lintas di jalan ini" kata POLANTAS

"Lho, kok begitu ?" tanya Fitrah sambil terheran-heran
"Sudah jelas ini jalan raya, kenapa naik motor tidak pakai helm ?" tanya POLANTAS itu
"Waduh, iya pak... maaf' saya nggak tahu ini jalan raya" kata Fitrah sambil terkaget-kaget
"Saudara harus dapat pidana akibat ulah saudara sendiri" kata POLANTAS
"Ya elah... masa gituh Pak, kok anda main tilang saja ?" tanya Fitrah dengan nada agak kasar

Rupanya, terjadilah perdebatan panjang antara Fitrah dengan POLANTAS yang menilangnya.
Sudah jelas dia melanggar lalu lintas dengan menaiki sepeda motor tanpa helm' lalu kenapa dia masih mengelak akan kesalahannya itu ?

Perdebatan sengit itu sampai-sampai disaksikan oleh orang-orang di sekitar jalanan, ketika suasana makin meruncing dan tidak karuan' dari jauh ada 2 orang remaja siswa Kelas III SMP berjalan kaki melewati kerumunan orang yang menyaksikan perdebatan antara Fitrah dengan POLANTAS itu, lalu mereka berhenti dan mengamati apa yang sedang terjadi.

"Bro, kok banyak orang-orang di situ ?" tanya siswa A
"Iya, kayaknya ada sesuatu dech, ayo kita samperin !" sahut siswa B

Ketika 2 orang remaja siswa SMP itu mendekati kerumunan tersebut, mereka menerobos kerumunan orang-orang yang menyaksikan perdebatan itu. Namun, alangkah kagetnya mereka ketika melihat sesosok pria yang sedang berdebat dengan POLANTAS itu'

"Lho, itu kan...." kata siswa A
"Itu apa ?" tanya siswa B
"Orang yang rambutnya gondrong itu kan, personil band Jamrud' kalau nggak salah namanya Fitrah" kata siswa A
"Wah, iya tuch... emang dilihat dari potongan mukanya sudah pasti dia orangnya" sahut siswa B

Pada saat Fitrah sedang sengit berdebat mengenai kesalahannya karena melanggar lalu-lintas, tiba-tiba 2 anak remaja SMP itu memotong pembicaraan.

"Wah.. ini pasti Fitrah yach ?" tanya siswa A
"Eh, ngapain loe anak kecil' berani motong pembicaraan orang ?" tanya Fitrah sambil setengah sentimen
"Iya ini pasti Fitrah Alamsyah, pemain gitarnya Jamrud" kata siswa B
"Kalian berdua mau ngapain, tanya-tanya gue ?" tanya Fitrah
"Fitrah, kami minta tanda tangannya dong ?" tanya siswa B
"Eh, yang beres dong' masa lagi genting begini dimintain tanda tangan ?" tanya Fitrah

POLANTAS yang sedang menginterogasi Fitrah malah jadi heran sendiri melihat Fitrah di datangi 2 orang anak remaja yang baru pulang sekolah. Ia makin heran, mengapa 2 orang anak remaja itu mengenal pria yang sedang ditilangnya.

"Maaf dik, ini ada urusan penting" kata POLANTAS
"Pak Polisi, bapak nggak tahu siapa dia' dia ini artis tahu !" kata siswa B
"Hah ? dia artis...' yang benar saja ?" tanya POLANTAS
"Betul pak, dia ini artis, personil grup musik terkenal yang sedang naik daun' Jamrud" kata siswa B

Setelah mendengar apa yang dikatakan anak remaja itu, POLANTAS tersebut tak mampu berkata banyak dan hanya melongo sambil memandang wajah Fitrah. Bahkan Fitrah sendiri juga heran, mengapa keadaannya jadi begini anehnya.

"Kok jadi begini ? kenapa setelah dia tahu gue ini artis' eh malah bengong" kata Fitrah dalam hati

POLANTAS yang melongo tersebut melihat wajah Fitrah karena takjub bahwa orang yang ditilangnya adalah seorang seniman terkenal akhirnya segera meminta maaf kepada Fitrah.

"Aduh, maafkan saya... saya kira anda siapa' saya mohon maaf karena saya tidak tahu bahwa saudara ini seorang artis terkenal" kata POLANTAS tersebut.
"Tuh kan, saya bilang juga apa' dia ini kan artis terkenal yang sedang dibicarakan banyak orang" kata siswa A
"Pak, kalau begini caranya lebih baik ditilang aja dech' daripada repot-repot mbebasin saya" kata Fitrah
"Waduh, nggak bisa mas... saya sudah terlanjur tahu saudara ini seorang artis" kata POLANTAS

"Pak, saya memang artis tapi jangan diperlakukan seperti orang terhormat lah... saya cuma manusia biasa yang banyak salahnya' ngapain minta maaf sama saya ?" tanya Fitrah
"Kalau begitu anda saya bebaskan dari tilangan ini, saudara mau naik motor tanpa helm silahkan saja" jawa POLANTAS itu sambil gemetaran tubuhnya.

"Ya udah, makasih pak !!!" ujar Fitrah

Kemudian Fitrah pun kembali menaiki motornya dan pergi meninggalkan POLANTAS dan 2 anak sekolahan itu. Kelihatannya berkat popularitas yang ada saat ini, Fitrah terbebas dari jeratan hukum' namun ini belum seberapa.

Beberapa hari kemudian, Aziz M.S. beserta Ricky Teddy dan Krisyanto datang ke kantor Log Zhelebour untuk membicarakan tentang album baru yang akan segera dirilis.

"Sebentar lagi tahun baru, kalian harusnya sudah mempersiapkan materi album terbaru" kata Log Zhelebour
"Bener, kelihatannya kita harus finish dulu album baru kita' daripada lama-lama nanti keduluan band-band lain" kata Krisyanto
"Kris, masalah album itu mah gampang atuch... tapi masalah selanjutnya ini adalah masalah si Fitrah yang akhir-akhir ini jarang bertemu" kata Ricky Teddy
"Emang udah berapa hari nggak ketemu dia ?" tanya Krisyanto
"Udah hampir 3 minggu, padahal album tahun depan harus rilis' kok malah dia menghilang begitu saja !" kata Ricky Teddy

Dari pintu masuk datanglah Sandy Handoko, melihat kedatangan Sandy' Log Zhelebour berkata padanya.

"Sandy, kamu tahu dimana Fitrah sekarang ?" tanya Log Zhelebour
"Nggak tahu," jawab Sandy
"Sandy, biasanya Fitrah barengan sama loe' sekarang dia ada dimana ?" tanya Krisyanto
"Mana kutahu..." jawab Sandy dengan nada santai namun agak ketus

"Eh, kita bertiga nungguin loe sama si Fitrah' kali ini kita bakal ngebahas album baru" kata Aziz M.S.
"Wah... album baru, lumayan nich' untung gue udah hafal semua kuncinya" ujar Sandy
"Bagus, dimana pun dan kapanpun' loe selalu siap sedia" puji Ricky Teddy

"Tapi, kita butuh bantuan Fitrah' ini biar rencana album tahun depan sukses di pasaran" kata Krisyanto
"Sandy, loe tahun nomor HP nya Fitrah nggak ?" tanya Ricky Teddy
"Tahu dong" jawab Sandy

"Sini... gue pinjam dulu HP nya' gue mau connect Fitrah dulu" kata Ricky Teddy
"Nich... gue kasih" kata Sandy

Segera Ricky Teddy meminjam HP nya Sandy untuk menghubungi Fitrah, ketika dihubungi' panggilannya tidak dijawab-jawab. Bahkan sampai HP nya berbunyi tulalit belum saja nyambung' kira-kira apa yang sedang terjadi pada Fitrah.

Lain cerita lain tempat, diceritakan Fitrah yang masih di Bandung sedang sibuk mengendarai motornya untuk mencari lokasi sepi. Rupanya Fitrah mencari lokasi sepi untuk menghisap putaw yang baru dibelinya dari seorang bandar.

"Waduh... masa disini nggak ada tempat sepi ?" kata Fitrah sambil mengendarai motor

Dengan sepeda motornya, Fitrah menelusuri jalan-jalan di kota Bandung yang terbilang ramai tak ada suasana sepi sama sekali. Hal ini membuat Fitrah bingung' dia harus mencari dimana tempat untuk menikmati putaw yang dibelinya.

Tak disangka ada sebuah rumah tua yang sudah kosong penghuni, ia segera menghentikan laju motornya dan memarkirkan motornya itu didepan rumah.

"Akhirnya, ketemu juga tempat yang asyik buat teler..." kata Fitrah sambil mengunci stang motornya

Kemudian ia masuk kedalam rumah itu dan mencari ruangan yang cocok untuk mengkonsumsi benda haram tersebut. Didalam rumah itu ada sebuah kamar yang agak sepi dan penuh dengan sarang laba-laba, tetapi karena hasrat ingin mengkonsumsi putaw itu makin menekan nuraninya' Fitrah tak perduli dan masuk ke dalam kamar itu.

Singkat cerita, Fitrah sudah mengkonsumsi benda haram itu hingga 2 plastik' dan ia sudah mulai merasa teler. Kepalanya pusing, jantung berdetak cepat, keringat bercucuran membasahi wajah dan sekujur tubuhnya. Ditambah pandangan kedua matanya yang berkunang-kunang, itulah efek setelah mengkonsumsi narkoba.

Ketika sedang teler berat, tiba-tiba ada bunyi dari HP di dalam saku celananya.
Fitrah yang kala itu sedang tak berdaya hanya bisa membiarkan HP nya berbunyi dan tak kunjung dijawab.

Sementara itu di kantor Log Zhelebour, Ricky Teddy mencoba menghubungi nomor HP Fitrah yang kebetulan dimiliki oleh Sandy. Tapi, tak kunjung dijawab juga.

Lalu bagaimanakah cerita selanjutnya ?

(Bersambung)





Minggu, 04 Oktober 2015

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 3)


Aziz M.S. segera menyusul Fitrah yang baru saja keluar dari studio, dengan terburu-buru Azis menghampiri Fitrah sambil menanyakan sesuatu kepadanya.

"Fit, kenapa loe ninggalin kita ?' loe mau kemana sich ?" tanya Aziz
Fitrah menjawab dengan nada ketus "Jiz, gue lagi nggak enak badan.."
"Kenapa loe datang kemari, sedangkan badan loe lagi nggak sehat ?" tanya Aziz
Fitrah menjawab "Habis gue lagi enak-enak istirahat, malahan ditelepon.."

"Maaf, habis kita kan akhir tahun ini Jamrud harus meluncurkan album baru" kata Aziz
Fitrah menyahut, "Album baru sich album baru, tapi nggak lihat situasi yach' kan gue habis..."
"Habis apa ?" tanya Aziz
Fitrah menjawab dengan gugup "Gue habis, habis, habis...' Ah... loe nggak usah tahu urusan gue"

Fitrah yang tak mau Aziz M.S. tahu apa yang menjadi urusannya itu segera pergi dari studio dengan mengendarai sepeda motor. Aziz pun tak bisa berkata banyak, ia hanya bisa mendikte dalam hati bahwa Fitrah dalam keadaan baik-baik saja.

Selepas Fitrah pergi dari studio, Aziz M.S. mendapat panggilan di telepon genggamnya dari Log Zhelebour.

"Halo ?" sapa Log
"Ya.. Halo," jawab Aziz
"Kamu dirumah Jiz ?" tanya Log
"Iya, saya dirumah' ngomong-omong ada apa jam segini nelfon saya ?" tanya Aziz
"Saya dari kemarin ingin menemui Sandy dirumahnya, tapi kata istrinya dia lagi nggak dirumah" kata Log
"Sandy tidak ada dirumah ?" tanya Aziz
"Iya, dia beneran nggak ada disana lho' kata istrinya tadi malam dia pergi berdua sama Fitrah" kata Log
"Jadi tadi malam anda ke rumahnya ?" tanya Aziz lagi
"Ho,oh... malahan istrinya bilang keadaan si Sandy agak kurang sehat akhir-akhir ini" kata Log
"Kurang sehat ?" tanya Aziz
"Iya, saya kemarin habis ketemu istrinya' soalnya saya pengen tahu rumah Sandy itu dimana" kata Log
"Oh.. cuma pengen tahu saja' tadi saya habis ketemu Fitrah" kata Aziz
"Ketemu Fitrah ?" tanya Log
"Iya, barusan saya ketemu' cuma dia hanya sebentar di studio terus minggat entah mau kemana" kata Aziz

Ketika Aziz M.S. dan Log Zhelebour sedang sibuk berdialog lewat telepon genggam, Fitrah yang sedang menaiki motor berfikir untuk mencari Sandy. Sepanjang perjalanan, Fitrah tak melihat dimana Sandy berada' sesampainya disebuah tempat sepi, ia melihat sesosok pria berambut agak panjang yang diduga adalah Sandy Handoko. Lalu, Fitrah segera menghentikan laju motornya dan menghampiri Sandy yang sedang melakukan sesuatu.

"Sandy, loe lagi ngisep putaw ?" tanya Fitrah
"Ngapain loe nggangguin gue, ini kan urusan gue' loe nggak usah ikut campur !" jawab Sandy
"Minta sedikit dong ?' kemarin barang yang gue beli udah habis" kata Fitrah
"Sialan, baru beli kemarin' masa udah habis' emang loe minum berapa kali sehari ?" tanya Sandy
"Gue semalam habis ngehabisi 2 plastik, plastik pertama gue telan mentah-mentah' sedangkan yang plastik kedua gue campur bubuknya dengan kopi" jawab Fitrah

"Loe itu goblok banget, masa putaw dicampur kopi susu' entar loe bisa kejang-kejang tahu !" kata Sandy
"Habis, pahit sich... jadinya gue campur pake kopi susu" kata Fitrah
"Fitrah, kalo loe pengen nikmat' mendingan nggak usah dicampur kopi' dicampur bir kan bisa" kata Sandy
"Oh, iya... lebih mantap pake bir" kata Fitrah

"Lah, terus gue boleh minta nggak ?" tanya Fitrah
"Nggak boleh" jawab Sandy
"Eh, loe nggak bisa kayak gitu dong' kita berdua udah berteman sejak kecil' lagian cuma minta doang masa nggak boleh ?" kata Fitrah
"Udah pergi sana, jangan gangguin gue.." bentak Sandy

Dengan raut wajah sebal, Fitrah pergi meninggalkan Sandy yang sedang asyik menghisap putaw yang digenggamnya.

Lantas, bagaimanakah kisah selanjutnya ?

(Bersambung)

Kamis, 01 Oktober 2015

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 2)



Album kedua yang berjudul "Putri" sukses di pasaran dan menjadi album yang cukup laris' kesuksesan di album tersebut membuat mereka berlima mendapat kesempatan untuk ikut konser bersama Godbless yang kebetulan sedang promosi album terbarunya yang berjudul "Apa Kabar ?".

Dan sesuatu hal yang menjadi rahasia pun terjadi pada saat itu, kedua personil Jamrud yang lain' Fitrah Alamsyah dan Sandy Handoko ternyata sudah menjadi pecandu narkoba. Namun, hal ini tak pernah diketahui oleh para personil yang lain dan Log Zhelebour sendiri.

Fitrah dan Sandy sengaja menyembunyikan gaya hidup yang buruk itu saat Jamrud sedang tidak ada konser di luar atau di televisi. Ini merupakan awal pertanda bahwa kelak mereka berdua akan merasakan akibat dari penggunaan obat-obatan terlarang itu dikemudian hari.

Jamrud saat itu sedang mempersiapkan materi untuk album terbarunya yang akan digarap pada bulan Juli 1998. Kejanggalan mulai terlihat saat Krisyanto, Aziz M.S. dan Ricky Teddy sibuk mengaransemen lagu-lagu yang akan direkam. Fitrah yang saat itu sedang menikmati barang haram tiba-tiba dikejutkan dengan panggilan telepon yang berbunyi.

Ia merasa bahwa sudah waktunya untuk istirahat dalam menikmati barang haram itu, ketika Fitrah datang ke rumah Aziz M.S.' Fitrah menunjukan wajah lesu dan agak sedikit bolor kedua matanya' Aziz M.S. bertanya kepada Fitrah "Dari mana aja loe ?, tumben datang telat.."

Fitrah menjawab dengan keadaan setengah tidak sadar "Maaf, tadi habis ketiduran.."
Melihat dan mendengar nada bicara Fitrah yang agak tidak seperti biasanya, Aziz M.S. mulai curiga dengan apa yang terjadi pada Fitrah. Aziz mulai mengira bahwa Fitrah mungkin habis mabok' tetapi dia tidak percaya begitu saja dengan apa yang terlintas dipikirannya.

Aziz M.S. segera menyodorkan kertas berisi not nada gitar untuk dihafalkan oleh Fitrah' dan Fitrah pun menerima kertas itu. Namun, ketika sedang memetik senar gitar' Fitrah bukannya melihat not malah genjrang-genjreng sendiri tanpa alasan. Aziz yang mendengar suara petikan gitar yang dimainkan Fitrah akhirnya mendekati orang berambut lebat dan bertubuh jangkung itu.

Dengan nada agak kesal Aziz berkata "Fit, kenapa loe main gitar asal-asalan gituh ?"
Fitrah yang mendengar suara teguran sang frontman segera pergi meninggalkan studio dan pergi entah kemana.

Aziz mulai geram dengan perilaku Fitrah yang akhir-akhir ini menunjukan keanehan.
Krisyanto yang melihat kejadian itu segera bertanya kepada Aziz, "Jiz, dia kenapa sih ?' kayaknya dia lagi nggak niat main gitar dech..."

Aziz menjawab, "Iya, kok dia sekarang malah kelihatan nggak serius begitu ?"
Ricky Teddy yang sedang membaca kertas not pun ikut menyahut apa yang mereka berdua katakan'
"Barangkali dia lagi nggak enak badan, jadinya dia nggak serius main gitar".

Aziz bilang, "Barangkali ?"
Krisyanto berkata, "Barangkali apa ?"
Aziz bilang, "Dia pasti habis mabok beneran tuch..."
Krisyanto bertkata, "Jiz, loe jangan berburuk sangka dulu sama dia'"
Aziz bilang, "Ini sich nggak bisa dibiarkan, gue harus ngomong sama dia !"

Lalu bagaimanakah kisah selanjutnya ?

(Bersambung)




Kamis, 03 September 2015

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 1)

 Gambar : Album perdana Jamrud yang berjudul Nekad, Dirilis Akhir Tahun 1995



Jamrud adalah grup musik beraliran Rock yang didirikan oleh Aziz Mangasi Siagian dan Ricky Teddy sejak tahun 1989 di Cimahi, Jawa Barat. Grup musik ini beranggotakan Krisyanto (Vocal), Aziz Mangasi Siagian (Guitar), Ricky Teddy (Bass) dan Danny Rachman (Drum).


Grup musik ini sudah mengeluarkan banyak album yang sukses menembus pasar musik nasional, album perdananya yang berjudul "Nekad" yang dirilis pada bulan Oktober 1995 terhitung cukup sukses dan membuat nama Jamrud melambung.

Waktu itu Jamrud masih menggunakan formasi edisi 1994' diantaranya Krisyanto (Vocal), Aziz Mangasi Siagian (Guitar), Fitrah Alamsyah (Guitar), Ricky Teddy (Bass) dab Sandy Handoko (Drum).

Perjuangan Jamrud masuk dapur rekaman dibilang sangat sulit dan penuh cobaan, beberapa kali rekaman-rekaman demo mereka ditolak oleh banyak perusahaan rekaman. Namun, ketika di tawarkan ke perusahaan rekaman Logiss Record, kali ini mereka lantas diterima dan dipersilahkan membuat album utuh.

Serangkaian proses rekaman yang panjang membuat mereka berhasil dan album "Nekad" sebagai pembuka pintu suksesnya pun berhasil terjual cukup banyak hanya dalam waktu 1 minggu saja.

Sebelum terjual sebanyak itu, mereka mulai menggarap video clip promosi dengan single perdananya yang berjudul "Ayam". Baru tayang beberapa hari saja, efek penjualan album makin meningkat hingga 100.000 keping kaset. Hasil ini cukup untuk membuat mereka banyak uang dan banjir undangan konser diberbagai macam event.

Terutama ketika mereka menjadi bintang tamu dalam ajang "Festival Rock Se Indonesia 1996" yang kebetulan disiarkan oleh stasiun televisi Indosiar. Lewat acara tersebut untuk pertamakalinya mereka tampil di televisi secara langsung.

Semenjak masuk televisi, mereka kerap dipuji dan dikejar-kejar penggemar yang hanya menginginkan tanda tangan dan berjabat tangan semata. Terlebih ketika mereka meluncurkan single keduanya yang berjudul "Nekad" dengan video clip yang dibintangi oleh artis kenamaan waktu itu, Feby Febiola.

Jamrud makin di atas angin dan semakin jauh dari kejaran grup musik-grup musik lainnya, termasuk grup musik Boomerang yang kala itu juga di asuh oleh produser yang sama, Log Zhelebour.

Bahkan ada beberapa gosip-gosip yang beredar dikalangan pecinta musik rock waktu itu yang mengatakan bahwa Jamrud adalah "Anak Emas" Log Zhelebour yang mampu membuat Logiss Record meraup keuntungan milyaran rupiah.

Mendengar gosip tersebut, Aziz Mangasi Siagian membantah bahwa dirinya beserta personil Jamrud yang lain merupakan grup musik andalan Logiss Record. Padahal menurutnya (Aziz), Jamrud bukan sosok istimewa di bawah perusahaan rekaman Logiss Record, melainkan hanya pelengkap saja.

Sukses di album perdana, Jamrud segera merilis album keduanya yang berjudul "Putri" yang dirilis pada bulan Februari 1997. Lewat album ini, Jamrud makin berjaya dan dikenal sebagai grup musik paling laris sepanjang sejarah dunia musik.

Lewat single andalannya yang berjudul "Putri" dan "Maaf", Jamrud menyabet gelar sebagai grup musik terbaik versi AMI Awards 1997. Lalu bagaimanakah nasih Jamrud sesudah merasakan kesuksesan di tahun 1995 dan 1997 ?

(Bersambung)