Tampilkan postingan dengan label Cerita Anak Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Anak Muda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2020

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 13)

Omen, Ferry, Zabdiel dan Lucky optimis ini akan menjadi album terbaik. Sebab bukan tidak mungkin ini bisa sukses seperti dulu.
Sponsor-sponsor pun disiapkan untuk menangangi konser tour yang akan berlangsung setelah beberapa minggu album diluncurkan.
Pihak event organizer sudah disiapkan, mulai dari panggung hingga keamanan sudah jadi prioritas demi lancarnya acara. 

Kini konser tour telah tiba, The New Bad Boys kembali menyapa penonton dengan lagu-lagunya yang segar.
Meski tidak seheboh awal kemunculannya, profesionalisme masih dipegang secara mantap.
Permainan musik yang cantik menjadi kunci keberhasilan Omen, Zabdiel, Ferry dan Lucky dalam menghibur penonton.
Total sudah 10 kota mereka lalui dalam tour ini. Mereka memperoleh pendapatan dari penjualan tiket sebesar 500.000.000 rupiah hanya dalam dua minggu. 

Angka penjualan tiket yang fantastis ini juga di-imbangi dengan angka penjualan album "Bangkit Dari Kematian" sebesar 30 Juta copy.
Promosi radio dan media televisi amatlah gencar, di tambah sejak saat itu The New Bad Boys mulai melirik bisnis merchandise yang semula tidak dilakukan.
Kaos, sepatu, jam dinding, handuk dan poster orisinil mulai dijajakan selama konser tour berlangsung di masing-masing kota. 

Omen nampak bahagia setelah konser tour dan promosi album berjalan sesuai harapan sekaligus melampaui ekspektasi.
Ia bahagia saat ini bisa kembali berkarya tanpa tekanan dari pihak manapun.
Sepertinya ia tidak akan memutuskan untuk pensiun karena baginya musik adalah jalan hidup. 

Di saat konser tour masih berlangsung, Omen mendapat kabar bahagia karena kini istrinya telah melahirkan. Seluruh personil The New Bad Boys memberi selamat atas kelahiran anak pertamanya itu dengan penuh suka cita.
Omen tidak lupa bersyukur kepada Yang Maha Kuasa karena akhirnya bisa dikaruniai momongan untuk kali pertama dalam hidupnya. 

Sepulang konser, Omen menjenguk istri dan buah hatinya di rumah sakit. Kebetulan sang bayi lahir berjenis kelamin laki-laki dan anak pertamanya itu di beri nama Omar. Sebuah nama yang singkat dan penuh makna yang luar biasa.
Omar merupakan nama yang sangat gagah, jantan dan berwibawa. Mengingat nama Omar adalah nama seorang pejuang kemerdekaan Libya di masa penjajahan Italia yang termasyhur.
Omen dan Fhey nampak berbahagia dan tidak sedikit pun memperlihatkan kesedihan setelah penderitaan yang dulu mereka jalani penuh kerelaan akhirnya terbayar lunas berkat perjuangan tanpa kenal lelah. 

(Bersambung)

Rabu, 24 Juni 2020

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 12)

Beberapa hari kemudian, Omen diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Setelah pulang dari rumah sakit, Omen mengajak Fhey untuk pindah rumah.
Fhey bertanya mengapa mau pindah rumah ?

Omen menjawab bahwa ia tidak mau diganggu oleh aturan-aturan yang dibuat oleh mertuanya.
Fhey lebih bingung lagi, kalau terpaksa pindah rumah' nanti mau pindah kemana ?
Omen pun dengan terus terang berkata bahwa dirinya akan kembali bermusik seperti dulu.
Dirinya mengatakan untuk bisa membeli rumah baru, butuh uang yang tidak sedikit.
Jadi, inilah cara satu-satunya agar bisa mendapat uang dan membeli rumah yang baru.

Tanpa ragu, Omen kembali ke jalur musik bersama The New Bad Boys.
Walau begitu, kehadiran Omen kembali memanaskan persaingan di dunia musik. Album yang semula terseok-seok penggarapannya kini kembali dirampungkan secara rapi.
Omen tidak peduli dirinya sudah lama tidak bermusik, sebab untuk menjadi seorang pemusik butuh pengalaman yang matang.
Tidak hanya bermodalkan dukungan finansial, tetapi juga dukungan moral dan bakat alami yang ada pada diri sendiri.

Kehadiran Omen makin memantapkan keadaan grup musik The New Bad Boys.
The New Bad Boys akhirnya merilis album ketiga, meski kali ini agak terlambat' tetapi semua itu tidak mengapa.
Fhey bahagia melihat Omen kembali bermusik dan menemukan jalan hidupnya yang tidak pernah dilalui lagi.

Nyatanya Omen masih cekatan memainkan petikan gitar diatas jemarinya.
Omen seperti terlahir kembali, musik adalah nyawa kedua yang membuatnya kembali hidup setelah mati dalam belenggu ketidakpastian.

The New Bad Boys kembali hidup berkat Omen, kali ini Omen mulai terlibat menulis beberapa material ekstra untuk dimasukan dalam album baru.
Semua material itu berasal dari pengalaman pribadinya semasa menghilang. Rasa galau dan kesepian tertuang dalam lagu-lagu barunya.

Hingga pada akhirnya, album itu jadi sesuai dengan harapan. Disaat yang sama, Fhey harus menjalani proses persalinan.
Omen harus bersabar, sebab ia belum bisa bertemu istrinya selagi kesibukan lama sebagai musisi tetap dijalankan.

Omen hanya bisa berdoa supaya Fhey dan janin yang kini sudah 9 bulan usia kandungannya selamat.
Zabdiel ikut mendukung Omen, sebab peristiwa tersebut harus menjadi momentum yang baik bagi Omen.

Bekerja berjam-jam tidak membuat Omen gentar, sebab ia mulai malas berdiam diri.
Dia adalah pekerja keras yang tidak kenal lelah menemukan potensi dalam diri.
Bolak-balik masuk dapur rekaman untuk finalisasi album tidak membuat Omen berhenti bernyanyi.

Akhirnya The New Bad Boys merampungkan albumnya yang cukup lama tidak dirilis semenjak menghilangnya Omen.
Kali ini setelah Omen kembali, nyawa musik grup ini menampakkan aura yang telah lama hilang.

Album terbaru The New Bad Boys kali ini diberi judul "Bangkit Dari Kematian".
Alasan kenapa album tersebut diberi judul tersebut karena ingin memperlihatkan betapa susahnya membangkitkan semangat yang telah lama padam di dalam sebuah grup musik atas masalah-masalah terdahulu.
Tajuk dari album tersebut merupakan isi dari lagu-lagu tersebut yang cenderung bernuansa sendu tetapi masih terlihat taringnya.

                                                                    (Bersambung)

Selasa, 26 November 2019

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 11)

Hampir saja Omen meneteskan air mata usai mengenang masa lalunya bersama The New Bad Boys. Baginya grup musik fenomenal itu adalah jembatan kesuksesan yang mengubah hidupnya. Akan tetapi, Omen harus menentukan pilihan hidup.

Jika ia kembali bermusik maka ia harus berpisah dengan istrinya atau tetap bekerja seperti biasa asalkan tidak berpisah. Sebuah dilema yang rumit, namun apakah istrinya masih segan memberinya kelonggaran untuk kembali bermusik seperti dulu ?

Semalaman Omen tidak bisa tidur, ia memandangi foto yang terpasang di tembok. Dalam keadaan terjaga, Omen masih memikirkan teman-temannya yang masih mencari keberadaan dirinya selama ini. Sedih rasanya bila mengingat masa-masa itu, ingin kembali tapi tidak bernyali... apa boleh buat, semua adalah takdir baginya.
Bertemu dan berpisah adalah rentetan peristiwa yang harus dialami setiap manusia.

Kehidupan Omen beserta istrinya memasuki fase baru, dimana krisis finansial mulai terasa.
Sepeser uang pun tidak ada untuk membeli keperluan dapur.
Bahkan kondisi kehamilan istri makin berkembang.
Omen berniat membelikannya Susu Formula, dan pada pagi itu Omen pergi bekerja seperti biasa.

Sepulang kerja, Omen tidak lupa menunaikan rencananya untuk membeli susu formula.
Tiba-tiba ditengah perjalanan pulang, Omen ditabrak motor dan tubuhnya terluka parah.
Sayangnya pengendara motor justru kabur tanpa bertanggung jawab atas apa yang dialami Omen.

Tidak lama, berhentilah sebuah mobil dan penumpangnya berhamburan keluar mencoba menolong Omen. Ternyata para penumpang itu adalah rekan-rekan Omen di grup musik The New Bad Boys yang baru saja pulang wawancara di radio.

Omen pun dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan, setelah diobati Omen harus di-opname untuk memulihkan lukanya. Selama di-opname Omen gelisah bukan kepalang.
Ia memikirkan nasib Fhey, istrinya di rumah yang sedang hamil. Tidak lama, Fhey pun datang pada hari ke 2. Dalam keadaan tergopoh-gopoh' Fhey menemui Omen yang masih dibalut perban dan terbaring.

Fhey sampai menangis melihat keadaan suaminya itu. Mengingat sudah 2 hari tidak kunjung pulang. Omen yang terbaring penuh perban mengatakan bahwa sepulang kerja ia ditabrak mobil.

Untung saja tidak menimbulkan sesuatu yang serius, hanya lecet-lecet dan memar. Tetapi, sebagai wanita hamil tentu sangatlah was-was mendengar suaminya di rumah sakit.
Fhey bilang bahwa seharusnya ia sendirilah yang berada di rumah sakit, sebab dirinya sedang hamil.

Omen berkata bahwa dirinya teramat bersalah, karena setelah berhenti bekerja sebagai pemusik dirinya mengaku sulit memperbaiki ekonomi. Sebab, Omen tidak ingin mengecewakan Fhey yang sedang hamil tua. Karena dilarang bermusik oleh mertua, Omen harus mencari pekerjaan lain.

Fhey anggap apa yang dikatakan orang tuanya sudah menyengsarakan dirinya dan juga suaminya. Mestinya orang tua tidak perlu mengintervensi profesi anak dan tidak berhak mengatur kehidupan anak-anaknya yang sudah mapan.

Omen tidak sanggup kalau harus begini jadinya, sebab tidak ada satu pun yang membuatnya bahagia kecuali bermusik. Kemudian, Sahili mencoba menenangkan hati Omen. Dia berkata bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sebab, The New Bad Boys masih eksis meski tanpa kehadiran Omen. Omen berniat ingin kembali bermusik, namun ia bimbang karena harus menentukan pilihan.
Apakah tetap bermusik atau harus menemani istrinya yang sedang hamil ?
Suasana menjadi haru, semua terdiam setelah Omen mengatakan hal itu.

Tidak lama, datanglah kedua orang tua Fhey' yang tidak lain adalah mertua Omen. Mereka berdua agak gusar menyaksikan Omen terbaring lemah setelah mengalami kecelakaan.
Omen tidak tahu harus berkata apa ?
Sebab ia takut akan mengalami seperti yang selama ini ia bayangkan.

Maka dengan berat hati, Omen mengatakan yang sejujurnya kepada kedua mertuanya itu.
Terus terang, Omen tidak mampu menghadapi semua cobaan ini. Karena perlakuan mertuanya yang tidak menyukai pekerjaan Omen.

Omen merasa bekerja di bidang selain musik malah membuat dirinya tidak bahagia dan tidak tenang pikiran. Terlebih pada saat istrinya yang kini hamil tua, berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan demi membahagiakan sang istri.

Omen, meminta agar mertuanya tidak mengusik dan mengatur-atur kehidupan pribadinya terutama masalah pekerjaan. Bahkan Omen sudah berniat untuk berpisah dengan Fhey bila mertuanya benar-benar menolak dengan tegas. Omen bahkan berpesan kepada mertuanya untuk menjaga Fhey yang kelak akan melahirkan anak pertama.

Orang tua Fhey tidak mengerti apa yang dimaksud Omen.
Yang jelas Omen tidak mau diatur-atur karena masalah pekerjaan.
Terlebih, Omen ingin hidupnya bebas seperti dulu. Dimana ia bisa bekerja sesuka hatinya tanpa adanya intervensi.

(Bersambung)

Selasa, 23 Juli 2019

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 10)

Seusai merayakan hari pernikahan, Omen dan Fhey berbulan madu menikmati moment romantis berdua saja. Sedangkan Ferry, Zabdiel dan Lucky rehat dari dunia musik untuk bercengkerama dengan keluarga. Lantas, Sahili kembali bekerja sebagai tukang servis gitar di rumahnya demi mengais rejeki sembari libur konser. Hari demi hari, para personil The New Bad Boys masih merasakan nikmatnya masa rehat.
Masa rehat The New Bad Boys lumayan lama.
Sudah 3 bulan grup musik itu tidak lagi terdengar gaungnya seperti waktu dulu.
Semua personil sibuk dengan urusan masing-masing, ditambah kondisi pasaran mulai berubah.
Ini memaksa dominasi musik rock yang semula terdengar di seluruh radio justru malah tersingkir oleh genre musik lain.

Zabdiel bahkan tidak mengetahui betapa tergerusnya musik rock yang semula berjaya.
Ini kemudian memaksa The New Bad Boys kembali menggarap album baru.
Namun, kondisi kekompakkan grup mulai dipertanyakan perihal masing-masing anggota mulai sibuk dengan urusan pribadi.

Omen masih terlena dengan Fhey yang kini menjadi istrinya, Lucky masih tinggal di rumah orang tuanya karena belum punya rumah sendiri, sedangkan Ferry mulai hilang kontak dengan alasan sibuk mengurus bisnis.
Kecuali Sahili yang mau kembali bergabung untuk merencanakan album baru.
Maka tanpa ketiga personil lainnya, Zabdiel dan Sahili sepakat untuk menulis lagu-lagu baru tanpa Omen. Padahal biasanya, Omen selalu terlibat dalam penulisan lagu dan aransemen vokalnya.
Omen memiliki karakter bermusik layaknya Freddie Mercury, vokalis Queen. Bahkan kesuksesan The New Bad Boys ada di tangan Omen yang terhitung mahir merancang lirik.

Zabdiel dan Sahili bekerja sama menyelesaikan lagu-lagu baru tanpa kehadiran Omen.
Meski terseok-seok, keduanya amat kompak saling berbagi tugas. Bahkan keduanya layak bagai kakak adik yang tidak terpisahkan.

Hingga suatu ketika, Benny menghubungi mereka berdua lewat telepon. Mendengar penjelasan mereka berdua, Benny agak sebal dengan Zabdiel yang tidak becus mengurus grup musik.
Benny tidak mau kelak The New Bad Boys menjadi grup musik duo, ia meminta agar Omen kembali.
Sambil membentak, Benny akan terus mengintervensi Zabdiel kalau terus-terusan gagal membujuk Omen kembali.

Sementara itu Omen masih tidak diketahui keberadaannya seusai berkeluarga dengan Fhey. Akhirnya Zabdiel dan Sahili berusaha mencari dimana Omen berada aga tidak di-intervensi terus oleh Benny.
Kesana-kemari mereka berdua mencari Omen, bahkan orang-orang juga tidak mengetahui keberadaan vokalis grup musik tersebut.

Cerita berganti sembari Zabdiel dan Sahili mencari keberadaan Omen. Kali ini berganti di sudut baru, yakni di sebuah perkampungan yang jauh dari keramaian kota.

Di kampung itu rupanya Omen dan Fhey tinggal, mereka menetap disana untuk menjauhi kehidupan kota yang penuh kesibukan. Bahkan Omen sampai melupakan kewajibannya sebagai seorang vokalis grup musik. Kali ini ada kabar yang menggembirakan, Fhey sedang mengandung janin dari hubungan hormonalnya dengan Omen. Akibatnya, Fhey harus mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai seorang jurnalis untuk mengurus kehamilannya.

Omen yang masih berstatus vokalis The New Bad Boys mulai merasa kehabisan uang.
Lantaran Fhey mengundurkan diri dari pekerjaannya, Omen bingung harus bagaimana ia bisa mendapat uang.

Usut punya usut, ternyata Omen diam-diam sudah "Hengkang" dari TNBB. Bagaimana bisa begitu, padahal ia masih dikontrak ?

Keputusan Omen untuk hengkang ini tidak lepas dari tekanan mertua yang memintanya berhenti bermusik karena musik adalah sumber kebisingan.
Bahkan Omen pernah diancam harus berpisah dengan Fhey kalau sampai kembali bermusik.
Inilah kenyataan yang harus diterima oleh Omen sebagai menantu.

Sebagai pekerjaan pengganti, Omen menggeluti dunia barunya sebagai kuli bangunan yang kebetulan dikontrak oleh perusahaan penyedia layanan perumahan mewah di kampung dimana ia tinggal.
Kendati begitu, Omen tetap tegar menjalani hidup meski di kota teman-teman berusaha mencarinya untuk kembali membesut The New Bad Boys.

Sampai suatu ketika, Omen membaca berita dari sebuah surat kabar mengenai nasib grup musiknya yang diambang bubar. Omen sedih menyimak cetakan kata-kata dalam artikel surat kabar itu, ia merasa berdosa sudah mengkhianati teman-temannya dan mentor-mentornya.
Tidak ada cara lain, menyambung hidup sebagai kuli bangunan adalah cara untuk tetap mendapat perhatian dari mertuanya.
(Bersambung)

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 09)

Fhey terlihat sangat cantik pada hari itu, Omen dibuat kagum meski hanya lewat senyuman.
Omen yakin, Fhey berdandan secantik itu hanya untuknya. Sudah pasti Omen merasa percaya diri kala membalas sapaan Fhey.
Kemudian, Omen dan Fhey menjauh dari kerumunan orang.
Sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu' sesuatu apakah itu ?
Omen dan Fhey rupanya ingin menikmati saat-saat berdua tanpa gangguan siapa pun.
Itu artinya mereka tidak segan-segan berbuat sesuatu semau hati, bisa dikatakan mereka ingin bebas dari intervensi dan gangguan dari pihak manapun, termasuk pihak media massa.
Diluar dugaan, Omen malah sudah bertekad mempersunting Fhey untuk mengakhiri hubungan menuju bahtera rumah tangga.
Butuh proses, itulah yang harus dijalani dalam sebuah hubungan.
Fhey mencoba untuk bertahan hingga saatnya tiba.
Omen mencoba juga berusaha untuk bertahan, sama seperti Fhey' akhirnya waktu yang dinanti-nanti sudah tiba.
Omen mempersunting Fhey lewat upacara sederhana tanpa hal-hal mewah. Omen berpendapat bahwa cinta itu tidak perlu hal yang serbah wah...
Bagi Omen, cinta itu butuh kejujuran dan kesungguhan demi masa depan yang cerah.

Tiba saatnya, Omen dan Fhey naik ke pelaminan.
Mereka berdua bersanding bagai raja dan permaisuri. Dalam acara yang sakral dan megah itu, turut hadir Zabdiel, Ferry, Lucky dan Sahili.

Mereka berfoto bersama-sama dengan raut senyum bahagia. Kemudian mereka berempat menikmati jamuan makan siang yang sudah disediakan oleh pihak sohibul bait.

Makanan yang disajikan alangkah banyaknya dan semuanya enak-enak. Diantaranya sate ayam, sate kambing, tumis brokoli, sosis bakar, sambal goreng, nasi goreng dan aneka gorengan yang baru saja ditiriskan. Minuman yang disajikan juga bervariatif, mulai dari jus buah hingga kopi espresso ikut bertengger diatas meja.

Semua tamu undangan turut hadir mendoakan Omen dan Fhey yang sudah resmi jadi pasutri.
Zabdiel, Ferry, Sahili dan Lucky juga tidak ketinggalan turut memberkati mereka berdua.
Bahkan produser yang dahulu berjasa membesut The New Bad Boys ikut merayakan hari bahagia sepasang sejoli itu.

Namun, sepertinya pernikahan Omen pada hari itu tidak mendapat restu dari sesepuh musisi rock yang dulu membesarkannya, The Old Bad Boys. Sudah diduga bahwa mereka belum menerima keputusan Omen yang sudah terlanjur membina rumah tangga. Tetapi, itu tidak jadi soal' sebab ini sudah jadi ketetapan ilahi bahwa cinta akan selalu bersemi walau banyak rintangan menghadang.
(Bersambung)

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 08)

Lalu, sehabis wawancara' Omen minta izin kepada personil The New Bad Boys untuk pergi ke kamar kecil. Namun, di tengah perjalanan menuju kamar kecil' Omen berpapasan dengan wartawan gadis itu yang baru saja mewawancarainya. Getaran cinta pada pandangan pertama, itulah yang dirasakan oleh Omen. Tapi, karena sudah kebelet akhirnya lekas masuklah dia ke dalam toilet.

Setelah keluar dari toilet, Omen masih melihat keberadaan wartawan gadis itu, Omen pun bertanya kepadanya. Wartawan gadis tersebut sedang menunggu seseorang untuk diajak bicara empat mata.

Omen bertanya lagi siapa sebenarnya orang tersebut ?
Dalam hati, wartawan gadis itu rupanya sedang menunggu Omen dan dugaan jadi kenyataan.
Naluri alami manusia ketika sedang jatuh cinta muncul, Omen memperkenalkan diri.
Begitu pun dengan gadis yang ada di depannya, gadis itu memperkanalkan diri juga.

Namanya, Fhey...
Fhey adalah seorang gadis yang cantik dan berpengetahuan luas' rasa penasarannya kepada dunia jurnalistik mendorong dara jelita tersebut menjadi wartawati.

Ia sehari-hari bekerja di sebuah media massa yang menerbitkan majalah di setiap minggunya.
Fhey akhirnya ngobrol dengan Omen, mereka pun cepat akrab dalam waktu singkat. Bahkan mereka berjanji untuk saling menemui di setiap kesempatan terutama ketika sedang libur.
Cerita pun berganti, Omen semakin gandrung dengan Fhey' siang dan malam yang ada dipikirannya hanyalah Fhey seorang.

Sampai-sampai Omen kepikiran ingin menciptakan lagu cinta untuk Fhey, tapi waktunya tidak cukup karena jadwal konser yang semakin padat.
Zabdiel pernah diminta untuk membantunya mengaransemen lagu ciptaan Omen, sang rekan pun setuju tapi harus dilakukan di tempat yang jauh.
Zabdiel menganggap lagu ciptaan Omen ini adalah bagian dari rencana untuk penggarapan album ketiga The New Bad Boys.

Lagu ciptaan Omen adalah uneg-uneg yang bertema rasa cintanya terhadap Fhey.
Lagu ini akhirnya direkam sebagai promo single untuk diputar ke seluruh stasiun radio yang masih gencar menyiarkan lagu-lagu dari album kedua.

Tak disangka, lagu ini menyeruak ke semua pendengar siaran radio.
Alangkah merdunya suara Omen yang di-iringi petikan gitar Zabdiel.
Tetapi, banyak orang yang mengkritik bahwa The New Bad Boys mulai memainkan haluan komersial demi menaikkan derajat ketenarannya.

Sampai suatu ketika, Fhey mendengar suara Omen saat diwawancarai stasiun radio saat sedang makan bakso. Betapa terkejutnya hati Fhey kala mendengar suara Omen yang mengatakan bahwa lagu tersebut merupakan wujud rasa cintanya terhadap seorang gadis.

Fhey menduga bahwa gadis yang diceritakan Omen saat interview itu adalah dirinya, alangkah tersipu malunya Fhey mendengar hal itu.

Ia merasa bahwa Omen benar-benar mencintainya, tidak lama setelah itu Fhey kembali ke rumah dan menyalakan radio di kamarnya. Ternyata, lagu tersebut juga disiarkan oleh stasiun radio lain. Bahkan semua stasiun radio turut memutar serentak lagu itu di hari yang sama.

Pujian seolah-olah hanya untuk Fhey, sepertinya Omen begitu tulus menciptakan lagu tersebut hingga pada akhirnya muncul inisiatif untuk mewujudkan hal itu. Fhey mengajak Omen bertamu di rumahnya, pada waktu itu Omen sedang sibuk bersama The New

Bad Boys' jadi seusai konser Fhey segera menemui Omen.
Begitu bertemu Omen, dari jauh Fhey menyapanya dengan lambaian tangan. Omen pun merespon, dihampirilah Fhey sambil mengatakan sesuatu.
Zabdiel dan Sahili cuma bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat pemandangan itu, wajar jika seorang vokalis grup musik memiliki teman wanita.

(Bersambung)

Kamis, 01 November 2018

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 07)

Semakin hari, lagu-lagu dari album kedua makin digemari masyarakat. Popularitas The New Bad Boys justru sudah mencapai puncaknya.
Dalam waktu dekat semua akan menjadi hal yang nyata bahwa penghargaan tertinggi insan musik siap diserahkan.

The New Bad Boys kini menjalani hidup lebih mapan, karena segala-galanya kini telah ada dalam genggaman. Mulai dari kartu ATM hingga kendaraan mewah sudah sering dipakai kenamapun mereka berada. Lain halnya dengan Sahili, personil baru grup musik ini lebih suka naik sepeda motor dan ngebut di jalanan agar dibilang keren seperti pembalap.


Semakin hari The New Bad Boys berada diatas angin, tidak ada satupun grup musik selain mereka yang menggeser posisi puncak popularitas. Hampir tidak tertandingi dan sulit dikalahkan, tetapi ini merupakan bagian dari titik kelemahan mereka.

Suatu ketika, grup musik ini sedang memulai konferensi pers dengan agenda membahas angka penjualan album yang kian melambung. Album kedua The New Bad Boys mulai menjadi bagian dari topik pembahasan dan menjadi bahan penelitian para mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan seni di berbagai universitas.


Omen dan Zabdiel diwawancarai oleh seorang jurnalis dari kalangan mahasiswa.
Waktu itu Omen sedang menjawab salah satu pertanyaan yang dilontarkan, rupanya orang yang bertanya itu adalah seorang gadis cantik. Omen sampai kebingungan mau menjawab dengan bahasa yang bagaimana. Tapi, karena demi profesionalitas' Omen tentu berani menjawab pertanyaan itu meskipun gugup.

Wartawan berwajah cantik itu membuat Omen semakin tidak bisa menahan rasa malunya, mengingat baru kali ini dia didekati wanita. Zabdiel hanya tersenyum melihat kejadian yang agak lucu tersebut lantaran wawancara berjalan lama gara-gara kehabisan kata-kata.

(Bersambung)



Selasa, 03 Juli 2018

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 06)

Konser Tour 20 Kota yang akan dijalani The New Bad Boys untuk menghibur seluruh penggemar.
Hebatnya konser ini begitu akbar lantaran diperkuat dengan sound system kualitas internasional dan teknisi alat musik yang tahu selera para personil The New Bad Boys.
Konser tour sudah berlangsung di 6 kota dengan rekor penonton yang berlimpah ruah. Apalagi lagu-lagu mereka itu digemari seluruh kawula muda, bayaran konser yang diterima begitu fantastis.

Cerita berlanjut saat Omen, Zabdiel, Ferry dan Lucky mulai sukses meraih popularitas. Tidak disangka mereka kerepotan untuk mencari pemain tambahan, gunanya untuk menemani posisi Zabdiel sebagai gitaris.
Tidak butuh waktu lama, muncul seorang pemuda bernama Sahili yang bekerja sebagai teknisi gitar.
Kehadiran Sahili membuat seluruh kru konser heran, apalagi sosok yang satu ini bukanlah orang lama. Sahili memang berprofesi sebagai teknisi tapi dia juga bisa bermain gitar, Zabdiel awalnya ragu-ragu memilih Sahili.
Tetapi, karena tidak ada waktu untuk mencari pendamping maka terpilihlah dia sebagai personil tambahan untuk konser-konser yang akan datang.

Konser 20 Kota yang diselenggarakan untuk mendukung promosi album perdana The New Bad Boys berjalan lancar, hampir seluruh kota bergemuruh menyaksikan kehadiran grup musik itu.
Sahili yang notabene personil baru ikut merasakan efek dari popularitas The New Bad Boys.
Dinilai layak, maka Omen mememutuskan untuk mengangkat Sahili sebagai personil ke 5. Semuanya setuju saja, namun mereka harus minta izin dulu kepada mentor-mentor mereka yakni para pemandu bakat yang dahulu menyatukan mereka.

Konser Tour berjalan sukses dan berakhir dengan manis, Omen salut dengan kemampuan Sahili yang mampu mengimbangi ganasnya petikan gitar Zabdiel.
Sahili sudah direkomendasi oleh Omen untuk menjadi personil baru, namun Omen harus meminta izin kepada Eddy' pentolan The Ex Bad Boys yang menjadi orang dibalik terbentuknya The New Bad Boys.
Seminggu kemudian, Omen dan Sahili datang menemui Eddy yang kebetulan berada di markasnya.
Omen bilang bahwa Sahili telah diangkat sebagai anggota baru grup musik tersebut. Mendengar pernyataan Omen, Eddy merasa dilukai karena pengangkatan Sahili sebagai personil baru cukup mengejutkannya.
Sebab, Eddy belum mengenal Sahili dan menurutnya anak muda itu (Sahili) dianggap bukan gitaris hebat dan hanya bisa mengimbangi bahkan belum bisa menyamai kehebatan Zabdiel.

Eddy mengatakan bahwa Sahili belum bisa diterima sebagai anggota baru The New Bad Boys, rupanya restu tidak menyertai.
Di markas The New Bad Boys, Omen sebal karena gagal mendapat restu atas diangkatnya Sahili sebagai gitaris baru.
Kemudian, Lucky memberi masukan bahwa Sahili harus sering ikut konser untuk membuktikan bahwa secepatnya diadakan pengangkatan secara resmi.
Lalu, The New Bad Boys melakoni konser untuk memeriahkan pagelaran budaya di sebuah gedung pertemuan. Disitulah Sahili diberi kesempatan untuk melakoni aksi kedua setelah konser tour beberapa saat yang lalu.
Para wartawan hadir untuk meliput konser itu dan menyorot sosok baru pada lini The New Bad Boys' siapa lagi kalau bukan Sahili yang terkesan membantu Zabdiel memainkan gitar.

Konser berjalan sukses, meski hanya memainkan 5 lagu saja tetapi itu sudah cukup untuk memeriahkan acara.
Sahili terlihat impresif dan bergairah saat memainkan gitarnya, Zabdiel agak senang dan puas dengan apa yang dilakukan rekan barunya itu.
Seusai konser, Zabdiel diwawancarai oleh sejumlah wartawan. Dirinya mengatakan bahwa Sahili adalah sosok yang bisa dibilang sebagai bantuan kekuatan terbaik.

Ketika Zabdiel diwawancarai, para personil The New Bad Boys beristirahat sambil meminum segelas teh yang disediakan panitia.
Omen memulai pembicaraan, dia berkata bahwa Sahili harus segera dipermanenkan sebagai personil biarpun tanpa seizin dari mentor.
Lucky sependapat, sebab ia mengusulkan agar proyek album kedua segera digarap lantaran permintaan pasar meningkat.
Omen setuju dengan usulan Lucky, maka dari itu Omen menargetkan konser di beberapa kota harus tuntas dan memperoleh pendapatan cukup untuk menyiapkan materi album.
Omen bilang bahwa Sahili harus terlibat dalam penggarapan album walaupun nantinya tidak dikehendaki oleh pihak senior.

Tanpa persetujuan, Sahili diangkat sebagai personil baru The New Bad Boys. Tetapi, untuk mengelabuhi mentor-mentor mereka' Zabdiel dan Omen menyuruh Sahili untuk tidak menampakkan diri sebelum para mentor benar-benar ikhlas menerima keberadaannya.
Album kedua siap untuk digarap dengan kekuatan baru dari sosok Sahili, bahkan perencanaan ini sama sekali tidak diketahui oleh mentor. Mereka menggarap album berada di lokasi yang jauh agar tidak di-intervensi pihak manapun, termasuk media.

Disini, The New Bad Boys benar-benar sudah mulai jauh dari arahan karena mereka benar-benar ingin merdeka.
Omen bahkan mulai menulis banyak lirik lagu untuk direkam, meski isinya kurang masuk akal.
Ditambah, Sahili dan Zabdiel mulai memperlihatkan kombinasi tangguh ketika perekaman album berlangsung.
Mungkin inilah tampilan berbeda yang selama ini dirahasiakan kepada penggemar mengenai The New Bad Boys.

Album kedua yang digarap tanpa proses koordinasi ini akhirnya rampung dan siap edar.
Seminggu kemudian, ditoko-toko kaset banyak ditemukan album The New Bad Boys yang baru. Sontak orang-orang yang berjalan di depan toko segera masuk ke dalam untuk menghilangkan rasa penasarannya.

Meski tidak diputar oleh stasiun radio sebagai promosi, album ini perlahan sukses terjual 200 keping dalam waktu hitungan jam.
Luar biasanya, di televisi sama sekali tidak muncul video clip yang menampilkan lagu-lagunya.
Zabdiel menganggap ini adalah inovasi rebelius yang rupanya melawan arus komersialisme. Sebab, musik yang dihasilkan dirinya dan kawan-kawannya cukup aneh bahkan diluar dugaan.
Meski begitu, The New Bad Boys tetap masih jadi grup musik nomor satu. Semua stasiun radio setiap jam memberitakan kemunculan album ini tanpa promosi.
Rupanya ada pihak perusahaan rekaman dimana grup musik ini bernaung sengaja merahasiakan proses distribusi album.

Omen dan kawan-kawan sukses membuat penggemar terkejut lewat album kedua The New Bad Boys.
Tidak ada yang menyangka akan sefantastis ini, bila ditelusuri lebih lanjut bahwa The New Bad Boys mempromosikan album dengan cara sebaliknya agar tidak dipotong pajak.


(Bersambung)




Minggu, 03 September 2017

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 05)

Kendala menghampiri, saat pemadaman bergilir terjadi.
Sehingga sesi rekaman berjalan lamban dan kerap ditunda.
Omen agak kecewa dengan suasana didaerah dimana studio rekaman itu ia pakai untuk sesi.
Listrik mati yang terjadi saat itu membuat aktifitas terganggu.
Omen, Zabdiel, Lucky yang sedang berada di studio mulai jenuh.


Berjam-jam lamanya keadaan semakin tidak menentu, Omen mulai berfikir untuk pindah studio untuk menjalankan sesi rekaman yang tersisa.
Namun, para personil The New Bad Boys masih tetap ingin rekaman di studio dimana mereka berada dengan alasan penghematan biaya.
Omen berpendapat bahwa jika grup musik yang ia naungi ini masih melakukan rekaman di studio itu hingga pemadaman bergilir usai. Maka akan membuang banyak waktu sehingga tak kunjung rampung.
Zabdiel pun berpikiran sama, kalau tidak pindah studio maka bisa tertunda penggarapan albumnya dan peluncuran albumnya yang jauh-jauh hari sudah direncanakan pihak label rekaman.
Lalu, diambillah telepon seluler untuk menghubungi produser' setelah dihubungi produser memberi tahu bahwa ada studio rekaman nganggur di dekat pelabuhan.


Tak butuh waktu lama, mereka bergegas meninggalkan studio dengan membawa beberapa equipment penunjang menuju studio rekaman lain.
Perjalanan menuju studio rekaman terbilang cukup jauh dan kelihatannya daerah dimana studio rekaman itu agak dekat dengan suasana sibuk di pelabuhan.
Turun dari kendaraan, Omen dan Zabdiel membawa masuk semua equipment ke dalam' begitupun Lucky dan Ferry yang juga membawa semua peralatan mereka ke dalam.
Begitu sampai didalam, studio yang akan mereka pakai ternyata masih baru dan belum pernah dipakai sebelumnya.
Bahkan, Microphone untuk menyaring suara terlihat masih kinclong. Bahkan ada beberapa alat musik yang tentu buatan Eropa. Tak seperti kebanyakan studio yang lain, studio rekaman ini merupakan tempat paling fantastis untuk merampungkan sesi rekaman.
Lucky menilai inilah saatnya untuk menuntaskan proyek, dan rencana untuk menggapai kesuksesan terbuka lebar.


Tanpa menunggu perintah produser, mereka berempat langsung tancap gas merampungkan beberapa lagu yang belum direkam.
Mereka begitu nyaman dengan suasana studio tersebut, peralatan super canggih dan dukungan suasana lokasi menjadi pemicu ketenangan mereka dalam berkarya.
Hampir 17 Jam, Zabdiel dan Omen merampungkan beberapa sesi rekaman yang sempat ditunda.
Suara vocal Omen menjadi bagian paling akhir dalam finalisasi, bahkan beberapa lagu yang sudah direkam di Mixing ulang agar terdengar pas ditelinga.
Rasa lelah tidak terasa dalam raga, mereka tanpa henti memainkan musik walaupun hampir larut malam.
Kejar setoran, itulah yang mereka lakukan demi memperoleh segala apa yang telah mereka lalui.


Beberapa saat kemudian, Omen berhasil menyelesaikan lagu terakhir hingga menjelang dini hari.
Kondisi mata yang sudah berat untuk dibuka membuat Omen langsung tidur di kursi panjang.
Zabdiel dan Ferry juga ikut terlelap karena proses penggarapan lagu yang sudah final. Lucky memang terlelap sejak tadi juga masih belum bangun dari tidurnya karena sesi yang melelahkan.
Keesokan harinya mereka terbangun dan waktu sudah cukup siang, yakni jam 8 pagi.
Bayangkan saja, mereka jam segitu baru bangun pagi dan kondisi studio berantakan penuh sampah.


Setelah bangun tidur, Omen dan Zabdiel membersihkan sampah yang berserakan didalam studio.
Sisa makanan semalam dan tumpukan bungkus rokok dibereskan lalu dibakar diluar halaman studio.
Proses penggarapan album telah mencapai titik tertinggi, kali ini The New Bad Boys berencana membawa lagu-lagu yang sudah direkam itu untuk diproduksi dalam bentuk CD.
Kemudian, mereka berempat bertemu produser yang sudah lama hilang kontak. Produser yang dulunya seorang pedagang bakso keliling itu mengabarkan bahwa pihal label rekaman siap mengedarkan albumnya.
Alangkah senangnya hati Omen, Zabdiel, Ferry dan Lucky mendengar kabar bagus itu.


Mereka berempat akhirnya datang ke kantor label rekaman untuk menyerahkan hasil proyek.
Dengan senang hati, Produser itu memberi berita mengenai kemajuan The New Bad Boys dalam bermusik kepada pihak label.
Produser mengatakan bahwa era kejayaan musik rock yang dulu padam akan segera berkobar kembali.
Zabdiel, Lucky, Ferry dan Omen cukup bahagia setelah tugasnya selesai. Kini tinggal albumnya saja yang akan beredar.


Proses manufacturing album dilakukan selama satu bulan dan prosed peredaran dilakukan selama 2 minggu.
Lucky tidak memasang target muluk, tetapi ia hanya ingin musik rock kembali ke jalurnya.
Maka dari itu album yang dirilis oleh The New Bad Boys diprediksi akan menjadi album pendongkrak kekuatan musik rock.
Selanjutnya mereka kembali ke rumah masing-masing sambil menanti kepastian, apakah albumnya benar-benar laris atau tidak ?


Hampir berhari-hari The New Bad Boys menunggu omset penjualan naik, tetapi tiada kabar pun tiba...
Akhirnya mereka menghubungi pihak kantor label rekaman untuk meminta kejelasan soal album mereka.
Zabdiel menghubungi label rekaman dengan telepon, ia meminta hasil penjualan dikabarkan secepatnya. Namun, pihak label rekaman tidak mengetahui hasilnya.
Zabdiel frustasi dengan kabar itu, ia pun pergi sendirian ke markas label untuk meminta solusi agar album bisa terjual laris.


Sesampainya di kantor label, Zabdiel harus menunggu sampai 1 jam karena di kantor sendiri hanya ada seorang satpam dan cleaning service.
Sementara itu personil The New Bad Boys harus menunggu dari markas.
Akhirnya setelah lama menanti, Zabdiel berhasil menemui pemilik kantor label. Lalu, ia meminta data omset penjualan album.
Dengan seksama, Zabdiel membaca isi data penjualan. Ternyata belum ada 1 keping pun terjual, walaupun album sudah beredar 1 bulan lamanya.
Zabdiel kecewa dengan isi data tersebut. Ia meminta pihak label agar mempromosikan album lebih gencar lagi. Lalu, pihak label menyarankan untuk melobi semua stasiun radio untuk memutar lagu-lagu dari album The New Bad Boys.


Atas saran tersebut, Omen dan Zabdiel berencana melobi semua stasiun radio untuk memutar lagu-lagu The New Bad Boys.
Datang dengan wajah tidak enak, Omen menemui penyiar radio yang biasa muncul suaranya di acara pemutaran lagu-lagu baru.
Omen meminta agar salah satu lagu dari album The New Bad Boys diputar. Bahkan Omen juga memberi uang muka Rp. 500.000,- sebagai tanda jadi pemutaran lagu itu.
Tanpa perlawanan, penyiar radio tersebut memutar salah satu lagu The New Bad Boys secara berulang-ulang setiap hari.
Hasilnya, The New Bad Boys mulai dikenal pendengar musik dan akhirnya omset penjualan naik dalam waktu beberapa jam.
Terhitung selama satu hari, album The New Bad Boys terjual 10 keping per menit.


Hampir setiap waktu, pundi-pundi uang masuk ke dalam kantong Omen dkk.
Mereka bisa mendapat kelimpahan finansial yang membuat mereka berani menyelesaikan urusan masing-masing.
Ada yang hutangnya belum lunas, cicilan tertunda, impian kandas dan jodoh yang hilang akhirnya bisa kembali ke pelukan mereka.
Semua berkat strategi jitu tersebut, kalau tidak dilakukan waktu itu maka The New Bad Boys akan rugi total saat albumnya telah di rilis.


Cerita pun berganti, Zabdiel dan Omen berencana merayakan kesuksesan The New Bad Boys dalam merilis album perdana.
Mereka mengadakan Pesta Tumpeng di kantor label rekaman bersama seluruh staff.
Tidak tanggung-tanggung biaya yang dikeluarkan hampir mendekati 5 Milyar, hal ini dikarenakan ada acara Santunan Anak Yatim dan Panti Jompo.
Mereka sebagai musisi tentu tidak kenal rasa malu untuk berbagi terhadap sesama.


Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pimpinan label rekaman yang mengucapkan selamat atas keberhasilan The New Bad Boys dalam merilis album.
Pimpinan label rekaman mengakui bahwa musik rock kembali bangkit berkat The New Bad Boys, prestasi grup musik itu benar-benar membanggakan.
Bukan sekedar hisapan jempol belaka, angka penjualan album perdana meroket dari hari ke hari hingga beberapa bulan.
Omen, Zabdiel, Lucky dan Ferry pantas mendapat penghargaan bergengsi di salah satu ajang musik nasional.
Mereka diharapkan mampu mendominasi chart musik di berbagai stasiun radio dan video clip yang diputar harus menjadi pilihan pemirsa televisi.


Akhirnya acara perayaan kesuksesan The New Bad Boys telah usai, keesokan harinya para personil The New Bad Boys mulai mengemas segala kebutuhan masing-masing untuk menjalani konser tour keliling 20 kota.
Omen paling siap sendiri lantaran konser berjalan cukup lama dan jarang pulang, ia berpesan pada keluarganya di rumah agar selalu menjaga kesehatan.
Ferry demikian, ia juga membawa segala sesuatu yang dibutuhkan selama tour berlangsung termasuk makanan.
Zabdiel malah rumit, ia harus membawa banyak barang elektronik untuk mempermudah kegiatannya dan tidak lupa membawa kostum untuk konser yang sudah ia pesan jauh-jauh hari.
Sedangkan Lucky sepertinya hanya butuh restu dan doa dari orangtuanya, karena tanpa restu dan doa ia tidak akan berhasil meraih kesuksesan.

(Bersambung)

Senin, 29 Agustus 2016

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 04)


Mereka hampir seharian mencari alamat produser yang tertulis di kertas, sampai suatu ketika mereka mulai kelaparan.
Mereka duduk di halte bus, dari arah barat berjalanlah seorang tukang bakso sambil mendorong gerobaknya. Omen yang melihat tukang bakso itu segera menghadangnya dan membeli bakso yang dijual itu.
Kali ini Omen rela mentraktir Zabdiel, Ferry dan Lucky makan bakso sepuasnya agar perut mereka tak keroncongan.
Sambil makan mereka ngobrol tentang alamat yang tak kunjung ditemukan, ketika pembicaraan sudah cukup lama' tukang bakso yang sedang memeriksa isi laci gerobak lantas memotong pembicaraan mereka.
Zabdiel terkejut mengapa tukang bakso itu tiba-tiba memotong pembicaraannya.
Lalu dengan jujur tukang bakso itu berkata bahwa dirinya itulah orang yang dicari mereka.

Mereka terheran-heran, mengapa produser yang dicari itu hanyalah seorang tukang bakso ?
Usut punya usut si penjual bakso dulunya merupakan seorang produser sukses. Namun, akibat terdegradasinya musik Rock dari dunia selebritas membuat dirinya harus gulung tikar menjadi produser.
Sambil menyajikan 4 piring bakso, Orang itu merasa bahwa kehidupan tidaklah adil terhadapnya, mengapa demikian ?
Karena komersialisme yang dilakukan orang-orang hedonis membuat selera bermusik anak muda masa kini cenderung lebih nge-pop dan lebih cengeng.
Omen, Zabdiel, Ferry dan Lucky sambil makan bakso mendengarkan curahan perasaan si tukang bakso itu dengan seksama.
Namun, Ferry berkata bahwa si tukang bakso hanya bermaksud membohongi hal itu agar dagangannya laris.
Tetapi, si tukang bakso membantah bahwa dirinya berbohong. Dengan serius ia berkata bahwa dirinya memiliki bukti otentik yang menunjukkan bahwa dulu ialah seorang produser sukses.


Pedagang bakso itu mengambil dompet yang berisi KTP dan beberapa foto untuk diperlihatkan.
Kemudian Omen, Zabdiel, Ferry dan Lucky memperhatikan foto itu. Dan akhirnya mereka berempat pun percaya bahwa pedagang bakso tersebut adalah mantan produser ternama. Kemudian Omen, Zabdiel, Ferry dan Lucky memperhatikan foto itu. Dan akhirnya mereka berempat pun percaya bahwa pedagang bakso tersebut adalah mantan produser ternama.
Lalu mereka semakin penasaran, Maka Omen meminta agar bukti lainnya dapat diperlihatkan agar semua percaLalu mereka semakin penasaran, Maka Omen meminta agar bukti lainnya dapat diperlihatkan agar semua percaya.
Lalu, tukang bakso itu mengajak keempat anak muda tersebut berkunjung kerumahnya.
Sesampainya dirumah tukang bakso itu mereka terkejut melihat berbagai macam Piala, Sertifikat, Piagam, Poster, Alat Musik, Cinderamata dan beberapa album rekaman original.
Koleksi lengkap yang terpampang didalam rumah tukang bakso itu seakan bagai museum Koleksi lengkap yang terpampang didalam rumah tukang bakso itu seakan bagai museum kecil.
Namun, semua pencapaian ini tinggal kenangan saja dan tak berlanjut sampai sekarang.

Omen lalu bertanya kepada pedagang bakso itu, ia menanyakan mengenai tawaran menjadi produser lagi.
Mendengar hal itu, pedagang bakso itu hanya bisa terdiam dan tak menjawab sama sekali.
Lalu Zabdiel menyambung ucapan Omen, ia berkata bahwa The New Bad Boys membutuhkan produser untuk album yang akan mereka rilis tahun ini.
Sayang, pedagang bakso yang sudah lama tak berkecimpung di dunia musik ini malah enggan menerima tawaran itu. Ia menganggap semua tawaran itu akan berbuah sia-sia' mengingat musik Rock sulit bersaing dengan jenis musik lain.
Zabdiel berkata bahwa mereka sangat membutuhkan jasa dari orang tersebut. Terlebih banyaknya bukti prestasi yang pernah diraih membuat Zabdiel percaya akan kehebatan pedagang bakso itu.
Sayangnya hal ini makin memperkeruh pikiran pedagang bakso itu, lalu Lucky mencoba membujuknya dengan rayuan bayaran royalti tinggi.
Namun, tetap saja orang itu masih bungkam seribu bahasa' bahkan cuek tak ada respon. Lalu, apa yang menyebabkan pedagang bakso itu terdiam saat ditawari janji-janji anak-anak muda itu ?
Ternyata penyebab ia bungkam adalah bayangan masa lalunya akan akhir kisah karirnya sebagai produser. Dalam benaknya ia masih membayangkan betapa kejamnya dunia industri musik yang dahulu membesarkan namanya kini malah melupakannya.
Dan terlihat jelas, raut wajah gelisah dan penuh dengan kesuraman. Akhirnya air mata pun mengalir membanjiri pipi si pedagang bakso itu.
Ternyata, Omen dan Zabdiel dibuat heran dengan ekspresi wajah si pedagang bakso itu.
Lucky dan Ferry juga dibuat tak mengerti apa yang sedang dirasakan figur macam itu.


Maka nuansa sedih tak bisa dihindari, mantan produser yang kini jadi tukang bakso itu belum bisa menerima tawaran The New Bad Boys.
Zabdiel mengeri apa yang dirasakan orang itu, ia menganggap bahwa menjadi produser lagi adalah hal yang tak mungkin.
Zabdiel lantas menyentuh bahu kanan orang itu sambil berkata bahwa semua usaha dan doa akan terkabul jika ada niat tulus.
Omen menyambung bahwa inilah saatnya musik Rock kembali memperlihatkan taringnya dan menancapkan kukunya, lalu terbang jauh meninggalkan yang lain bagaikan burung elang.
Ferry menambahkan bahwa musik Rock tidak akan pernah mati meskipun sudah ditinggal penggemarnya, terlebih saat Lucky ikut berkata bahwa sudah waktunya membongkar tradisi demi membangkitkan kejayaan masa lalu.
Ungkapan demi ungkapan diucapkan oleh seluruh personil The New Bad Boys untuk menyemangati sosok menyedihkan disamping mereka.


Semakin lama kata-kata yang terucap dari para personil The New Bad Boys makin menyentuh perasaan mantan produser itu.
Maka setelah mendengar kata-kata yang memotivasinya, mantan produser itu akhirnya memutuskan untuk kembali ke dunia musik.
Lantas gembira hatilah Lucky, Omen, Ferry dan Zabdiel ketika apa yang mereka inginkan jadi kenyataan. Kemudian mantan produser itu menyingsingkan lengan baju dan mengangkat senjata untuk berjuang melawan dominasi.
Kemudian berangkatlah mantan produser itu bersama para personil The New Bad Boys ke kantor perusahaan rekaman.
Mereka akan segera menciptakan dunia baru yang penuh dengan suasana serba Rock n Roll.


Menuju dapur rekaman, mantan produser itu menemui pimpinan label untuk membahas kontrak.
Rupanya, kali ini bagaikan reuni saja' pimpinan label dan mantan produser itu rangkul-rangkulan.
Mereka bagaikan saudara kandung yang telah lama berpisah, bahkan para personil The New Bad Boys baru mengerti bahwa ini merupakan moment langka yang pernah mereka lihat.
Sambil ngobrol, mantan produser itu menceritakan keluh kesahnya selama beralih profesi lantaran berhentinya pekerjaan lama.
Pimpinan label itu menyimak dengan baik dan seksama semua ungkapan sahabat lamanya tersebut.
Hingga pada akhirnya, mantan produser itu memperkenalkan grup musik asuhannya ialah The New Bad Boys.


Keakraban begitu terasa walaupun baru pertamakali bertemu, The New Bad Boys mulai mendiskusikan kontrak rekaman dengan pihak label, pembicaraan ini tidak memakan waktu lama.
Segera, kontrak pun disodorkan yang tertulis diatasnya berbunyi kontrak 3 tahun.
Mereka senang karena bisa mendapat kontrak yang sudah tertulis 3 tahun, karena nanti selama 3 tahun kedepan ada kesempatan untuk membuat banyak album.
Bahagianya para personil The New Bad Boys setelah semuanya berjalan lancar.


Kick Off, inilah istilah sepak bolanya...
Lucky, Omen, Ferry dan Zabdiel mulai melakukan serangkaian sesi rekaman yang memakan waktu sebulan tanpa henti.
Zabdiel memulainya dengan beberapa sesi yang cenderung memperlihatkan keseriusannya dalam mengolah irama instrumen.
Gitar Listrik dan Amplifier sudah terpasang didalam studio yang hanya seluas kamar tidur.
Menit demi menit sesi rekaman berjalan cukup lama hingga larut malam. Zabdiel kelelahan dan melanjutkannya besok.
Omen yang dari tadi mengawasi Zabdiel memainkan gitar saat sesi rekaman juga merasakan kantuk berat. Ia pun tertidur didalam studio dan hanya ditemani secangkir teh hijau.


Keesokan harinya, misi berlanjut...
Zabdiel kembali memetik senar gitarnya dengan penuh tenaga.
Sebab lagu yang digarap ini adalah lagu bernada cepat' bahkan Zabdiel hampir salah dalam memetik senarnya.
Untungnya Zabdiel tidak butuh waktu lama untuk mengganyang lagu berirama serba cepat ini.
Omen juga melakukan hal sama, giliran sesinya sendiri' Omen juga menarik nafas dalam-dalam agar kualitas vokal yang dikeluarkan bisa sangat menggelegar.
Setidaknya, banyak tenaga yang habis dalam waktu sehari hanya untuk rekaman seperti itu saja.

(Bersambung)

Rabu, 24 Agustus 2016

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 03)


Lucky dipilih sebagai drummer karena memiliki kecepatan memukul yang luar biasa dan ketepatan yang akurat.
Ferry dipilih sebagai bassist karena petikannya yang tidak pernah meleset dan getaran suara petikannya mendengungkan jiwa.
Zabdiel dipilih sebagai guitarist karena gaya bermainnya menyerupai Joe Satriani dan memiliki stamina yang prima.
Sedengkan Omen dipilih menjadi Vocalist karena keunikan vokalnya dan nafasnya yang kuat' konon Omen mampu menyanyi dengan octave tinggi seperti halnya penyanyi orkestra.


Terpilihnya mereka berempat membuat dunia seakan ingin menyapa mereka, apalagi rencana setelah terbentuknya grup musik ini adalah membuat album.
Dan apakah mereka mampu menggebrak tradisi yang melarang adanya musik Rock ?


Cerita pun berganti, kali ini The New Bad Boys berencana untuk masuk dapur rekaman.
Dalam usahanya masuk dapur rekaman, banyak kegiatan penting demi melancarkan jalan menuju kesuksesan.
Rangkaian latihan, karantina, tes kebugaran dan konser antar panggung mereka lakukan.
Keadaannya lain dengan masa sebelumnya, dulu musik Rock memang jadi primadona anak muda. Tetapi kali ini, tantangan baru harus mereka jalani' dimana selera musik anak muda di masa kini mulai berganti dan bervariatif.
Macam ragamnya orang menyangkal keberadaan musik Rock, ada yang bilang musik Rock sudah mati atau bahkan ada yang bilang musik Rock sudah tidak laku di dunia rekaman.


Omen sang vocalist ingin sekali membawa kejayaan musik rock di masa seperti ini, namun rintangan datang dari seseorang yang merupakan Aktivis Anti Rock.
Siapakah dia ?
Namanya Wisnu Kribo, seorang pemuda lulusan TK yang sangat benci dengan musik rock.
Diceritakan, Omen dan kawan-kawan baru saja menyelesaikan konser promosi untuk mengumpulkan biaya rekaman.
Dari jauh Wisnu Kribo melihat mereka berempat dengan pandangan sinis, seolah dia berkata bahwa "musik rock tak pantas hidup di dunia ini".
Setelah melihat konser The New Bad Boys, Wisnu Kribo pulang ke rumah dan segera melancarkan aksi bawah tanahnya yang fenomenal.
Aksinya tersebut diberi nama "Operation of Rock Terminator" yang bertujuan menanamkan kebencian masyarakat terhadap grup musik The New Bad Boys.


Suatu malam Wisnu Kribo membuka laptopnya dan memasang modem yang telah terisi kuota 10 GB untuk melakukan aksi yang seharusnya.
Ia menulis artikel di blognya yang berisi topik-topik berbau negatif, tujuannya sudah pasti ingin mencemarkan nama baik The New Bad Boys. Sudah hampir 2 jam Wisnu Kribo mengetik artikel yang menurutnya ini terbilang bertuliskan kata-kata "Maut".
Keesokan harinya, para netizen dibuat geger dengan pernyataan yang tertera di blog milik Wisnu Kribo. Mereka seketika percaya dengan isi artikel yang menyesatkan itu.
Rupanya rencana jahat itu berjalan cukup sukses, mereka terpancing dengan kata-kata nakal dan pedas yang ada didalam artikel tersebut. Pagi itu Zabdiel baru saja bangun dari lelapnya tidur malam, ketika ia membuka gadgetnya dan menelusuri dunia maya' alangkah terkejutnya Zabdiel saat melihat hal-hal yang berhubungan dengan The New Bad Boys.
Segera Zabdiel menelfon Lucky dan Ferry yang kebetulan masih ada dirumah, Zabdiel dengan lugas dan jelas mengabarkan hal yang kurang mengenakan itu.

Kelihatannya apa yang dilakukan Wisnu Kribo benar-benar sudah meracuni mata pembaca kabar di dunia maya.
Bahkan ketika Zabdiel sedang duduk bersama Lucky dan Ferry sedang makan siang di restoran, terlihat di sudut restoran ada sekelompok wanita sedang sibuk membicarakan pemberitaan negatif yang ditulis Wisnu Kribo.
Padahal mereka sendiri tidak tahu bahwa Wisnu Kribo lah yang membuat nama baik The New Bad Boys tercemar.
Zabdiel yang menguping dari kejauhan sambil melirik-lirik ke arah gadis itu mulai meradang hatinya.
Jelas ini pasti perbuatan seorang pembenci musik rock, Zabdiel berkata demikian.
Ferry pun turun tangan, ia mencoba menenangkan hati Zabdiel yang sedang di bakar amarah akibat celoteh wanita-wanita tersebut.
Namun, karena sudah terlanjur kebakaran jenggot' Zabdiel berdiri dari kursi lalu menghampiri mereka semua.
Lantas Zabdiel memotong pembicaraan para wanita itu dan memberitahukan sesuatu kepada mereka.
Setelah diberitahu, wanita-wanita itu baru sadar bahwa grup musik yang sedang mereka bahas gosipnya itu ada di tempat yang sama yakni di hadapan mereka.
Melihat hal itu, Ferry dan Lucky ikut menghampiri mereka semua' maka tiba-tiba para wanita itu meminta maaf.


Zabdiel bertanya kepada wanita-wanita yang menggosipkan grup musiknya, dalam tanyanya itu Zabdiel ingin tahu siapa yang berani mencemarkan nama baik The New Bad Boys.
Salah satu wanita dari mereka berkata bahwa kabar tidak sedap itu didapat dari sebuah artikel yang tertulis di dunia maya.
Zabdiel pun tahu, inilah saatnya ia mencari siapa penulis artikel yang membuat kabar tidak sedang tentang grup musiknya.
Beberapa hari kemudian, para personil The New Bad Boys datang ke kantor label rekaman yang mengontrak mereka.
The New Bad Boys meminta konfirmasi dari pihak label mengenai rencana distribusi album yang seluruh lagunya sudah direkam jauh-jauh hari.
Produser The New Bad Boys mengatakan bahwa album perdana The New Bad Boys akan segera dirilis dalam waktu dekat, namun karena gara-gara gosip tidak sedap itu sudah merebak dimana-mana.
Sepertinya ada semacam kendala yang harus dilalui, karena ini masalah martabat dan harga diri.


Omen menambahkan bahwa ini perlu pembuktian, karena gosip semacam ini pasti ada sangkut pautnya dengan rasa kebencian terhadap jenis musik tertentu.
Terutama musik Rock yang selama ini menjadi identitas kaum muda belia.
Omen meminta produser agar semua rencana berjalan lancar, ia menganggap itu hanya ocehan tiada artinya. Ferry pun mengiyakan ungkapan perasaan Omen.
Produser pun dengan tekad membara bahwa album perdana The New Bad Boys akan dirilis sekaligus jadi pembuktian bahwa grup musik ini pantas menciptakan sejarah bagus.


Sebelum peluncuran, The New Bad Boys marak sowan ke markas The Ex Bad Boys yang merupakan legenda musik rock.
Zabdiel memohon restu kepada Eddy, Ronny, dan Benny agar semua rencana berjalan lancar tanpa halangan.
Ronny berpesan bahwa jagat musik sedang tidak bersahabat dengan musik rock, karena saat ini musik rock sudah dianggap tabu.
Zabdiel tahu situasi ini, ia menjawab pesan dari pentolan The Ex Bad Boys itu dengan keyakinan pasti. Bahwa sukses itu tergantung kemauan Tuhan YME, karena bagi gitaris grup musik tersebut bahwa sukses adalah jawaban dari Nya.
Benny ikut merestui rencana The New Bad Boys, namun ia juga khawatir dengan nasib Zabdiel dan kawan-kawan.
Omen menambahkan bahwa The New Bad Boys tidak akan takut menghadapi guncangan intervensi publik mengenai gaya bermusiknya.


Ronny mengatakan bahwa untuk menghancurkan tabu nya sebuah jenis musik, The New Bad Boys harus bereksperimen dan memiliki strategi dagang yang jitu.
Omen setuju dengan apa yang dikatakan Ronny, tapi Zabdiel masih ragu-ragu' apa bisa karya The New Bad Boys diterima masyarakat ?
Lalu Benny menuliskan alamat diatas secarik kertas lalu diberikan kepada Zabdiel, isi dari kertas itu adalah tulisan berbunyi alamat rumah seorang produser musik.
Benny rupanya menyuruh The New Bad Boys untuk menemui seseorang yang namanya tertera di atas kertas itu.
Kemudian, mereka berempat segera meninggalkan markas The Ex Bad Boys untuk mencari alamat rumah seseorang yang ternyata adalah produser.
Kesana-kemari jalanan kota dilalui, dengan berjalan kaki mereka menelusuri kumuhnya sudut kota. Mereka berjalan terus tanpa memperhatikan cuaca yang semakin panas.
Setelah berjalan-jalan, mereka tidak menemukan alamat yang dimaksud. Mereka hampir putus asa setelah alamat yang dicari tak kunjung ditemukan.

(Bersambung)

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 02)


Dengan tegas panitia mengatakan bahwa lagu "Area 69" merupakan lagu yang tidak diperbolehkan untuk dinyanyikan.
Karena lagu tersebut memiliki unsur vulgarisme dan liriknya terlalu banyak menggunakan kata-kata kotor.
Lucunya, panitia menganggap bahwa New Bad Boys tidak layak bermusik dengan gaya semacam itu.
Lantas, para personil New Bad Boys harus pulang dengan tertunduk lesu sambil mandi keringat.
Sesampainya, mereka memberitahu apa yang terjadi beberapa jam setelah festival.


New Bad Boys merasa bahwa musik yang mereka mainkan tidak berhasil membuat orang puas.
Melainkan mendapat kecaman dan olok-olokan dari pengunjuk acara festival musik bahkan peserta lain pun juga ikut mengejek mereka.
Kelihatannya The Ex Bad Boys harus meninjau ulang dan mengevaluasi kinerja grup musik yang mereka bentuk ini agar mampu memiliki daya saing dan nilai jual tinggi seperti grup musik lainnya.

Eddy menilai kegagalan dalam bermusik yang dilakukan New Bad Boys merupakan kesalahan dari letak posisi.
Posisi tersebut adalah vokalis, New Bad Boys sejak didirikan memang belum punya vokalis dan jabatan vokalis untuk sementara masih disandang oleh pemain bass.
Ronny berencana untuk mengadakan audisi lagi, kali ini untuk mencari vokalis yang suara vokalnya cocok dan berkarakter seperti yang diinginkan.


Dengan modal 500 lembar kertas poster yang digarap lewat Corel Draw, Eddy menempelkan kertas ajakan di tembok-tembok dan mading-mading sekolah agar ada orang yang berminat menjadi vokalis.
Dalam waktu 1 minggu saja, rupanya yang ikut mencalonkan diri sebagai vokalis ada 100 orang peserta, mereka berasal dari latar belakang yang berbeda dan selera bermusik yang macam ragamnya' kelihatannya persaingan akan makin ketat


Tibalah saatnya proses audisi untuk calon vokalis New Bad Boys, cara bernyanyi dan bergayanya juga sesuai dengan kemampuan vokalnya.
Ada yang gayanya seperti Elvis Presley, Ada yang nyanyinya seperti David Lee Roth, Ada yang stylenya sangar tapi suara vokalnya fals dan macam-macam sekali tingkah dan polah para peserta audisi tersebut. Rupanya Eddy, Ronny dan Benny sudah menduga bahwa audisi seperti ini akan lama.


Mereka bingung untuk menentukan pilihan, karena rata-rata mereka cukup bervariatif dan memiliki kriteria yang cocok.
Untuk mendapatkan pemenang dari ajang semacam ini, The Ex Bad Boys melakukan seleksi fase terakhir' seleksi fase terakhir ini adalah tampil dengan menyanyikan lagu berjudul "Area 69" yang diiringi oleh para personil New Bad Boys.
Satu per satu mereka menyanyikan lagu tersebut dengan caranya sendiri.


Entoh, diantara 50 peserta audisi ternyata dianggap gagal karena suara vokalnya tidak cocok.
Bahkan mereka semua tidak berhasil akibat inkonsistensi yang mereka miliki, mereka bernyanyi tidak menggunakan penghayatan tetapi menggunakan kesembronoan.
Nyaris, tidak ada yang bisa menyanyikan lagu "Area 69" secara fasih dari segi pengucapan lirik dan pengendalian nada suara.
Bahkan sampai peserta ke 98 tetap saja gagal'

Alangkah runyamnya kejadian yang dialami Eddy, Ronny dan Benny.
Dari sekian banyaknya peserta rupanya masih saja gagal mencari vokalis untuk grup musik asuhannya itu.
Tetapi ada satu peserta lagi yang menurut mereka bertiga memiliki aura berbeda, dia memang bukan penggemar musik rock maupun jenis musik yang lain.
Dia berbakat dalam olah vokal dan bergaya diatas panggung, kharisma yang dimilikinya sangat luar biasa


Peserta terakhir ini maju ke depan dengan raut wajah gugup dan memancarkan sorot mata yang aneh.
Tampangnya bukan tampang sangar, penampilannya sungguh jauh dari kesan modis apalagi keren. Dia mulai mempraktekan tehnik vokalnya didepan The Ex Bad Boys.
Dan alangkah terkejutnya mereka bertiga saat mendengar lantunan suara dari bibir peserta yang satu ini.
Dia membuat Eddy, Ronny dan Benny kagum setengah mati hingga mereka terpedaya oleh kualitas mumpuni peserta terakhir audisi pencarian vokalis itu.
Setelah lagu selesai dinyanyikan, mereka bertiga menyatakan lulus untuk peserta yang satu ini.
Mendengar keputusan 3 orang musisi tua tersebut, peserta yang baru saja menyanyi itu melakukan sujud syukur sambil mengacungkan kedua jari telunjuknya ke atas.
Rupanya The New Bad Boys sudah menemukan sosok vokalis yang tepat dan tidak salah lagi dialah orangnya.


Rupanya inilah waktu yang tepat untuk mengumumkan kepada publik siapa sebenarnya para personil The New Bad Boys.
Untuk pemain drum di jabat oleh Lucky, pemain bass guitar di jabat oleh Ferry, pemain guitar di jabat oleh Zabdiel dan untuk vocal nya di jabat oleh Omen.
Mereka digadang-gadang akan menjadi grup musik terkenal yang akan jadi idola baru masa depan dan akan menjadi legenda baru musik rock.

(Bersambung)

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 01)


Diceritakan pada era 90an, ada sebuah grup musik yang cukup populer bernama "The Ex Bad Boys", mereka adalah trio musisi yang kehebatannya cukup teruji.
Lagu-lagu yang dihasilkan tidak kalah dengan lagu-lagu ciptaan musisi luar negeri, bahkan dipuncak karirnya mereka mendapat penghargaan tertinggi dalam ajang penganugerahan musik.
Sayang, semua itu tinggalah kenangan belaka... Yang tersisa hanyalah keterpurukan dan ketidaksukaan masyarakat dengan musik yang mereka mainkan.
The Ex Bad Boys merupakan grup musik bergenre Rock, mereka dikenal sebagai grup musik Rock dengan gaya bermusik yang cukup nyeleneh dan tidak mengikuti mahzab yang sedang jadi trend.
Mereka tetap mempertahankan gaya semacam itu hingga akhir masa kejayaannya.
40 tahun sesudah masa kejayaannya berakhir, The Ex Bad Boys yang dulunya dipuja-puja oleh penggemar fanatiknya kini hidup terbelakang dan tersingkir dari hingar bingar dunia showbiz.

Penyebabnya hanya satu, yakni menurunnya popularitas musik rock di bursa musik akibat menjamurnya musik yang tidak berbobot sekelas K-Pop dan Pop Melayu.
Hampir setiap hari lagu-lagu itu terdengar di radio dan televisi, bahkan di acara pesta pernikahan, khitanan dan perpisahan sekolah maupun universitas.
The Ex Bad Boys mulai cemas dengan hadirnya musik-musik tidak berbobot itu, apalagi anak muda dizaman itu mulai berbusana sangar tetapi gaya bicaranya seperti lonte.
The Ex Bad Boys berencana menyelamatkan musik rock yang gaungnya sudah tidak terdengar dan terasa dalam kehidupan sehari-hari.
The Ex Bad Boys sempat memikirkan rencana untuk "Come Back" dengan menggarap sebuah album yang berisi lagu-lagu lama dan beberapa lagu-lagu baru.
Namun, apa hendak dikata...
Mereka tidak punya biaya untuk mewujudkannya.
Mereka butuh manager dan produser yang pro aktif terhadap rencana mereka, kalau sampai The Ex Bad Boys salah pilih' maka tujuan utama mereka gagal total.
Hari demi hari mereka mencoba mencari manager dan produser yang sesuai dengan hasil rembugan.
Namun, hampir semua manager dan produser banyak yang menolak permintaan mereka' alasannya adalah rendahnya nilai kontrak yang diserahkan lewat proposal.
Mereka ingin The Ex Bad Boys membayari para manager dan produser itu dengan jumlah yang tidak sesuai dengan isi proposal.
Sayang, The Ex Bad Boys tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membutuhkan jasa mereka.
Akhirnya mereka bertiga harus gigit jari dan menerima kenyataan bahwa grup musik sekelas mereka sudah tidak laku lagi di dunia showbiz.


Maka dengan demikian, The Ex Bad Boys memutuskan untuk bubar.
Namun, beberapa fans mereka menolak pembubaran' karena mereka semua menilai bahwa The Ex Bad Boys masih punya potensi untuk kembali sukses seperti pada masa jayanya.
Namun, mengingat sudah tidak muda lagi' mereka memutuskan untuk mencari pekerjaan lain selain menjadi musisi.
Keputusan pun terucap, The Ex Bad Boys akhirnya merencanakan untuk mencari para pewaris ilmu bermusiknya.
Mereka ingin meregenerasi musisi rock yang sudah uzur, dengan berbagai macam upaya dan usaha mereka mengadakan audisi untuk mencari rocker-rocker penerusnya.


Sebelum memasuki inti cerita, kita akan berkenalan dengan para personil The Ex Bad Boys satu per satu.
Pertama, pada posisi vokalis dan gitaris ada seorang pria paruhbaya bernama Eddy. Kedua, pada posisi bassis dan keyboardist ada seorang pria berambut ubanan bernama Ronny dan Ketiga ada seorang pria lagi yang berkepala botak dengan posisi sebagai drummer bernama Benny.
Eddy, Ronny dan Benny adalah trio musisi dengan rata-rata usia 50 tahunan yang dulunya merupakan idola remaja masa terdahulu.
Eddy dikenal sebagai vokalis yang suaranya dahsyat dan menggelegar, Ronny dikenal sebagai bassis yang jago atraksi dan mampu menciptakan lagu. Sedangkan Benny dikenal sebagai drummer paling hebat dan tiada duanya dalam memukul perkusi.


Pernah suatu ketika The Ex Bad Boys merilis sebuah album berjudul "First Mission" sebagai debut perdana.
Album "First Mission" tidak sukses seperti yang diharapkan, karena album ini dibuat secara amatir dan direkam lewat sesi rekaman indie label.
Menurut cerita, "First Mission" adalah album klasik yang sudah langka di pasaran karena hanya dijual sebanyak 100 copy.
Lalu The Ex Bad Boys merilis album keduanya dengan judul "Second Strike" lewat label rekaman resmi.
Dalam waktu 1 minggu pasca peluncuran, album "Second Strike" laris manis hingga terjual 500.000 copy. Bahkan mereka sempat diberi penghargaan bulanan dari perusahaan rekaman sebagai pendatang baru terbaik.
Kemudian mereka kembali merilis album ketiga dengan judul "Third Experience" yang terjual 15.000.000 copy dalam waktu 1 tahun saja.
Ini merupakan prestasi terbesar yang pernah dicapai Eddy, Ronny dan Benny dalam berkarir dibidang musik.


Angka penjualan album "Third Experience" sampai hari ini belum tersaingi oleh grup musik manapun.
Bahkan hingga akhir masa kejayaan musik rock, angka penjualannya tak pernah tersaingi hingga pada akhirnya album tersebut mendapatkan gelar terhormat sebagai album terbaik sepanjang masa.
Kita kembali ke topik awal, The Ex Bad Boys saat itu sedang sibuk mencari bibit-bibit muda agar musik rock bisa disenangi publik.
Mereka berkelana kesana-kemari guna menemukan calon rocker generasi baru.
Tak disangka terpilihlah 3 orang dari latar belakang berbeda, Eddy mendapatkan seorang calon gitaris.
Ronny mendapatkan satu calon bassis dan Benny mendapatkan satu lagi calon drummer.
Sayang, mereka belum sempat mendapatkan calon vokalis untuk rencana pembibitan musisi rock baru.
Pencarian belum berakhir, 3 calon musisi rock pilihan itu diuji lewat sebuah festival musik yang diadakan di gedung kesenian.
Namun, 3 calon musisi rock ini belum membentuk sebuah grup musik karena tidak adanya vokalis.
Maka terpaksa calon musisi yang bermain bass lah yang menjadi vokalis sementara.
Dibawah bimbingan para pentolan The Ex Bad Boys, trio calon musisi rock baru itu dinamai sebagai "New Bad Boys".
Mengingat mereka bertiga merupakan grup musik dibawah bimbingan Eddy, Ronny dan Benny. New Bad Boys tampil diatas panggung dengan membawakan salah satu lagu karya The Ex Bad Boys yang berjudul "Area 69".
Konon, lagu "Area 69" merupakan lagu paling terkenal dan paling kontroversial yang pernah diciptakan.
Ronny lah yang menulis lirik dan merancang aransemen musiknya, sontak para peserta festival lainnya geger setelah mendengar lagu yang katanya sudah dilarang diputar di radio dan di jual albumnya di toko kaset.
Setelah lagu tersebut dimainkan, panitia yang mengetahui hal itu segera mendiskualifikasi penampilan New Bad Boys.
Sontak New Bad Boys tidak terima atas keputusan panitia yang mendiskualifikasi mereka.

(Bersambung)