Kamis, 24 November 2016

MY SEX STORY : MALAM PERTAMA (PART 01)

Cerita ini bermula saat aku & istriku tercinta baru saja menyatakan janji sehidup semati didepan Bapak Penghulu.
Semua orang dengan khidmat menghadiri proses pernikahan antara dua insan yang dimabuk asmara.
Aku hanyalah pria normal yang memiliki kekurangan, sedangkan istriku itu wanita yang berbalut kemewahan dan keindahan duniawi. Kami berdua sudah sah sebagai pasutri dan siap menjalani bahtera rumah tangga.
Aku terlahir dari keluarga biasa saja, gajiku tak seberapa besar dan pangkatku cuma itu-itu saja.
Sedangkan istriku adalah anak saudagar kaya raya, tetapi dia menganggur karena menurut tradisi keluarganya setiap anak wanita tidak berhak mencari nafkah dan wajib dinafkahi.
Istriku sebenarnya bukan termasuk anak yang manja, walaupun terlahir dari golongan milyuner kelas wahid.
Tetapi kepolosan dan sopan santunnya itu yang membuat orangtuanya memutuskan untuk mencarikannya calon suami.
Ndilalah, calon suami yang tepat untuknya adalah aku... Kok aku sich ?
Emang nggak ada yang lain ?
Kan, masih banyak anak orang kaya yang mau menafkahi dia dan siap membawakannya mahkota bersulam emas permata.
Tetapi, keluarganya bekomitmen bahwa Pria yang pantas menjadi menantu dikeluarga itu hanyalah pria yang mau serius bekerja tanpa mengekor kesuksesan orantuanya.
Dan dialah aku, anak orang biasa yang bekerja siang malam mengais rejeki ditengah majunya peradaban dan teknologi.


Sore itu aku dan istriku bersanding dikursi pelaminan, semua tamu hadir dari berbagai penjuru kota.
Aku sendiri hanya anak desa, aku tidak punya banyak saudara dan keluarga karena aku terlahir dari keluarga sederhana.
Begitu disuguhi kemewahan seperti ini, aku bingung... Mau diapakan semua pemberian orang ini ?
Dalam balutan busana pengantin, aku dan istriku duduk dengan kondisi pikiran yang tidak menentu.
Sebab, inilah pertamakali aku duduk disamping wanita yang diperlihatkan kepada semua orang. Padahal duduk berdua menurutku dianggap tidak sopan karena melanggar norma adat.
Tetapi, kalau sudah menikah begini... Rasanya rasa canggung dan malu masih melekat dalam psikologisku.
Waktu berlalu dengan cepat, beberapa jam setelah resepsi... Aku dan istriku harus melepas pakaian pengantin karena besok harus dipakai pengantin yang lain.
Malam semakin larut, Jam dinding menunjukkan detik menjelang tengah malam.
Aku dan istriku baru saja melakukan Sholat Isya dan Sholat Sunnah, kubuka pintu kamar dan keadaan makin menegangkan.


Sebab, inilah moment yang tak terlupakan itu terjadi disaat aku baru membuka pintu. Aku dan istriku sayang mulai melakukan persiapan menjelang tidur.
Rencananya besok aku dan istriku harus berkunjung ke rumah sanak saudara untuk memperkenalkan kehidupan baru ini.
Aku duduk diserambi ranjang tidur, kulihat istriku sedang ganti baju. Dan saat istriku mau ganti baju, istriku memanggilku...
"Mas, sini dong..." panggilnya
"Ada apa ?" tanyaku
"Aku masih merasa belum terbiasa dengan semua ini" katanya dengan nada pelan
"Sama, aku juga nggak begitu terbiasa... Biasanya tidur langsung selonjor' eh... Sekarang malah harus begini" kataku sambil menatap wajahnya
Kalian tahu, istriku yang satu ini memang sensasional dan tidak seperti wanita umumnya. Dulu aku sering sekali diejek teman kalau urusan wanita, dan diantara mereka hanyalah aku yang baru menikah.
Teman-temanku menikah sudah cukup lama, bahkan sejak lulus SMA saja mereka sudah kebelet nikah. Katanya sich nikah itu asyik dan membawa tantangan luar biasa.
Aku duduk disampingnya, istriku memang agak pemalu tapi sifat pemalunya itu yang membuatnya tambah cantik. Tidak kusangka, senyuman dilesung pipinya makin merona.
"Mas, aku senang bisa berduaan disini" katanya
"Aku juga iya, tapi kok kamu masih canggung begitu ?" tanyaku sambil heran
"Sebab, aku nggak pernah berduaan dengan pria lain selain kamu Mas..." katanya jujur
"Emang kamu nggak pernah pacaran ?" tanyaku
"Nggak pernah, malahan orangtuaku bilang pacaran tidak dibenarkan dalam agama' katanya pacaran itu bisa menjurus ke perzinahan" katanya
"Masa sich, kan nggak perlu berlebihan gituh' itu semua tergantung siapa pelaku pacaran itu sendiri" ujarku
"Cuma, kalau mau berduaan' ya harus nikah dulu seperti tadi' dan setelah itu baru boleh.." bilangnya
"Maksudnya, boleh...?" tanyaku heran
"Boleh..." jawabnya
"Boleh apa ?" tanyaku lagi
"Boleh pegangan tangan" jawab dengan polos Ya, Ampun... Aku pikir boleh apaan' ternyata cuma pegangan doang toh... Maaf, habis pikiranku terlalu jauh ke sana-sana.

(Bersambung)

Senin, 24 Oktober 2016

Puisi : Dirimu

Wajahmu memancarkan cahaya yang lebih terang dari bulan
Andaikan engkau memiliki sayap indah bagai angsa 
Pasti kau akan terbang dan hinggap dihatiku 
Bila kau menangis maka air mata itu adalah kerinduanmu terhadapku

Aku cukup mengerti apa yang sedang kamu rasakan, 
Rasa hampa dan bosan menggenggam hatimu.
Tetapi semua itu akan lenyap, karena dekapan tanganku selalu membuatmu merasa nyaman, 
Meski cengkeramanku begitu kuat.
Sulit rasanya melepas genggaman tanganmu, rasanya seperti magnet yang tidak bisa berlawanan arah.
Kalaupun bisa lepas, rasanya tidak mungkin' karena semakin dipisah maka semakin menyatu.

Malam pun larut bagaikan gula yang diaduk dalam gelas kaca
Seribu bintang bertebaran diatas langit tanpa gumpalan mega
Mereka bersaksi atas apa yang kau alami
Tangisan yang keluar dari pipimu adalah pujian bagiku
 
Mereka bersuara atas apa yang kau derita kini
Jeritan hati yang menggelegar dari dadamu adalah panggilan bagiku
Terjerembab diriku dalam bayangan wajahmu
Terjerembab diriku diantara sekian banyaknya suaramu

Seandainya engkau datang malam ini
Izinkanlah aku menyambutmu dengan pelukanku ini

Didalam mimpi dan kenyataan
Engkau selalu menjadi pujaan
Namun entah mengapa aku gila
Setelah engkau membuatku gila

Sabtu, 08 Oktober 2016

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 08/END)


 Gambar : Formasi Jamrud sesudah meninggalnya Sandy Handoko dan Fitrah alamsyah



Memburuknya kondisi kesehatan Sandy Handoko, membuat management begitu prihatin atas kejadian ini. Mereka berencana untuk membatalkan semua konser yang tersisa demi menunggu perkembangan kesehatan sang drummer.

Didepan wartawan, Krisyanto dan Aziz M.S. mengatakan bahwa Sandy hanya mengalami kelelahan akibat konser yang dijalaninya bersama Jamrud. Sehingga harus istirahat yang cukup dan tidak boleh beraktivitas seperti biasa, padahal itu cuma dalih agar kejadian yang sebenarnya tidak diketahui oleh publik.

Rupanya maut tidak bisa ditunda, Tanggal 2 Oktober 2000' Sandy Handoko menghembuskan nafas terakhirnya setelah bertarung melawan penyakit Hepatitis B dan Kecanduan Narkoba. Sebuah pukulan telak bagi Jamrud yang notabene grup musik papan atas.

Duka menyelimuti kubu grup musik asal Cimahi itu, sampai-sampai warga Kota Cimahi menyesalkan kepergian Sandy Handoko yang baru saja sembuh dari kecanduan narkoba. Cuma, karena ada penyakit lain yang menggerogoti tubuhnya sejak lama, maka proses penyembuhan hanya berjalan 45 %.

Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung menjadi saksi kepergian drummer berbakat itu yang mulai berkarir bersama Jamrud sejak tahun 1990. Terhitung, Sandy Handoko adalah personil paling loyal diantara yang lain karena ia menganggap bahwa Jamrud adalah grup musik terakhirnya.

Seluruh penggemar Jamrud berduka, menjelang peluncuran album ke 4 yang diberinama "Ningrat"...
Jamrud harus survive karena sudah tidak diperkuat sang drummer yang begitu cepatnya' menurut penuturan keluarga sebenarnya Sandy merupakan sosok orang yang baik dan tidak pernah melawan perintah orangtua.

Namun, karena salah pergaulan dan terhipnotis oleh kemewahan yang didapatkan setelah sukses bersama Jamrud membuat dirinya jauh dari pengawasan keluarga. Bahkan Sandy Handoko telah meninggalkan seorang istri dan seorang putri yang masih balita.

Kali ini Jamrud harus hidup dengan 3 personil tersisa, yakni Krisyanto, Aziz M.S. dan Ricky Teddy serta bantuan tenaga dari Husin Suherman yang dinyatakan sebagai pengganti Sandy Handoko. Semenjak peristiwa memilukan itu, Jamrud akan harus menghadapi evolusi musik yang nantinya akan didominasi grup-grup musik beraliran Pop Rock, Dangdut dan Melayu.

(TAMAT)

Kamis, 15 September 2016

MY SEX STORY : WUJUD PERMINTAAN MAAF SEORANG ISTRI (PART 03)


Percumbuan tingkat kedua dilanjut dengan berciuman ala perancis.
Setelah mencium puting istrinya, Lelaki itu mencium leher dengan penuh nikmat, serasa melayang jiwanya ciuman itu mengakibatkan peningkatan jumlah keringat.
Lalu dilanjut mencium bibir sambil menekan-nekan wajahnya hingga nafas seperti orang berlari.
Wanita itu dicium dengan mesra, meski pelan tapi rangsangan pada ciuman bibir telah membuatnya terbuai.
"Aku benar-benar terbuai, suamiku... Cium terus bibirku yang seksi ini hingga habis" gumam wanita
"Tak kusangka, kamu benar-benar sudah dalam kendaliku" gumam lelaki
Keadaan pada malam itu seperti didalam tungku panas, karena panasnya birahi mampu membakar emosi di jiwa.
"Sayang, aku sudah basah... Ayo cocokan dulu alat vitalmu" gumam wanita
"Sekarang terimalah rudal kendali yang ada didepanmu" gumam lelaki
Melihat alat vital wanita yang menjadi istrinya basah karena rangsangan, maka tanpa menunggu waktu ditekanlah alat vital wanita itu secara perlahan.


Namun, lembutnya kulit alat vital lelaki itu membuat tekanan terasa lembut dan seperti sengatan listrik.
"Ahhhh... Ahhhhh.... Lembut sekali kulitmu, aku jadi geli" gumam wanita
"Oh, sudah terasa nikmat ya... OK' akan kutekan lebih dalam" gumam wanita
Otomatis tekanan alat vital lelaki itu membuat wanita tersebut menggelinjang hingga ekspresi wajahnya terlihat menggoda.
"Bidadariku, wajahmu terlihat cantik saat kau merasakan tekanan dari alat vital ini... Bagus kalau begitu" gumam lelaki
"Jangan berhenti, terus oh.... oh.... Geli sekali.... Ahhhh.... Ahhhh...." ujar wanita sambil mendesah
Penetrasi yang dilakukan lelaki tersebut membuat wanita itu mencapai puncak kenikmatan birahi, yakni orgasme.
"Sayang, aku mau pipis... Tapi ini kok rasanya agak ngilu" gumam wanita
"Akan kutunggu pipismu, aku juga mau pipis sebentar lagi" gumam lelaki yang menekan-nekan alat vitalnya


Lalu kondisi menjadi krusial, dimana kedua mahluk yang sedang mendendangkan tarian asmara tingkat tinggi itu akan mengalami climax.
Dan apa yang terjadi ?
Semprotan air kehidupan dari 2 mahluk yang dimabuk asmara itu akhirnya bercampur dan berakhir indahlah permainan itu.


Sepasang Insan yang bergulat dimalam itu sama-sama terkapar lelah akibat permainan liarnya.
Hangatnya air kehidupan membasahi alat vital wanita itu sehingga terasa lembab.
"Gila, inikah akibatnya saat melayani pasangan ?" gumam wanita
"Oh, berapa banyak tenaga yang kukeluarkan sejauh ini ?" gumam lelaki
Mereka lemas diatas shofa, lalu salah satu diantara mereka bertanya :
"Sudah lelah ?" tanya wanita
"Aku sudah... sudah..." jawab dengan nada pelan
"Sebentar, kamu belum lelah ?" tanya wanita
Lelaki itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa permainan belum selesai.
"Hangat sekali, kamu sudah buat aku basah total... Sekarang giliran aku yang akan membalasmu" kata wanita itu dengan kondisi lemah
Pergerumulan berlanjut saat lelaki yang sedang duduk melemah itu melihat wanita tersebut berdiri.


Dia rupanya sedang menari dengan gerakan yang aduhai sehingga dorongan nafsu timbul kembali.
Lelaki yang terkulai lemah itu lantas bangkit lagi libidonya hanya karena melihat istrinya itu menari dengan gerakan yang biasa dilakukan penyanyi orkes.
Sontak alat vital yang sudah mengecil tiba-tiba membesar dan memanjang walaupun basah dengan cairan air kehidupan.
Lelaki yang terduduk diatas shofa itu terkagum-kagum dengan gerak lemah gemulai wanita yang ada didepan matanya.
"Tumben, kamu menari dengan gerakan yang kembali merangsangku" gumam lelaki itu
Tanpa iringan suara, wanita itu menari dengan cekatan sehingga aksi sesungguhnya pun dimulai yakni melakukan oral sex.
"Suamiku, izinkan aku mencium rudalmu yang kokoh itu" kata wanita itu dengan nakal
"Ciumlah, sentuhlah, rasakanlah sepuas-puas hatimu" kata lelaki itu
Kontan saja kedua tangan wanita itu menyentuh alat vital lelaki tersebut dan mengocoknya.
"Ahhh.... Kamu ini, aku belum mau dikocok... Eh... Sudah nyelongcong duluan" gumam lelaki sambil tersenyum
"Sayang, biarpun alat vitalmu baunya pesing' tetapi aku cinta karena kau begitu perkasa" gumam wanita sambil mengocok alat kelamin dengan senyum manis.


Mereka berdua saling menunjukan rasa senyum walaupun berkeringat, luar biasanya lagi mereka begitu menikmati suasana malam itu.
"Tanganmu halus sekali, ayo cepat kocok terus..." perintah lelaki itu
"Aku memang ingin melakukan ini demi kamu dan juga keharmonisan rumah tangga kita" kata wanita itu sambil bermain alat vital
"Wah, aku sudah mulai ingin..." kata lelaki dengan pelan
"Ingin keluar ?" tanya wanita itu
"Sayang... Aku minta tambah temponya yach... Biar langsung keluar" bilang lelaki itu sambil meratap
"Baik, akan kulakukan sekarang..." ujar wanita itu
"Ahhhh.... Cepat lakukan saja' kalau kamu masih merasa risih denganku" jawab lelaki tersebut
"Ihhhhh... Masa aku risih dengan alat vitalmu ?, aku kan istrimu sendiri' masa risih dengan anumu sayang..." balas wanita itu sambil mempercepat tempo permainan.


Tak lama, kondisi psikologis lelaki yang menjadi suaminya itu kian menunjukan rasa nikmat. Dan tiba-tiba meneteslah air kehidupan dari lubang saluran kencing lelaki itu.
Wanita yang mengocok alat vital lelaki itu melihat dengan terbelalak kedua matanya. Melihat begitu banyaknya air kehidupan menetes, segera wanita yang menjadi istrinya itu menjilat alat vital lelaki tersebut hingga benar-benar terpesona.
"Ehhmmmm... Ehhmmmmm selai abu-abu yang nikmat, aku suka rasanya dech..." kata wanita itu sambil menjilat-jilat dan mencium alat vital.
"Sayang, aku bangga kamu mau lakukan itu' biasanya tidak..." kata lelaki itu
"Ahh... Ini merupakan kewajiban muliaku sebagai pasangan setiamu, wahai tampan" jawab dengan penuh rasa suka cita
Lalu permainan ini diakhiri dengan pelukan manis yang dilakukan lelaki itu dengan wanita yang menjadi istrinya.
Pelukan mesra itu menjadi penutup kemesraan tingkat tinggi pada malam tersebut.
"Jadi ini ungkapan maafmu atas kesalahanmu tadi siang ?" tanya lelaki itu
"Maaf, aku sengaja melakukan ini demi mendapat maafmu atas ketidakbaikanku terhadapmu" jawab istri sambil dipeluk
"Ya... Ya... Ya... Aku terima maafmu, tapi janji' nanti kalau buat masakan jangan keasinan lagi" ancam lelaki itu sambil mendesah
"Aku janji, dan jika aku salah lagi' maka aku akan meminta maaf lagi dengan cara seperti ini" balas wanita itu dengan bisikan mesra
Akhirnya rasa puas lelaki atas permintaan maaf wanita itu menjadi sebuah pertanda bahwa rumah tangga mereka berdua begitu indah bagaikan di surga.

(END)

MY SEX STORY : WUJUD PERMINTAAN MAAF SEORANG ISTRI (PART 02)


Lalu, pertemuan itu berlanjut dengan sebuah percumbuan tingkat pertama.
Yakni, saling bersentuhan kulit dan meraba-raba' lelaki itu mulai mengelus-elus kedua tangannya ke paha putih wanita tersebut, tidak lupa lelaki itu melucuti tanktop dan hotpants yang dikenakan wanita tersebut hingga bugil tanpa sehelai benangpun.
"Inikah perjamuan malam hari yang kuimpikan itu ?" gumam lelaki
Sembari duduk di shofa, lelaki itu dengan perlahan menjamah indahnya tubuh wanita yang menjadi istrinya.
Sementara itu wanita yang dari tadi dijamahi tubuhnya cuma bisa tersenyum tak berbuat apapun dan hanya merasa senang karena inilah yang ditargetkannya.
Dalam hati ia merasa misi permohonan maafnya sudah diterima, dan sebagai wujudnya lelaki yang berada disampingnya itu meciumi beberapa bagian tubuh moleknya sepuas hati.
"Suamiku, sentuhlah kulitku yang indah ini sepuas hatimu... Aku pasrah jiwa raga" gumam wanita itu
Percumbuan begitu memanas saat tubuh wanita itu merebah dengan kaki bersandar diatas shofa. Senyum binal nan nakal yang terukir dari pipi wanita itu makin menambah bahagia raut wajah lelaki yang sedang merebah.


"Sayangku, kau sudah berani membuatku begini... Kau benar-benar tahu kebutuhanku" kata lelaki dengan pelan
"Kewajibanku adalah membahagiakanmu hingga ajal menjemput, hatiku hanya untukmu selalu... Wahai tampan" puji wanita itu dengan pelan
"Rambutmu indah nan halus, hidungmu mancung, dadamu mengembang bagai gunung diantara lembah sempit... Jujur aku ingin..." katanya pelan
"Ingin apa ?" tanya pelan
"Aku mau..." jawab pelan
"Mau apa ?" tanya pelan
"Aku mau... hmmmmmm, hmmmmm" jawab lelaki sambil mencium bibir payudara wanita itu
"Ahhhhhh..... Ahhhhhhh..... Sayang, kamu mulai terpancing ya ?" tanya sambil mendesah
Belum sempat menjawab, ciuman sudah mendarat dengan cepat
"Aku mencintaimu, dan semua yang kulakukan ini adalah ungkapan nyata dariku" jawab lelaki
"Aku juga sayang, ayo sekali lagi' lalu lakukanlah sampai puas dan tuntas" ujar wanita dengan pelan
Akhirnya mulailah pergumulan birahi yang membakar suasana malam itu. Lelaki itu melakukan hal yang sudah lumrah dalam percumbuan, yaitu menjamah seluruh tubuh wanita.


Dengan leluasa lelaki itu mencengkeram kedua tangan wanita tersebut hingga terkunci.
Wanita itu hanya tersenyum dan romantisme gila pun berlanjut kala lelaki itu mencium dahi lalu turun ke hidung dan berakhir di bibir.
Ciuman dibibir inilah yang menambah tingginya libido lelaki yang menciumnya. Seketika ereksi pada alat kelamin pun mulai membuat celana dalam yang dipakai sesak.
Wanita yang kedua tangannya sudah terkunci oleh cengkeraman itu lantas mulai membalas.
Ia menggunakan kedua kakinya untuk melepas celana dalam yang dikenakan lelaki itu.
Setelah celana melorot, terlihat sebatang alat kelamin yang sudah mengeras. Wanita itu pun tersenyum karena rupanya dia begitu merindukan tusukan maut alat vital lelaki itu.
"Yeah... Itu dia yang kunanti' sebatang tongkat bernyawa yang panjang dari suamiku" gumam wanita
Melihat ekspresi wanita itu, lelaki yang sudah mencengkeram kedua tangan wanita itu segera melakukan peningkatan tensi permainan.
Bibir lelaki itu mulai menempel di puting wanita tersebut, lantas dihisapnya sampai wanita itu terangsang.
"Auwwwww.... Auwwwwww.... Auwwwwww.... Dasar pria tidak tahan nafsu" desah wanita itu dengan nakal
Ciuman lelaki itu dengan brutal mulai menyebabkan pikiran wanita tersebut kacau balau.

(Bersambung)

Selasa, 13 September 2016

MY SEX STORY : WUJUD PERMINTAAN MAAF SEORANG ISTRI (PART 01)


Malam itu seorang lelaki sedang menaiki sepeda motor sambil terkantuk-kantuk, dalam hatinya ia berfikir bahwa pasti setelah sampai dirumah akan dimarahi istrinya.
Sesampainya dirumah terlihat sudah sepi, lampu tidak menyala dan hanya terdapat lampu pengusir nyamuk yang menyala.
Ketika hendak mengetuk pintu, lelaki itu berfikir sejenak karena takutnya jika dibukakan pintu maka ia akan diomeli istrinya.
Lalu diketuk pintunya sampai tiga kali, dari dalam terdengar suara kunci yang dimasukan lalu terbukalah pintu itu.
Dari luar lelaki itu heran, mengapa gelap sekali didalam' seketika menyala lampu ruangan dengan sendirinya. Tak disangka ketika lelaki itu masuk ke dalam, muncul sesosok wanita yang sudah mengenakan tanktop dan hotpants.
Lelaki itu heran, mengapa ada wanita dirumahnya' lelaki itu bertanya :
"Siapa kamu, aku belum mengenalmu ?" tanya lelaki
"Sayang, kamu lupa sama aku ?" tanya wanita
"Suara itu, jangan-jangan kamu..." kata lelaki
"Ini aku, masa dengan istri sendiri lupa ?" tanya wanita
"Waduh, maaf... Aku lupa bahwa kamu istriku" heran lelaki itu
"Memang kenapa, heran dengan diriku sekarang ?" tanya wanita
"Iya, aku baru kali ini melihatmu begitu berbeda dengan pakaian dalam itu" sindir lelaki


"Ehm, aku memang ingin berbeda dari yang sebelumnya' sebab ini kesempatan untuk meminta maafmu" kata wanita
"Minta maaf, memang apa salahmu' wahai permaisuriku...?" tanya lelaki
Sambil ngobrol, lelaki itu duduk di shofa dengan wanita itu.
"Tadi siang aku membuat masakan tidak enak, sehingga kamu pergi meninggalkanku begitu saja" kata wanita
"Oh, masalah itu... Kamu minta maaf dengan cara seperti ini" kata lelaki
"Aku mau kamu menerima hal itu, agar tidak ada kesalahpahaman diantara kita" ujar wanita
"Justru aku yang mau minta maaf, karena sering pulang malam" kata lelaki
"Tapi aku yang salah, jadi daripada kamu sebal lebih baik aku minta maaf secepatnya" ujar wanita
Sambil bersandar, lelaki itu memandangi seluruh bagian tubuh wanita itu hingga menelan ludah.
"Oh, iya... Menurut kamu aku ini seperti apa ?" tanya wanita itu
Mendengar tanya wanita itu, lelaki tersebut sulit membuka mulutnya kerena sudah terangsang.
"Sayang, kenapa diam saja ?, kamu baru tahu indahnya tubuhku ini" ujarnya
"Ahh, aku tidak habis pikir akan mengalami pertemuan dengan seorang Bidadari Surga seperti kamu" kata lelaki
"Pujian itu makin membuatku tersenyum, aku suka caramu memuji' wahai suamiku" balas wanita itu
"Sayang, baru kali ini aku melihat seisi tubuhmu secara utuh' kelihatannya akan lama untuk membahasnya" ujar lelaki
"Ya... Begitulah, karena sesuatu dibalik kaos ini adalah milikmu dan sesuatu yang ada didalam celanaku ini juga milikmu" kata wanita
Mendengar wanita yang menjadi istrinya itu bicara agak nakal, lelaki yang menjadi suaminya langsung melepas pakaian hingga tersisa celana dalam saja.
Lalu, wanita itu menuntun kedua tangan lelaki tersebut menyentuh paha putih yang tersorot lampu.
Sambil menyuruh wanita berkata :
"Sayang, aku ingin meminta maafmu dengan cara ini' kira-kira kamu mau maafkan diriku ?" tanya wanita
"Maafmu kuterima, tapi aku punya syarat" tanya Pria
"Apa Syaratnya ?" tanya wanita
"Kamu harus setia padaku, sebab ini kesempatan untuk mempererat cinta kita" jawab lelaki
"Tadi siang aku salah, karena membuat masakan terlalu asin" ungkap wanita
"Jadi, kamu masak kebanyakan garam sehingga asin begitu" kata lelaki
"Maaf, tadi aku kurang konsentrasi karena sering mengigau" kata wanita
"Tidak usah dipikir, yang penting sudah minta maaf" ujar lelaki
Lalu dipeluklah tubuh wanita itu, pelukan itu begitu erat sehingga kehangatan semakin memanaskan pertemuan.

(Bersambung)

MY SEX STORY : RAHASIA DIBALIK JILBAB (PART 03)


Mereka saling beradu bibir dan menyentuh bagian-bagian tubuh yang menjadi titik rangsangan.
"Ehhhmmm... Mmmmmm.... Emmmmm... Mmmmmm" cium lelaki itu sambil meraba payudara wanita tersebut
"Ehhhmmm.... Kamu mau apain aku Mas ?" tanya sambil merasakan rangsangan
Tetapi tidak dijawab, hanya meraba dan meraba saja. Itulah gairah seorang lelaki yang sedang memuncak.
"Apa yang kamu lakukan mas ? Ehmmm... Geli tahu... Aku.... Kok dimain-mainin sich..." tanya wanita itu sambil mendesah tidak karuan
Lalu keadaan makin brutal saat mereka saling melucuti pakaian masing-masing hingga telanjang bulat.
"Aduh... Hahahahahahaha, kok aku dijatuhin Mas ?" tanya istrinya sambil tertawa setelah dijatuhkan ke atas ranjang
"Kamu harus lihat punya ku... Sekarang ini dia' Torpedo bernyawa yang siap meluluh lantakanmu !" kata suaminya sambil menunjukkan alat vitalnya
"Aduh... Besarnya torpedo Mas' mau dong dimasukin..." goda istrinya sambil meremas alat vital suaminya
"Sayang, jangan kecepetan kalau ngocok... Makin lama makin panjang tahu !" bentak suami dengan nada agak melemah
"Ya Ampun... Masa sich ? Sekarang aku tambah cepet ngocoknya !" kata istrinya sambil meremas-remas alat vital suaminya
Makin lama suasana pikiran lelaki itu makin sensitif ketika dengan nakalnya sang istri memainkan alat vital berbentuk lonjong.
"Masukin aja... Aku udah basah kok' nich lihatin lubangku... Agak lembab kan ?" goda istrinya sambil tersenyum
Tak perlu berfikir, segera dimasukanlah secara bertahap alat vital lelaki itu dengan pelan.
Rupanya, baru sekali masuk wanita itu sudah mulai merasakan hawa hangat dari penetrasi itu.
"Ahhhh... Ehmmmm... Mmmmm... Auwwww..... Awwwww....." desah istrinya sambil menggeliat
"Aku tambah lagi, sekarang" seru suaminya dengan berbisik
"Achhmmmm.... Mmmmm.... Ampun.... Mas..... Aku.... Yang salah.... Karena mengajakmu ginian...." desah istrinya sambil memohon
"hahahahaha, nggak peduli... Karena kamu yang mulai' maka kamu yang menerima hukuman ternikmat dariku !" bisik suami sambil tertawa lirih
Betapa nikmatnya penetrasi yang dilakukan lelaki itu terhadap wanita diatasnya. Tekanan demi tekanan membuat keringat makin bercucuran membasahi sprei dan bantal.
Sudah hampir 30 menit penetrasi yang dilakukan pada malam itu, injeksi maut yang ditekankan oleh lelaki itu makin membuat wanita itu lepas kendali bagaikan hewan kesurupan.
"Ahhhhhhmmmmmmm.... Ahhhhhmmmmmmm..... Uchhhh.... Uchhhhh......" rintih istrinya sambil memejamkan mata
"Sayang, kecantikan wajahmu terpancar saat aku melakukan hal ini... Justru semakin cantik saja saat kamu bernyanyi dengan suara merdu yang aku denger barusan" bisik suami di telinga istrinya
"Mas... Apa iya aku bisa nyanyi ? Padahal.... Aku nggak bisa lho..." ujar istrinya sambil menahan tekanan alat vital suaminya
"Bisa... Nich buktinya kalau kamu bisa nyanyi" sahut suaminya sambil menggoyang alat vitalnya yang sudah dibasahi cairan dari lubang
"Ahhhhh.... Uch...... Ehmmmmm... Waaaaaahhhh... Au......... Yiiii...... Eeeeeee.... Ahm......" rintih istrinya sambil mencengkeram sprei
"Inilah yang aku maksud, suara yang tadi kamu keluarkan itu" bisik suami lirih
"Jadi aku punya suara emas ?" tanya istrinya sambil menatap wajah suami
"Iya, kamu bernyanyi memang merdu saat aku melakukan ini sama kamu" sahut suami sambil tersenyum
"Mas... Aku mau nyanyi lagi' boleh nggak ?" tanya istri
"Boleh... Tapi yang lama yach..." jawab suami sambil melakukan penetrasi lagi
"Ahhhh.... Ahhhhh..... Yes... No.... Auchmmmm.... Hahhhhh.... Hahhhh..." desah istrinya sambil ngos-ngosan nafasnya
Tak lama, suami mulai memberi isyarat bahwa sebentar lagi ia akan kencing dilubang wanita itu.
"Sayang, aku kebelet pipis' tapi bukan pipis bau pesing... Tapi pipis nikmat" kata suaminya sambil ancang-ancang
"Keluarin aja... Nanti kalau spreinya kotor' besok aku bersihin" balas istri sambil menahan kenikmatan
Tanpa diduga, penetrasi terakhir pun terjadi sehingga luberlah air kehidupan ke dalam lubang vital wanita itu.
Mereka pun berhasil mengakhiri percumbuan liar nan menegangkan ketika air kehidupan meresap ke dalam.
"Mas... Aku mengakui dirimu itu memang top !" puji istrinya sambil tersenyum kelelahan
"Thank You My Sexy Wife... Tugasku udah tuntas' tapi aku tidur diatasmu yachh sebentar..." kata suami sambil mengantuk
"Boleh... Tapi jangan lama-lama" kata istrinya
Lalu akibat kelelahan yang berlipat ganda, lelaki yang menjadi suaminya itu tertidur pulas karena seluruh kalori melebur.
Wanita yang menjadi istrinya itu terlihat gembira walaupun dirinya juga ikut-ikutan mengantuk.

Mereka tertidur pulas dengan nyenyak tanpa bergeser atau bergerak. Lalu, beberapa saat kemudian wanita itu membuka matanya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 03.30 dini hari.
"Mas, kamu cinta aku khan... Jujur aku juga cinta kamu, Mas..." gumam wanita itu sambil mengelus rambut suaminya
Terlihat keluarlah air mata dari mata wanita yang menjadi istrinya itu. Ia merasa bahwa usaha yang dilakukannya berhasil.
"Tuhan, aku udah berhasil membuat suamiku terbaring diatas tubuhku yang mungil ini... Semoga apa yang aku lakuin tadi bisa mendapat pahala dan keharmonisan rumah tangga ini" kata wanita itu dalam hati sambil menangis haru
Wanita tersebut menangis sesenggukan hingga lelaki yang berada diatasnya terbangun sendiri.
Dalam keadaan masih menancap alat vitalnya, lelaki yang menjadi suaminya mencoba melepas alat vitalnya dari lubang terlubrikasi.
"Sayang... Kamu kenapa ? Kok nangis sich..." tanya lelaki heran
"Mas... Aku merasa bersalah karena sifat cemburuku tempo hari" jawab wanita itu sambil mengusap pipinya
"Nggak usah dipikir, kamu emang udah tahu keinginanku sejak lama" kata suaminya sambil ikut mengusap pipi istrinya
"Mas... Aku mungkin terlalu posesif dengan perasaanku" ujar istrinya
"Justru itu tandanya kamu mencintaiku sepenuhnya" kata suami sambil mengelus rambut istrinya yang berantakan
"Sayang... Kamu mau nggak melakukan hal ini setiap 3 kali seminggu ?" tanya suami sambil menyentuh dagu istrinya
"Aku mau mas... Aku siap, kapanpun waktumu butuh aku... Aku siap menantimu disini" jawab istri sambil sedikit tersenyum
"Terima Kasih sayang..." kata suami sambil memeluk istrinya
"Aku juga mas... Aku cinta dech sama mas..." sahut istri yang juga memeluk suaminya
Sejak saat itu, wanita yang menjadi istrinya itu kerap berpenampilan seksi dan anggun ketika diranjang. Sudah pasti ini adalah kewajiban rutin setiap hasrat birahi suaminya itu hendak membakar jiwa.
Lama kelamaan, semakin sering bersetubuh... Mereka justru malah dikaruniai keturunan yang baik dan mereka tidak sungkan-sungkan melakukan persetubuhan demi mempertahankan kokohnya rumah tangga.

(END)