Minggu, 14 Oktober 2018

Suara Kita : 7 Tipe Wanita yang cocok dijadikan pasangan menurut selera Pria

Di zaman sekarang ini banyak pria yang kebingungan mencari pacar yang bisa menyesuaikan diri dengan perilaku dan gaya hidup kita sebagai kaum adam.
Sayangnya banyak wanita yang tidak mau tahu mengenai selera pria, bahkan terkesan apatis dengan apa pun hal mengenai gaya hidup pria.

Kali ini kita akan memberitahu untuk para pria yang masih berpegang teguh dengan gaya hidupnya, bagaimana caranya memilih wanita yang cocok dijadikan pacar/istri.
Mulai dari perilaku, selera makan, kendaraan, pakaian yang digemari, kegiatan yang disukai dan tipe wajah yang digandrungi.

01. WANITA YANG SUKA MENONTON SEPAK BOLA

 Foto : Intan Saumadina

Wanita yang satu ini benar-benar gemar menonton sepak bola dan tahu betul seluk beluk tentang olahraga si kulit bundar. Meski suka menonton, tapi cuma sekedar pakai kaos bola saja itu sudah cukup. Bahkan sebagian besar pria lebih menyukai wanita yang suka pakai kaos bola dibanding memakai cadar atau burqa !

Percaya atau tidak, anda harus berani melakukan ini (Khususnya Wanita), jangan ragu-ragu untuk mengganti kebiasaan anda yang hobinya bergosip kini harus dihentikan karena berdosa, maka menonton sepakbola adalah cara yang tepat untuk melunturkan keburukan itu.

02. WANITA YANG MENYAYANGI BINATANG

 Foto : Wanita dan Kucing

Kalau yang satu ini anda mungkin harus cari di kelompok/komunitas pecinta hewan, misalnya komunitas pecinta reptil atau komunitas pecinta kucing. Kalian tahu sendiri bahwa kucing lebih menarik untuk dipelihara oleh wanita, karena kucing itu hewan peliharaan yang paling manja dan lucu dari berbagai segi.

Kalau pun dia mencintai reptil, entah itu ular atau biawak mungkin anda harus pilih-pilih...
Sebab, kalau sampai dia memelihara ular yang membahayakan' tentu nyawa anda jadi taruhannya dan mungkin siap-siap adaptasi dengan dunia seperti itu.

03.  WANITA YANG SUKA BERTAMASYA

Foto : Angie Ang
Ngomong-omong soal tamasya, mungkin wanita yang seperti ini memang tidak pernah melewatkan masa-masa mudanya untuk bertamasya meski uang tidak cukup. Terlebih dia bahagia dengan apa yang selama ini dia lakukan. Meski cuma jalan-jalan ke Pantai atau menyaksikan keindahan panorama bukit-bukit hijau di pegunungan' itu tidak jadi soal.

Walau masih muda, jangan terlalu sibuk kerja' lama-lama bisa kacau pikiranmu kalau tidak istrirahat.
Cobalah anda mencari sensasi dengan mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang biaya tiketnya murah dan memiliki fasilitas' setidaknya ada warung leseha untuk makan siang. Semua pria tentu setuju kalau wanita yang suka bertamasya itu memang asyik untuk diajak menjalin hubugan.

04. WANITA YANG MENCINTAI SENI

Foto : Wanita Yang Sedang Bernyanyi

Seni, adalah keindahan ciptaan manusia yang wajib dilestarikan agar bisa dinikmati oleh generasi-generasi selanjutnya. Wanita memang keram menjadi objek aktivitas seni, ada yang jadi penyanyi dan ada yang jadi penari. Kalau kedua bakat tersebut bergabung menjadi satu, maka dia akan menjelma menjadi sosok yang menggoda dan tentu punya prestasi.

Wanita bisa juga menjadi pelukis, sebab mereka sangat teliti dan tidak salah pilih warna' karena warna yang cocok akan membuat lukisan memiliki nilai jual tinggi. Renungka sejenak, banyak wanita pegiat seni yang punya andil besar menggaungkan kebudayaan Indonesia' mereka patut didukung dan mendapat apresiasi. Kalian tidak akan rugi kalau menjadi kekasih mereka karena kalian juga menyukai seni kan ?

05. WANITA YANG BERMORAL

 Foto : Anastasia Praditha

Moral katanya cuma sekedar cerita dalam kitab sastra, tapi patut menjadi pegangan hidup agar mendapat kesan positif dari orang lain. Terutama wanita, moral perul dijaga dan jangan sampai menjadi figur yang suka membuat keonaran serta kegaduhan dimana-mana.

Punya moral bukan berarti harus merubah penampilan, sebab penampilan belum tentu mencerminkan perilaku seseorang. Mungkin kalian sedang sebal dengan kelakuan Hj. Neno Warisman yang katanya sok alim dan beragama, nyatanya malah menjadi pencetus gerakan pemberontakan menjelang Pemilu. Wanita semacam itu tidak pantas dimuliakan sebab penampilan tertutup belum tentu mencerminkan moral yang baik.

Tidak sedikit wanita-wanita berpakaian seksi melakukan aksi sosial untuk menolong korban bencana, dan tidak sedikit pula wanita berpakaian tertutup tapi punya sifat pelit/bakhil terhadap sesama' karena moral itu tidak ada hubungannya dengan kulit pembungkus kepala.

06. WANITA YANG SENANG MEMAKAI JAKET KULIT & SEPATU BOOTS

 Foto : Happy Goeritman

Apa kesan kalian dengan wanita yang memakai jaket kulit ?
Kesan itu sudah pasti semakin cantik dan sulit lepas pandangan, apalagi mereka juga kerap berpose di depan kamera sambil menatap tajam' bukannya benci justru malah semakin dimabuk kepayang karena sisi liar seorang wanita ada pada pakaian yang dikenakkannya tanpa terkecuali jaket kulit.

 Foto : Maya Susanti

Tidak lengkap rasanya kalau pakai jaket kulit kalau tidak dikombinasikan dengan Sepatu Boots' karena sepatu yang satu ini memang cenderung radikal untuk kaki wanita. Tetapi, Sepatu Boots bukan cuma sekedar alas kaki yang biasa dipakai tentara, polisi dan pembalap saja.
Warna tidak jadi soal, yang penting nyaman dipakai sekaligus melindungi kaki dari tajamnya paku dan pecahan kaca yang berserakan di jalanan.

Foto : Angie Ang

Sepatu Boots mungkin menjadi alternatif selain Sepatu High Heels, karena itu banyak wanita memakai sepatu berbahan kulit ini untuk memperkejam penampilan tetapi tetap menawan dihadapan semua orang. Coba sekali-kali naik motor bersama pasangan sambil memakai jaket kulit dan sepatu boots, anda tentu akan terlihat berbeda bahkan dianggap sebagai suatu keharusan karena kedua barang itu merupakan piranti wajib untuk keselamatan berkendara.

07. WANITA YANG SUDAH SIAP MENJADI ISTRI & IBU

 Foto : Nitia Anisa

Wah... inilah yang menjadi uraian pamungkas dalam pertemuan kali ini' sebab ini adalah metamorfosa terakhir dari seorang wanita yang masih gadis berubah menjadi wanita yang siap menjadi istri & ibu. Kalian sebagai pria tentu harus menjadi suami yang baik untuk mereka dan tentu konsistensi pendewasaan menjadi kunci sukses mengarungi bahtera rumah tangga.

Kadang kita melihat sendiri kehidupan orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita hingga sekarang, betapa sabarnya mereka diterpa angin fitnah dan badai skandal yang bertubi-tubi menggoyahkan iman. Namun, kalau kita mau cerdas menyikapi, sudah pasti akan dilewati dengan mudah tanpa bertele-tele.

Hidup ini hanyalah kepingan yang terasing dilautan, memaksa kita memendam kepedihan.
Hidup ini hanyalah kepingan yang terasing dilautan, memaksa kita merubah jadi tawa.

Itulah penggalan lagu yang dinyanyikan Pas Band, grup musik asal Bandung' Jawa Barat mengenai jatuh bangun kehidupan manusia terkadang membuat kita terpaksa berpura-pura hanya demi gengsi semata-mata.

Wanita yang menjadi istri itu tandanya punya mental kuat dan kesiapan dini yang matang, hal ini merupakan kriteria agar kokohnya hubungan keluarga bisa berjalan hingga mau memisahkan.

Inilah yang cukup disampaikan, semoga ada manfaatnya dan jangan lupa optimis !!!

(Selesai)



Rabu, 03 Oktober 2018

Lirik Lagu Tegalan : Poma Rong Poma

Nyungsang njempalit, enyong ngudag rejeki
Nggo makani bojo, karo anak loro
Saben dinane enyong kudu riwa-riwi
Nggoleti gawean sing bisa dadi duit

Kadang mangkat esuk balike bengi
Kadang ninggal sholat klanen ngaji
Mung bae hasile... belih ngorupi
Kayong ngenes temen nasibe wong lanang, sing gemiyen sungkan luruh kepinteran

Hai... bocah enom' aja nganti urip kaya enyong
Umpamane sambel terasi laka uyahe
Nyesel saiki langka gunane
Mung bisa pasrah, apa anjoge ?

Enyong mung nuturi
Kentenga ngangsuh ilmu dinggo sangu
Mbesuk angger ngalami tua
Ora keder luruh sandang pangan

Urip bakal seneng, ibadah anteng...
Poma rong poma, aja pada tiru enyong
Cukup samene, enyong bae contone...

Minggu, 09 September 2018

Puisi : Revolusi Moral

Debu-debu jalanan menerkam mataku
Angin bertiup merepa rambut hitamku
Tukang parkir berambut cepak nan garang
Berebut lahan dengan cara yang curang

Keperawanan sudah bukan lagi kebanggaan
Terjual murah hanya demi uang recehan
Pakai sorban, wajah berjenggot dan berjubah panjang
Teriak bid'ah, haram dan thogut pada semua orang

Aku sendiri cuma menyinyir
Aku sendiri hanya menyindir
Geleng-geleng kepala
Geleng-geleng mata

Moral merosot akibat gangguan jiwa
Penyakit hati sudah seperti hama musiman
Nilai sosial diukur dari hadiah semata
Jeratan setan mencekik hak keadilan

Tinggal menunggu waktunya tiba
Yang benar dianggap salah
Tinggal menunggu harinya tiba
Yang salah dianggap benar

Individualistis agamis kacaukan konstitusi
Hedonis kapitalis menyumbat hati nurani
Inikah sebuah revolusi ?
Ataukah sebuah demoralisasi ?

Tanyakan otakmu...
Tanyakan hatimu...
Terserah kau saja...
Terserah kalian saja...

Puisi : Amarah


Sungguh tiada kusangka
Dirimu berani mendua
Menghentikan cinta kita
Yang cukup lama terbina

Cerita indah berakhir duka
Dirimu sudah tak lagi setia
Pahitnya lagi kau berdusta
Setelah hadirnya nestapa

Mungkin aku telah berdosa
Membiarkan terhanyut dalam nikmatnya luka
Lebih parah dari secuil realita
Ironi membusuk dalam alur asmara

Meletus dan memuntahkan lava
Amarah bercampur dengan nista
Melepuhkan hati nurani di jiwa
Menghanguskan akal sehat di kepala

Puisi : Sendu Di Kala Hujan

Angin kencang disertai petir
Hujan pun turun basahi hilir
Kedua mataku seakan tersihir
Saat kehilangan cinta bergilir

Surat terakhirmu telah kubaca
Pipiku terasa berlinang air mata
Rasa rindu justru berakhir pilu
Kenangan bersamamu telah berlalu

Banjir pipiku membendung air mata sendu
Membaca surat undangan pertunanganmu
Takdir seperti tiada kunjung bahagia
Mungkinkah aku akan menjadi gila

Hilang sabarku, luntur senyumku
Mencair nuraniku, pudar akalku
Kilat menjadi saksi hancurnya diri
Meluap sudah kemarahanku ini

Ingin kubantai semua orang di dunia ini
Termasuk lelaki yang kini bersanding disisimu
Sebagai tumbal amarah senduku ini
Biar dunia tahu aku masih mencintai dirimu

Puisi : Ular Tua

Hai kau... Ular tua
Hidup di semak-semak itu
Keluarlah dari sarangmu
Tunjukkan siapa sebenarnya dirimu

Hai kau... Ular tua
Kulitmu terkelupas habis tiada sisa
Taringmu tajam cairan berbisa
Racunmu lumpuhkan segalanya

Panjang tubuhmu melilit korbannya
Mati tercekik dalam cengkeramannya
Mencari mangsa tanpa pilih kasih
Sikat habis sasaran sampai bersih

Masuk ke lubang yang dalam
Mencari kenikmatan yang terpendam

Ular tua... Ular tua... Usia semakin senja
Ular tua... Ular tua... Tubuh lemah tak bertenaga
Ular tua... Ular tua... Lidah menjulur panjang
Ular tua... Ular tua... Kerjanya mencari peluang

Ingat istri, anak, menantu dan cucumu
Jangan hanya menuruti keinginan dan nafsumu
Sergapanmu melingkari tubuh perawan
Perawan terlena segala macam rayuan

Jangan harap dirimu menjadi seekor naga
Bagiku dirimu hanyalah seekor cacing tanah
Semakin tua kau semakin gila wanita
Dagingmu dari jauh tercium bau tanah

Puisi : Hari Raya Kelabu

Setiap kumengingat datangnya bulan syawal
Hatiku sakit kala mendengar suara itu
Apa lagi ketika memandag wajah dicermin
Kuteringat kisah cinta yang dahulu terjadi

Pada awal bulan Sya'ban, kutemui sepucuk surat undangan
Terlihat jelas untuk diriku, undangan ini kudapatkan

Alangkah terkejutnya diriku, tertulis namamu bersanding dengan nama orang lain
Rupanya engkau lebih memilih yang lain, daripada denganku

Kupikir keputusanmu akan berubah untuk kembali padaku
Namun nyatanya itu malah membuatmu lupa denganku
Jangan harap aku akan datang memberi restu kepadamu
Sebab aku masih enggan memberi maaf kepadamu

Lupakan saja, kenangan dimasa dulu
Lupakan saja, jadilah ini hari raya kelabu