Selasa, 15 Desember 2020

Puisi : Sebuah Pujian

 
 
Kamu adalah separuh emosiku yang luluh akibat perbuatanmu
Kamu adalah setengah jiwaku yang terpisah oleh ruang dan waktu
Luapan amarahku adalah bagian dari rinduku
Jeritan hatiku adalah puncak kerinduanku
 
Bayanganmu menghantuiku dalam langkah hidup ini
Percikan bunga api membakar seluruh sanubari
Merambat menghanguskan ketidakwarasan ini
Berakhir menjadi abu yang tertiup angin malam ini
 
Lupakan sejenak problema yang menjerat
Tebalkan iman agar semakin erat dan kuat
Jika engkau akan datangi aku malam ini
Katakan sejujurnya semua yang ada di relung hatu
 
Biarlah aku rasakan semua
Biarlah aku nikmati semua
Kasih sayangmu padaku
Tetaplah kau jadi milikku

Selasa, 01 Desember 2020

Puisi : TAI CELENG RASA COKELAT

 
Puisi Karya Sugik Nur Raharja 

Angin Timur berhembus ke dalam hatiku
Seakan dialah yang menyapaku
Dunia ini bagaikan pulau yang mengambang
Diatas lautan bertabur bintang-bintang
 
Angin Barat menerjang kepalaku
Seakan dialah yang mengenyahkanku
Dunia ini sempit bagaikan dalam kamar mandi
Didalam palung penderitaan yang menggerogoti hati
 
Kalau cinta sudah melekat 
Tai celeng rasa cokelat
Jerawat bagaikan kawah-kawah bekas hantaman meteor
Bibir pecah-pecah seperti habis minum oli satu botol
 
Air kencing yang pesing, baunya bagaikan wiski alias martini
Hidup jangan dibuat pusing, Bertemu kasih jadinya pangling

Kamis, 26 November 2020

Puisi : Keluarga

 

Kumengerti arti semuanya
Yang kini tinggal penyesalan
Kasih sayang telah sirna
Terhempas ketidakpastian
 
Takkan ada yang bisa mengganti
Takkan ada yang lebih dari kepingan
Semangat untuk bangkit lagi
Untuk mencari kebahagiaan
 
Ayahku... Ibuku...
Keduanya adalah semangat hidupku
Semuanya... Hilanglah...
Aku sudah membuat kalian kecewa
 
Doa restumu membuatku kuat
Cinta kasihmu membuatku hebat
Ayahku yang mengukir jiwa ragaku
Ibuku yang membesarkan diriku
 
Ingin aku kembali berjumpa
Sayangnya aku tak bisa
Siapa pula anak yang tega
Melupakan orang tuanya

Puisi : Zaman Kemajuan

 

Gedung-gedung tinggi
Menjulang ke atas langit
Lampu-lampu bersinar terang
Menghiasi gelapnya sudut malam
 
Kendaraan berlalu-lalang
Mobil, sepeda motor dan pesawat
Asap knalpot bertebaran
Bau sampah menyengat hidung
 
Kaum borjuis berpestapora
Kaum marjinal bermuram durja
Pestapora di malam minggu
Suara jangkrik menjadi kelabu
 
Zaman kemajuan banyak penyesatan
Zaman kemajuan banyak penipuan
Zaman kemajuan banyak pembodohan
Zaman kemajuan banyak pembabatan
 
Penyesatan jadi pegangan
Penipuan meraja lela
Pembodohan jadi kebiasaan
Pembabatan hutan jadi biangnya