Sabtu, 12 Mei 2018

Puisi : Radikal

Setiap keputusan yang disetujui bersama
Selalu saja ada yang menentangnya
Perbedaan pandangan antara kita semua
Pemahaman makna yang salah terima

Apa yang dilakukan banyak orang
Selalu saja ada orang yang ditentang
Katanya hal itu tak ada gunanya
Bahkan sebuah usaha sia-sia

Berlawanan dengan cara bicara orang banyak
Katamu semua peraturan itu dianggap tak layak
Ada yang bilang melawan ajaran ilmu agama
Ada yang bilang melawan undang-undang negara

Radikal... pemikiran yang jauh dari kenyataan
Radikal... pemikiran yang lepas kendali
Radikal... pemikiran yang jauh dari sisi keimanan
Radikal... pemikiran yang lepas tanpa henti

Perbedaan memang tak selamanya masuk akal
Itulah penyebab adanya pemikiran yang radikal
Banyak orang yang mencoba mencegahnya
Namun dia tetap tak mau mencabut keputusannya

Puisi : Ayam Lenjeh


Lenggak-lenggok bokongnya
Membuat semua terpana
Senyum di Lesung pipinya
Hadirkan sejuta khayal dikepala

Namun sayang itu hanya sekejap saja
Tiada kelanjutan dari apa yang dilihatnya
Geleng-geleng kepala sampai pegal lehernya

Tingkahmu bagaikan seekor ayam betina
Yang hendak mencari pendamping hidupnya
Segala cara dihalalkan demi mendapatkannya

Gincu merah muda lumuri bibirnya
Aku jadi risih memandangnya
Putih warna bedak diwajahnya
Aku jadi risih memikirkannya

Lenjeh-lenjeh itu sikapmu
Lenjeh-lenjeh itu sifatmu

Ayam Lenjeh itulah julukanmu
Ayam Lenjeh itulah nama barumu

Puisi : Murka

Tak terbendung emosiku
Teganya kau mendustaiku
Entah apa yang sedang terjadi
Semua telah berakhir begini

Kemarahan tak tersurutkan
Kau telah berani menghancurkanku
Cinta dihatimu telah termakan
Oleh bujuk rayuan pria selain aku

Aku tak kuat menahan hal ini
Kau hanya makin menggila
Murka hatiku karena hal ini
Bisa jadi aku pasti akan gila

Ingin sekali kubunuh dirimu
Karena semua ulah jahatmu
Tak perduli siapa statusmu
Bagiku inilah akhir hidupmu

Puisi : Wanita Pengumbar Nafsu

Kau memang cantik, kau memang kaya raya
Kau memang anggun, kau memang penuh gaya
Namun semua itu, Namun dibalik itu
Kau salahgunakan, kau tak pedulikan

Kau meratap memohan kasih sayang
Agar nafsumu tersalurkan dengan lancar
Bila itu semua telah kau jalani
Maka semua akan segera berakhir

Nafsu... nafsu... nafsu...
Kau umbar nafsu demi harta gono gini
Dosa... dosa... dosa...
Kau lupakan dosa demi niat busuk ini

Lupakah engkau dengan Yang Maha Kuasa
Bahwa hidup ini hanyalah mampir minum saja
Kecantikanmu takkan abadi selama-lamanya
Kekayaanmu takkan kau bawa ke alam baka

Sadar... sadar... sadar...
Sadarlah segera sebelum bumi menelanmu
Ingat... ingat... ingat...
Ingatlah segera sebelum ajal menjemputmu

Puisi : Andai Kau Ada Disini

Ku tak tahu harus bagaimana
Atas segala yang menimpa
Kau pergi ke alam baka
Untuk selama-lamanya

Hati ini belum bisa terima
Atas segala yang kau derita
Kau korbankan segala-galanya
Demi cinta yang suci nan mulia

Andai kau ada disini.... bersamaku
Andai kau ada disini.... disampingku
Andai kau ada disini.... menciumku
Andai kau ada disini.... memelukku

Ku tak bisa lupakan semua
Kenangan indah yang ada
Biarpun kau telah tiada
Cintamu kan tetap selalu ada

Puisi : Orang Kota

Wajar saja, bila mereka adalah lintah darat
Wajar saja, bila mereka adalah kaum penjilat
Biarpun yang di jilat pantatnya seekor ayam
Biarpun yang di jilat bokongnya binatang malam

Boros biaya boros tenaga
Membuang waktu yang sia-sia
Tak sadar ini hal yang temporer
Yang penting bisa jadi populer

Orang kota... oh... orang kota
Kemanakah arah dan tujuanmu?
Orang kota... oh... orang kota
Dimanakah hati dan nuranimu?

Hidung pesek berwajah berengsek
Mulut becek berbau ketek
Penipu kelas satu kerja tanpa ragu
Biar ajal menelan jiwamu

Puisi : Semua Ada Di Ujung

Angin Sepoi-sepoi berhembus didepan rumahku
Menerpa dedaunan yang berserakan disitu
Sedikit demi sedikit tetesan air jatuh ke bumi
Tak disangka hujan pun basahi seisi bumi

Siramilah isi hatiku, wahai hujan...
Agar tergenang selalu di relung jiwaku
Banjirilah isi otakku, wahai hujan...
Biar mengambang pikiran jenuhku

Bulan ini bulan di ujung tahun
Hari ini hari di ujung hari
Malam ini malam di ujung malam
Cintai ini cinta di ujung cinta

Apakah gerangan dengan perasaanku ?
Ataukah separuh mentalku hilang dari tubuhku ?
Mungkinkah semua akan kembali ?
Ataukah semua tak akan kembali ?