Rabu, 24 Agustus 2016

Cerita Anak Muda : Rocker Pensiun (Episode 01)


Diceritakan pada era 90an, ada sebuah grup musik yang cukup populer bernama "The Ex Bad Boys", mereka adalah trio musisi yang kehebatannya cukup teruji.
Lagu-lagu yang dihasilkan tidak kalah dengan lagu-lagu ciptaan musisi luar negeri, bahkan dipuncak karirnya mereka mendapat penghargaan tertinggi dalam ajang penganugerahan musik.
Sayang, semua itu tinggalah kenangan belaka... Yang tersisa hanyalah keterpurukan dan ketidaksukaan masyarakat dengan musik yang mereka mainkan.
The Ex Bad Boys merupakan grup musik bergenre Rock, mereka dikenal sebagai grup musik Rock dengan gaya bermusik yang cukup nyeleneh dan tidak mengikuti mahzab yang sedang jadi trend.
Mereka tetap mempertahankan gaya semacam itu hingga akhir masa kejayaannya.
40 tahun sesudah masa kejayaannya berakhir, The Ex Bad Boys yang dulunya dipuja-puja oleh penggemar fanatiknya kini hidup terbelakang dan tersingkir dari hingar bingar dunia showbiz.

Penyebabnya hanya satu, yakni menurunnya popularitas musik rock di bursa musik akibat menjamurnya musik yang tidak berbobot sekelas K-Pop dan Pop Melayu.
Hampir setiap hari lagu-lagu itu terdengar di radio dan televisi, bahkan di acara pesta pernikahan, khitanan dan perpisahan sekolah maupun universitas.
The Ex Bad Boys mulai cemas dengan hadirnya musik-musik tidak berbobot itu, apalagi anak muda dizaman itu mulai berbusana sangar tetapi gaya bicaranya seperti lonte.
The Ex Bad Boys berencana menyelamatkan musik rock yang gaungnya sudah tidak terdengar dan terasa dalam kehidupan sehari-hari.
The Ex Bad Boys sempat memikirkan rencana untuk "Come Back" dengan menggarap sebuah album yang berisi lagu-lagu lama dan beberapa lagu-lagu baru.
Namun, apa hendak dikata...
Mereka tidak punya biaya untuk mewujudkannya.
Mereka butuh manager dan produser yang pro aktif terhadap rencana mereka, kalau sampai The Ex Bad Boys salah pilih' maka tujuan utama mereka gagal total.
Hari demi hari mereka mencoba mencari manager dan produser yang sesuai dengan hasil rembugan.
Namun, hampir semua manager dan produser banyak yang menolak permintaan mereka' alasannya adalah rendahnya nilai kontrak yang diserahkan lewat proposal.
Mereka ingin The Ex Bad Boys membayari para manager dan produser itu dengan jumlah yang tidak sesuai dengan isi proposal.
Sayang, The Ex Bad Boys tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membutuhkan jasa mereka.
Akhirnya mereka bertiga harus gigit jari dan menerima kenyataan bahwa grup musik sekelas mereka sudah tidak laku lagi di dunia showbiz.


Maka dengan demikian, The Ex Bad Boys memutuskan untuk bubar.
Namun, beberapa fans mereka menolak pembubaran' karena mereka semua menilai bahwa The Ex Bad Boys masih punya potensi untuk kembali sukses seperti pada masa jayanya.
Namun, mengingat sudah tidak muda lagi' mereka memutuskan untuk mencari pekerjaan lain selain menjadi musisi.
Keputusan pun terucap, The Ex Bad Boys akhirnya merencanakan untuk mencari para pewaris ilmu bermusiknya.
Mereka ingin meregenerasi musisi rock yang sudah uzur, dengan berbagai macam upaya dan usaha mereka mengadakan audisi untuk mencari rocker-rocker penerusnya.


Sebelum memasuki inti cerita, kita akan berkenalan dengan para personil The Ex Bad Boys satu per satu.
Pertama, pada posisi vokalis dan gitaris ada seorang pria paruhbaya bernama Eddy. Kedua, pada posisi bassis dan keyboardist ada seorang pria berambut ubanan bernama Ronny dan Ketiga ada seorang pria lagi yang berkepala botak dengan posisi sebagai drummer bernama Benny.
Eddy, Ronny dan Benny adalah trio musisi dengan rata-rata usia 50 tahunan yang dulunya merupakan idola remaja masa terdahulu.
Eddy dikenal sebagai vokalis yang suaranya dahsyat dan menggelegar, Ronny dikenal sebagai bassis yang jago atraksi dan mampu menciptakan lagu. Sedangkan Benny dikenal sebagai drummer paling hebat dan tiada duanya dalam memukul perkusi.


Pernah suatu ketika The Ex Bad Boys merilis sebuah album berjudul "First Mission" sebagai debut perdana.
Album "First Mission" tidak sukses seperti yang diharapkan, karena album ini dibuat secara amatir dan direkam lewat sesi rekaman indie label.
Menurut cerita, "First Mission" adalah album klasik yang sudah langka di pasaran karena hanya dijual sebanyak 100 copy.
Lalu The Ex Bad Boys merilis album keduanya dengan judul "Second Strike" lewat label rekaman resmi.
Dalam waktu 1 minggu pasca peluncuran, album "Second Strike" laris manis hingga terjual 500.000 copy. Bahkan mereka sempat diberi penghargaan bulanan dari perusahaan rekaman sebagai pendatang baru terbaik.
Kemudian mereka kembali merilis album ketiga dengan judul "Third Experience" yang terjual 15.000.000 copy dalam waktu 1 tahun saja.
Ini merupakan prestasi terbesar yang pernah dicapai Eddy, Ronny dan Benny dalam berkarir dibidang musik.


Angka penjualan album "Third Experience" sampai hari ini belum tersaingi oleh grup musik manapun.
Bahkan hingga akhir masa kejayaan musik rock, angka penjualannya tak pernah tersaingi hingga pada akhirnya album tersebut mendapatkan gelar terhormat sebagai album terbaik sepanjang masa.
Kita kembali ke topik awal, The Ex Bad Boys saat itu sedang sibuk mencari bibit-bibit muda agar musik rock bisa disenangi publik.
Mereka berkelana kesana-kemari guna menemukan calon rocker generasi baru.
Tak disangka terpilihlah 3 orang dari latar belakang berbeda, Eddy mendapatkan seorang calon gitaris.
Ronny mendapatkan satu calon bassis dan Benny mendapatkan satu lagi calon drummer.
Sayang, mereka belum sempat mendapatkan calon vokalis untuk rencana pembibitan musisi rock baru.
Pencarian belum berakhir, 3 calon musisi rock pilihan itu diuji lewat sebuah festival musik yang diadakan di gedung kesenian.
Namun, 3 calon musisi rock ini belum membentuk sebuah grup musik karena tidak adanya vokalis.
Maka terpaksa calon musisi yang bermain bass lah yang menjadi vokalis sementara.
Dibawah bimbingan para pentolan The Ex Bad Boys, trio calon musisi rock baru itu dinamai sebagai "New Bad Boys".
Mengingat mereka bertiga merupakan grup musik dibawah bimbingan Eddy, Ronny dan Benny. New Bad Boys tampil diatas panggung dengan membawakan salah satu lagu karya The Ex Bad Boys yang berjudul "Area 69".
Konon, lagu "Area 69" merupakan lagu paling terkenal dan paling kontroversial yang pernah diciptakan.
Ronny lah yang menulis lirik dan merancang aransemen musiknya, sontak para peserta festival lainnya geger setelah mendengar lagu yang katanya sudah dilarang diputar di radio dan di jual albumnya di toko kaset.
Setelah lagu tersebut dimainkan, panitia yang mengetahui hal itu segera mendiskualifikasi penampilan New Bad Boys.
Sontak New Bad Boys tidak terima atas keputusan panitia yang mendiskualifikasi mereka.

(Bersambung)

Jumat, 29 Juli 2016

Lirik Lagu Tegalan : Topeng Monyet

Senajan jarene Darwin, manungsa asale monyet
Nanging diparingi akal, becik ketitik ala ketara
Serakah sifat si monyet, yen memangan coprat-capret
Kancane blih pada duman, karepe kabeh dijarah raya

Mulane ya... sinok sitong
Mulane ya... sinok sitong
 Aja pada dadi monyet....

Angger kambing mangane suket godong
Angger kucing mangane iwak daging
Angger kambing nek mangan iwak daging
Angger kucing mangane suket godong

Suket godong, iwak daging
Suket godong, iwak daging
Kambing kucing... dipangan uwong

Nyet... Nyet... Nyet... Topeng Monyet
Gaweane ngeret-eret...
Nyet... Nyet... Nyet... Topeng Monyet
Watu kerikil rasane tongseng

Ana monyet topenge uwong
Topeng ucul, katon monyetnya

Rabu, 22 Juni 2016

Lirik Lagu Tegalan : Balapulang


Balapulang... ning kana biyen nyong lair lan dolanan
Langka listrik... paling banter patroma sing akeh ceplik
Kali banjir nggo ngumbahi, nggo adus, rok-rokan, inggek-inggekan
Akeh iwak, akeh jangkrik lan walang, susuh manuk pirang-pirang

Lubar ashar... bocah cilik, wong tua enom ling langgar
Uwong ngaji... saben umah swarane ngademi ati

Sing petani esuk-esuk wis pada nyawang tanduran
Sing pedagang repet-repet wis pada siap dagangan
Tukang kayu bar sarapan wis ngasah lendhepe suguh
Sing pegawai mangkat esuk sorene wis leyeh-leyeh

Katon anteng masyarakate, katon ayem suasanane
Balapulang... aduh... aduh... Balapulang...

Balapulang... saiki wis akeh nemen perubahan
Lampu padhang rapet umah ngantikan ning sawah-sawah
Kali cethek banyu mlithir sacuwil, diportas iwake enthek
Swara hewan wis diganti radio, tivi, pit lan kendaraan

Balapulang... pancene ora se-ayu jaman biyen
Tapi inyong tetep demen ora bakal bisa kelalen

Rabu, 06 April 2016

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 7)

Gambar : Album Jamrud ke 4 yang berjudul Ningrat yang dirilis setelah kematian Sandy Handoko


Tidak disangka kepergian Fitrah Alamsyah dari dunia ini begitu cepat, di rumah sakit ia meregang nyawa hanya untuk menikmati putaw semata. Keluarga teramat shock dan kecewa dengan apa yang terjadi pada lelaki itu. Ia dikebumikan pada esok hari setelah semalam ia dirawat dan meninggal saat proses perawatan di rumah sakit.

Krisyanto, Aziz MS dan Ricky Teddy tidak menyangka akan menghadapi hal yang mereka takutkan sejak lama. Narkoba, benda terkutuk itu telah merenggut nyawa Fitrah yang notabene personil Jamrud yang paling loyal. Proses pemakaman Fitrah mengundang simpati banyak pihak, terutama dari kalangan sesama musisi se Kota Cimahi dan Bandung.

Padahal waktu itu Jamrud sedang masuk masa jayanya, dimana pundi-pundi rupiah masuk ke rekening mereka. Konser diadakan demi mendongkrak penjualan album, bahkan beberapa media massa dan televisi sempat meliput keberadaan mereka.

Mungkin, inilah saatnya Aziz MS sebagai frontman untuk melakukan pembersihan di kubu Jamrud' ia menginterogasi kepada seluruh awak personil dan kru konser. Ia tidak ingin ada korban lagi selain Fitrah yang sudah terlanjur tewas saat dirawat di Rumah Sakit.

Sandy Handoko yang mengetahui hal ini jadi gemetar tubuhnya, setelah ia mengetahui ada pembersihan di kubu Jamrud. Semuanya berhak diberi terapi dan penyuluhan terkait bahaya narkoba, Sandy Handoko yang diam-diam sudah menjadi pecandu narkoba setahun sebelum tragedi yang dialami Fitrah malah memilih mengasingkan diri agar tak jadi sasaran pembersihan.

Sandy Handoko takut, kalau nanti ia ketahuan memakai putaw' maka karirnya di grup musik Jamrud akan berakhir dengan pemecatan dan tentu ia akan dimasukan ke bui. Maka demi menjaga privasi, ia akhirnya berpura-pura tidak tahu dan menjadi lugu.

Tapi, bagaimanapun juga Sandy Handoko yang sudah rapi bersandiwara justru akhirnya ketahuan juga' diceritakan pada bulan April 2000, Sandy mulai berubah tingkah lakunya semenjak jadi pecandu narkoba.

Terbukti, setiap kali Jamrud konser diberbagai kota yang mereka jajaki' Sandy malah lebih senang menyendiri demi menikmati benda haram tersebut. Ia sering menyembunyikan diri di tempat sepi dan jauh dari keramaian. Ia sering menikmati putaw itu di dalam WC, Kamar ganti dan kadang ia juga menikmatinya di ruangan tertutup.

Kecurigaan  para personil Jamrud yang lain mulai terlihat saat Sandy Handoko mulai sulit diajak bicara dan selalu menjauh dari teman-temannya. Dan akhirnya saat sedang menghisap putaw di kamar hotel, ia digerebek oleh Azis MS. Sandy Handoko terkejut saat apa yang ia lakukan rupanya sudah terbongkar, serbuk putaw yang ia simpan di saku celana menjadi barang bukti.

Lalu, Sandy Handoko akhirnya diberi hukuman oleh management' yakni harus mengikuti rehabilitasi di Pondok Pesatren yang berlokasi di daerah Ciamis, Jawa Barat agar sadar dari perbuatannya.

Lalu, dengan dikawan saudaranya Sandy Handoko dibawa ke Ciamis untuk menjalani rehabilitasi sampai benar-benar sembuh dari kecanduan narkoba. Selama Sandy Handoko direhabilitasi, posisinya di grup musik Jamrud digantikan oleh Husin Suherman.

Akhirnya, ketika Jamrud akan menggarap album ke 4' Sandy Handoko masih di Ciamis dan kondisinya dinyatakan sudah agak membaik. Namun, itu sebenarnya hanya sandiwara belaka' ini cara Sandy Handoko agar bisa bebas dari program rehabilitasi supaya bisa meneruskan kebiasaan buruknya itu.

Dan Sandy Handoko pada waktu itu sempat dinyatakan sembuh, padahal kondisi sebenarnya jauh lebih buruk' yakni penyakit Hepatitis B yang ia derita sejak lama akhirnya kambuh.

Walaupun Sandy Handoko sudah tidak kecanduan lagi, tetapi penyakit yang dulu pernah ia derita kambuh akibat racun yang terkandung dalam putaw mulai merusak sistem imunitas tubuhnya. Hal ini akhirnya terjadi saat Jamrud hendak konser. Semua personil Jamrud sudah hadir diatas panggung, dan yang datang belakangan adalah Sandy.

Ketika Sandy hendak menggebuk drumnya, tiba-tiba wajahnya mendadak pucat seperti terkena anemia dan tubuhnya mendadak menggigil seperti masuk angin. Lalu, Sandy pun terjatuh diatas panggung dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kejadian ini sontak membuat penonton terkejut dan mengira ini hanyalah kecelakaan biasa, namun inilah yang menjadi hal tak bisa diduga.

Lalu, bagaimanakah nasib Sandy Handoko setelah jatuh diatas panggung ?

Lalu pada sore hari, Sandy dibawa ke rumah untuk dirawat keluarga' karena kebetulan saat ini keluarga tidak punya uang karena semua uangnya sudah habis untuk membeli putaw. Celakanya lagi kondisi Sandy akhirnya memburuk.

(Bersambung)




Kamis, 03 Maret 2016

Legenda Musik Rock Indonesia : Jamrud (PART 6)

Gambar : Album ke 3 Jamrud yang berjudul Terima Kasih dirilis tahun 1998

Jamrud pun akhirnya masuk dapur rekaman lagi setelah kesuksesan menyapa mereka di album-album sebelumnya, Album "Putri" dan album "Nekad" sudah melengkapi keberhasilan Aziz M.S. dan kawan-kawan dalam usahanya menjadi grup musik rock tersukses sepanjang sejarah.

Kini album baru dengan materi lebih fresh siap digarap, namun sayangnya ada beberapa kendala berupa ketidakharmonisan hubungan antara Fitrah dan Sandy. Mereka kerap bertengkar karena masalah sepele lantaran mereka berdua sudah kecanduan putaw.

Didalam studio mereka saling berebut sesi rekaman, bahkan mereka kerap berteriak-teriak seperti orang gila' rupanya kandungan zat adiktif yang terdapat dalam putaw sudah membuat mereka sulit mengontrol emosi. Hal ini membuat Aziz M.S. mulai curiga dengan tingkah laku keduanya. Maka Aziz pun mengajak keduanya berbicara jujur secara rahasia.

Kepolosan sifat mereka terlihat saat salah satu diantara mereka membeberkan rahasia jelek, yang pertamakali membeberkan kejelekan itu adalah Sandy' ia mengaku bahwa dirinya sudah kecanduan obat-obatan terlarang.

Aziz pun tiada menyangka bahwa prasangkanya selama ini benar-benar menjadi kenyataan.
Lalu Aziz dengan wajah murka membentak dengan nada keras kepada Fitrah dan Sandy' Aziz takut kalau nanti hal semacam ini diketahui publik dan nanti takutnya mereka berdua akan diciduk aparat berwajib.

Akhirnya seusai proses rekaman, keduanya diajak Aziz ke Kantor Logiss Record' Aziz meminta bantuan agar mereka berdua bisa keluar dari pengaruh narkoba yang sudah menjadi konsumsi sehari-hari.

Dengan langkah bijak, Log Zhelebour menyuruh Aziz untuk membawa Fitrah dan Sandy ke tempat rehabilitasi. Maka keduanya pun direhabilitasi, meskipun masih dalam proses rekaman.

Proses pembuatan album berjalan lamban dan terlalu santai akibat ulah Fitrah dan Sandy sendiri.
Lalu album ketiga Jamrud pun telah rampung digarap dan tinggal diluncurkan, maka tepat pada awal bulan Desember 1998 album berjudul "Terima Kasih" diluncurkan sebagai album terbarunya.

Alhasil, kesuksesan untuk ketiga kalinya kembali direngkuh oleh Jamrud setelah salah satu single nya yang berjudul "Berakir-rakit" berhasil menembus chart dan menduduki puncak request di berbagai stasiun radio.

Tawaran konser pun berdatangan, sementara itu Aziz masih mengkhawatirkan kondisi Fitrah dan Sandy yang sudah direhabilitasi tetapi belum sembuh total. Namun, akibat jadwal konser yang padat membuat proses rehabilitasi terpaksa dihentikan.

Dan inilah yang menjadi jalan menuju tragedi mengerikan di tahun 1999.
Album "Terima Kasih" sudah terjual cukup laris dan pundi-pundi uang masuk ke rekening tabungan para personil Jamrud. Tak terkecuali Fitrah dan Sandy yang hidup dalam kemewahan  dan harta benda yang berlimpah.

Inilah waktu-waktu menjelang tewasnya salah satu personil Jamrud, yakni Fitrah Alamsyah.
Sebulan sebelum meninggal, Fitrah sempat dikabarkan akan mengakhiri masa lajangnya' ia akan menikahi seorang gadis yang telah lama menjadi kekasihnya.

Namun, proses jalannya pernikahan sempat tertunda karena masalah biaya lantaran pada waktu itu Fitrah masih miskin dan belum punya uang cukup untuk membiayai pernikahannya. Giliran sukses, Fitrah ingin mewujudkan mimpinya itu untuk menjadi nahkoda bahtera rumah tangga.

Sayang di sayang, uang yang seharusnya digunakan untuk mengurus pernikahan justru dipakai untuk membeli Putaw dan Shabu-shabu. Aziz yang masih sempat mengawasi gerak-gerik Fitrah justru malah sering kecolongan. 2 minggu menjelang hari naas' Fitrah sudah mulai lemah kondisi fisiknya lantaran sudah sakau, ia mulai jarang terlihat keluar rumah dan akhirnya jatuh sakit.

Keluarga yang mengetahui kondisi Fitrah segera membawanya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan' setelah di diagnosa rupanya Fitrah menderita penyakit komplikasi yang membuat kinerja jantung dan paru-parunya serta ginjalnya mengalami penurunan.

Fitrah sering batuk-batuk bahkan sampai mengeluarkan darah, pihak Jamrud segera menemui Fitrah di rumah sakit. Dalam kondisi yang cukup lemah, Fitrah meminta agar Jamrud tetap terus berkarya meskipun tanpa dirinya. Aziz pun menyadari bahwa tak hanya karena narkoba saja Fitrah sakit, tapi juga kerena sering merokok dan jajan sembarangan.

Kemudian dokter yang menangani Fitrah mengatakan bahwa penyakit yang dideritanya tak bisa disembuhkan sama sekali. Fitrah yang mendengar vonis dokter hanya bisa menerima keadaannya kini.

Dan akhirnya pada malam hari, Fitrah mulai tak sanggup menerima kondisi kesehatannya yang kian memburuk' dan ia pun memutuskan untuk "Bunuh Diri" dengan cara menelan satu plastik putaw yang tersimpan di saku celananya. Tak dapat digambarkan betapa lahapnya Fitrah menelan seluruh isi putaw itu, dan beberapa menit kemudian Fitrah mulai kejang-kejang hingga tubuhnya bergetar seperti terkena sengatan listrik.

Dan ketika kedua matanya mulai berkunang-kunang, terlihat sosok mengerikan dengan mengenakan jubah hitam menghampirinya. Fitrah yang sudah tak bisa menahan rasa sakit hanya bisa terpaku menyaksikan keadaannya kini.

Maka tak butuh waktu lama, sosok mengerikan yang mengenakan jubag hitam itu mencabut nyawanya dan meninggal dunialah Fitrah dalam pelukan zat adiktif putaw.

(Bersambung)


Rabu, 27 Januari 2016

Lirik Lagu Tegalan : Alun Alun Slawi



Gambar : Alun-alun Slawi, Kabupaten Tegal


Wayah sore nang alun-alun slawi, rame uwong nganti tengah wengi
Apa maning malam minggu dina prei, nyambung esuk wong sing lari pagi
Luruh hiburan ora perlu larang, arep pan medhang' mangan apa gletikan
Nggelar klasa ndadekna pikiran tambah ora boros, bisa kaya si boss

Angger bae pacare lagi muncis
Ndas mumet kaya dipentung linggis
Dolan mene ora mikir karcis

Mesin bae kudu ane mendege
Hp bae ana entek batrene
Tanggalan bae mesti ana abange

Angger bae pacare lagi muncis
Ndas mumet kaya dipentung linggis
Dolan mene ora mikir karcis

Aja bae nyong rika lentak-lentuk
Aja bae nyong rika kena setruk
Nyambut gawe kudu ana lirene